Arsip untuk Desember, 2011

EKSI4203 TEORI PORTOFOLIO DAN ANALISIS INVESTASI

Roni Indarto
3 sks / modul 1-9: ill.; 21 cm / Edisi 1
ISBN : 9790112092
DDC : 332.6
Copyright (BMP) © Jakarta: Universitas Terbuka, 2007

Mata kuliah ini membahas kerangka konsep dasar manajemen investasi, pengertian pasar, instrumen yang diperdagangkan dan mekanisme perdagangan, teori risiko dan return, pemilihan portofolio, obligasi, saham, sekuritas derivatif, dan teori investasi modern. Prasyarat: EKMA4213 (Manajemen Keuangan).

TINJAUAN MATA KULIAH

Mata kuliah Teori Portofolio dan Analisis Investasi merupakan salah satu mata kuliah lanjutan yang memberikan syarat bagi yang menempuh untuk menempuh lebih dahulu mata kuliah Manajemen Keuangan di Program Studi Akuntansi. BMP Teori Portofolio dan Analisis Investasi bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang bagaimana seseorang berinvestasi pada aset finansial dengan menggunakan beberapa metode dan konsep.

Dalam menentukan apakah seseorang atau organisasi menginvestasikan dananya dalam aset finansial, maka ia harus terlebih dahulu mengetahui berapa return yang didapat dari investasi tersebut dan berapakah risiko yang ditimbulkan oleh investasi tersebut. Di samping itu dijelaskan pula bagaimana menghitung nilai dari saham dan obligasi dengan berbagai metode dan konsep.

Perkembangan dunia investasi tidak saja ditunjukkan oleh semakin meningkatnya jumlah yang diinvestasikan ataupun oleh semakin banyaknya jumlah investor yang berinvestasi, tetapi juga ditunjukkan oleh semakin banyaknya alternatif-alternatif instrumen investasi yang bisa dijadikan pilihan investor dalam berinvestasi. Selain berinvestasi dengan cara memiliki secara langsung sekuritas yang diperdagangkan di pasar, investor juga dapat berinvestasi dengan cara membeli derivasi/turunan dari sekuritas tersebut. Sekuritas derivatif adalah sekuritas yang mempunyai hak kepada pemegang sekuritas untuk membeli suatu sekuritas dengan harga tertentu pada waktu tertentu. Beberapa sekuritas yang termasuk dalam sekuritas derivatif dapat memberikan suatu hak (artinya dapat dilakukan, dapat pula tidak) atau dapat pula dalam bentuk keharusan (artinya, harus dilakukan apapun yang terjadi). Sekuritas yang memberikan hak adalah (1) opti (option), (2) bukti (right), (3) waran (warrant) dan (4) obligasi konversi (convertible bonds). Sedangkan yang memberikan keharusan di antaranya adalah futures.

Dalam mata kuliah ini akan dibahas kerangka konsep dasar manajemen investasi, pengertian pasar, instrumen yang diperdagangkan dan mekanisme perdagangan, teori risiko dan return. Setelah mempelajari mata kuliah Teori Portofolio dan Analisis Investasi, Anda diharapkan mampu mengelola dana yang dimiliki perusahaan ke dalam bentuk investasi surat-surat berharga.

Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai serta bobot 3 SKS, mata kuliah Teori Portofolio dan Analisis Investasi terdiri dari 9 modul yang pengorganisasiannya sebagai berikut.

Pengertian dan Instrumen Pasar Modal. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar Anda mampu menjelaskan tentang pasar modal dan instrumennya.

Return yang Diharapkan dan Risiko Portofolio. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar Anda dapat menjelaskan besarnya return dan risiko yang diharapkan dalam suatu investasi yang rasional.

Model-model Keseimbangan. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar Anda mampu menentukan portofolio yang optimal dengan menggunakan model Capital Aset Pricing Model dan model Arbitrage Pricing Theory.

Penilaian Saham. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar Anda mampu menghitung nilai saham baik secara fundamental maupun secara teknikal.

Obligasi. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar Anda mampu menghitung nilai obligasi.

Penilaian Obligasi. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar Anda mampu menentukan harga obligasi dengan berbagai tingkat bunga dengan menggunakan berbagai strategi investasi obligasi.

Sekuritas Derivatif. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar Anda mampu menentukan harga opsi..

Sekuritas Derivatif Lanjutan. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar Anda mampu menghitung berapa besarnya bukti (right), waran (warrant) dan obligasi konversi (convertible bonds).

Futures. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar Anda mampu menjelaskan mengenai indeks futures dan penggunaan indeks tersebut untuk manajer investasi.

Agar lebih memudahkan dalam memahami mata kuliah ini, berikut disampaikan desain instruksional yang menggambarkan tujuan instruksional dari tiap topik bahasan dan kompetensi-kompetensi pendukung yang harus Anda kuasai untuk mencapai kompetensi utama mata kuliah ini.

Dengan mempelajari setiap modul dengan cermat sesuai petunjuk yang ada serta mengerjakan semua latihan dan tes yang diberikan secara sungguh-sungguh, Anda akan berhasil dalam menguasai tujuan yang telah ditetapkan.

 

Rangkuman

MODUL 1 : PENGERTIAN DAN INSTRUMEN PASAR MODAL

Kegiatan Belajar 1: Pasar Modal
Perusahaan dalam memenuhi kebutuhan dananya dapat memperoleh dananya melalui dua cara, yaitu diperoleh dari intern perusahaan dan dari ekstern perusahaan. Kebutuhan dana yang diperoleh dari intern perusahaan berasal dari dana yang dihasilkan oleh usaha perusahaan , misalnya :sebagian laba ditahan dan penyusutan, sedangkan kebutuhan dana yang diperoleh dari ekstern adalah dana yang diperoleh bukan dari usaha perusahaan, misalnya dengan meminjam di bank atau lembaga keuangan lain atau dapat juga menjual saham di pasar modal. Pasar modal dari fungsi dan ruang lingkupnya dapat dibedakan dalam beberapa jenis, yaitu; pasar sekunder, pasar perdana, pasar lelang dan pasar negosiasi.

Pelaku pasar modal terdiri dari lembaga-lembaga yang kegiatannya berhubungan dengan pasar modal. Para pelaku ini dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok, yaitu :

Pertama, badan yang bertugas mengawasi jalannya pasar modal, di Indonesia tanggung jawab ini dipegang oleh Bapepam. Kedua, pihak-pihak yang secara langsung terlibat dalam perdagangan sekuritas: emiten, investor, badan pengelola bursa dan perantara/pedagang sekuritas. Ketiga, pihak yang mendukung kepastian, kelancaran, dan ketertiban pasar modal (Kustodian Sentral Efek Indonesia dan Kliring Penjamin Efek Indonesia), Penanggung (Guarantor) dan Wali Amanat (Trustee).

Kegiatan Belajar 2: Instrumen Pasar Modal
Sekuritas yang diperdagangkan di pasar modal biasanya disebut instrumen pasar modal. Instrumen pasar modal ini terdiri dari: saham biasa, obligasi dan reksadana. Adapun instrumen derivatif di pasar modal ada dua jenis yaitu opsi dan futures, dari kedua instrumen derivatif tersebut masih ada instrumen pecahan dari keduanya

 

 

MODUL 2 : RETURN YANG DIHARAPKAN DAN RISIKO PORTOFOLIO

Kegiatan Belajar 1: Investasi
Dalam dunia usaha, setiap kita melakukan investasi maka investasi tersebut akan selalu mengandung keuntungan atau pengembalian (return) dan risiko. Pengembalian (return) merupakan kompensasi atau imbalan yang diharapkan di masa datang oleh investor atas waktu dan risiko yang terkait dengan investasi yang dilakukan. Pengembalian (return) ini dapat berupa pengembalian yang telah terjadi (actual return) dan pengembalian yang diharapkan (expected return). Sedangkan Risiko merupakan besarnya penyimpangan atas keuntungan yang diharapkan karena adanya investasi terhadap keuntungan faktual. Semakin besar penyimpangannya berarti semakin besar tingkat risikonya. Keputusan apakah investasi akan dilaksanakan atau tidak sangat tergantung dari perbandingan antara return dan risiko.

Tinggi rendahnya sikap investor terhadap risiko bergantung kepada preferensi investor tersebut terhadap risiko. Berdasarkan tingkat preferensi investor terhadap risiko, maka risiko dibedakan menjadi tiga, yaitu: (1) investor yang menyukai risiko atau pencari risiko (risk seeker); (2) investor yang netral terhadap risiko (risk neutral); (3) investor yang tidak menyukai risiko (risk averter)

Selain mempertimbangkan return dalam mengambil keputusan investasi, investor juga perlu mempertimbangkan risiko, ada beberapa jenis risiko yang perlu dipertimbangkan antara lain: (1) risiko suku bunga; (2) risiko pasar; (3) risiko inflasi; (4) risiko bisnis; (5) risiko finansial; (6) risiko likuiditas dan (7) risiko nilai tukar mata uang.

Kegiatan Belajar 2: Risiko dan Pengembalian (Risk and Return)
Sesuai pengertian risiko, risiko diartikan sebagai penyimpangan dari apa yang diharapkan. Karena yang diharapkan dari investasi adalah return (pengembalian), maka biasanya risiko diukur dari variabilitas dari return-nya.

Dalam kaitan antara return dan risiko maka terdapat hubungan langsung antara harga dan tingkat pengembalian. Harga, P0, untuk setiap aset adalah sama dengan jumlah dari pembayaran kas yang diharapkan akan diterima investor yang didiskontokan pada tingkat pengembalian, r, yang diminta investor.

Investor dapat menginvestasikan dananya kepada investasi riil atau investasi finansial. Investasi finansial biasanya diujudkan dalam pembelian sekuritas. Sekuritas dapat diartikan sebuah dokumen yang mengidentifikasi hak atau klaim atas aset dan setiap aliran kas mendatang yang diperoleh perusahaan. Sedang portofolio merupakan sekumpulan dari sekuritas. Istilah sekuritas mempunyai pengertian yang luas. Tidak saja terbatas pada saham atau obligasi saja, surat pembelian mobil atau sertifikat tanah bisa masuk dalam pengertian sekuritas. Untuk itu dalam perhitungan tingkat pengembalian yang diharapkan dari saham individual dan tingkat pengembalian yang diharapkan dari portofolio akan berbeda hasilnya.

 

MODUL 3 : MODEL-MODEL KESEIMBANGAN

Kegiatan Belajar 1: Capital Asset Pricing Model
Hubungan antara return dan risiko dapat dikembangkan menjadi suatu model keseimbangan risiko-return. Model keseimbangan yang dapat dikembangkan adalah salah satunya dengan model Capital Asset Pricing Model (CAPM). Model CAPM dapat diformulasikan sebagai berikut.

E(Ri) = = RF + bi [E(RM) - RF].

Kegiatan Belajar 2: Pricing Theory Abritage
Arbitrage Pricing Theory (APT) mendasarkan diri atas prinsip hukum satu harga, yang menyatakan bahwa sekuritas yang mempunyai karakteristik yang sama, tidak akan bisa dihargai dengan harga yang berbeda. Tidak seperti Capital Asset Pricing Model (CAPM) yang menggunakan asumsi bahwa portofolio pasar merupakan portofolio yang efisien, APT tidak menggunakan asumsi apapun tentang portofolio pasar. APT hanya mengatakan bahwa tingkat keuntungan suatu saham dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu, yang jumlahnya bisa lebih dari satu.

Sayangnya teori ini tidak menjelaskan faktor-faktor apa yang mempengaruhi pembentukan harga sekuritas. Teknik statistik yang disebut sebagai factor analysis bisa dipergunakan untuk mengidentifikasikan berapa faktor yang terdapat dalam persoalan (dengan menggunakan input matriks koefisien korelasi), tetapi tidak menunjukkan apa faktor-faktor tersebut. Berbagai penelitian tentang aplikasi APT menunjukkan beberapa faktor yang dapat menjelaskan perubahan tingkat keuntungan. Meskipun demikian, beberapa penelitian dan mungkin menemukan faktor yang berbeda.

 

MODUL 4 : PENILAIAN SAHAM

Kegiatan Belajar 1: Penilaian Saham
Di dalam penentuan harga saham perlu mendasarkan atas estimasi arus kas yang akan diterima oleh pemilik saham tersebut. Arus kas tersebut terdiri dari dividen dan penjualan kembali saham tersebut. Apabila kita tidak mampu untuk menaksir arus kas tersebut dengan tepat, maka kemungkinan analisis kita salah, sehingga oleh karena itu kita akan selalu menanggung risiko. Karena sesungguhnya sangat sulit bagi seorang investor untuk dapat dengan tepat menaksir arus kas perusahaan tersebut.

Karena adanya kesulitan untuk menggunakan arus kas yang di-present value-kan dalam menentukan harga saham, maka muncul beberapa model penyederhanaan, adapun model penyederhanaan tersebut adalah sebagai berikut:
model diskonto dividen; model pertumbuhan nol;
model pertumbuhan konstan;
model pertumbuhan tidak konstan atau ganda;
model pendekatan PER.

Kegiatan Belajar 2: Pendekatan Penilaian Saham Lainnya
Di dalam penentuan harga saham perlu mendasarkan atas estimasi arus kas yang akan diterima oleh pemilik saham tersebut. Arus kas tersebut terdiri dari dividen dan penjualan kembali saham tersebut. Apabila kita tidak mampu untuk menaksir arus kas tersebut dengan tepat, maka kemungkinan analisis kita salah, sehingga oleh karena itu kita akan selalu menanggung risiko. Karena sesungguhnya sangat sulit bagi seorang investor untuk dapat dengan tepat menaksir arus kas perusahaan tersebut.

Karena adanya kesulitan untuk menggunakan arus kas yang di- present value-kan dalam menentukan harga saham, maka muncul beberapa model penyederhanaan, adapun model penyederhanaan tersebut adalah sebagai berikut:
model diskonto dividen; model pertumbuhan nol;
model pertumbuhan konstan;
model pertumbuhan tidak konstan atau ganda;
model pendekatan PER; dan
model pendekatan lainnya.

 

MODUL 5 : OBLIGASI

Kegiatan Belajar 1: Karateristik Obligasi
Obligasi dapat diterbitkan dengan beraneka ragam sifat atau karakter. Faktor yang terpenting dalam penentuan harga obligasi adalah tingkat bunga. Besarnya bunga atau interes yang diberikan, selain jangka waktu obligasi, akan mempengaruhi tingkat keuntungan (yield) yang diperoleh para investor. Bila tingkat bunga yang berlaku umum meningkat, maka tingkat harga obligasi akan menurun, bila hal-hal lain ceteris paribus (dianggap tidak terjadi perubahan).

Beberapa lembaga mungkin melakukan rating obligasi. Seperti halnya dilakukan oleh Standard & Poor (S & P) dan Moody’s di Amerika Serikat. Lembaga yang melakukan rating obligasi di Indonesia adalah PT. Pemerintah Efek Indonesia (Pefindo).

 

MODUL 6 : PENILAIAN OBLIGASI

Kegiatan Belajar 1: Penilaian Obligasi
Obligasi adalah surat berharga (biasanya berjangka panjang atau lebih dari satu tahun) yang diterbitkan oleh suatu perusahaan atau pemerintah. Pemilik obligasi akan menerima pembayaran sejumlah uang tertentu yang dibayarkan secara berkala (misalnya setiap tahun atau setiap 6 bulan), hal ini disebut coupon interest payment atau pembayaran bunga kupon.

Untuk obligasi dengan jumlah bunga tetap, jumlah pembayaran bunga adalah tetap dan ditentukan pada saat obligasi diterbitkan. Tingkat bunga kupon pada obligasi adalah jumlah pembayaran bunga kupon dibagi nilai nominal.

Sedangkan untuk obligasi yang bersifat floating atau mengambang, bunga obligasi tidak tetap tetapi berfluktuasi menyesuaikan dengan perubahan suku bunga pasar.

Penilaian obligasi dilakukan dengan pendekatan discounted cash flow mengatakan bahwa nilai obligasi adalah present value dari semua penerimaan akibat membeli obligasi.

Kegiatan Belajar 2: Tingkat Bunga Obligasi
Obligasi memiliki nilai nominal yang sering disebut sebagai par value. Par value ini merupakan nilai yang akan dibayar oleh penerbit obligasi kepada pemegang obligasi pada tanggal yang telah ditentukan di masa yang akan datang.

Seperti telah dijelaskan di modul sebelumnya bahwa obligasi merupakan aset finansial yang mempunyai beban tetap yang berupa biaya bunga bagi perusahaan yang mengeluarkan obligasi. Penerimaan bunga yang dibayarkan setiap tengah tahun akan berbeda apabila bunga dibayarkan setiap tahun.

Harga obligasi juga akan ditentukan oleh nilai intrinsik obligasi tersebut. Seperti telah dijelaskan di sebelumnya bahwa nilai intrinsik obligasi sangat terkait besarnya nilai r, yaitu tingkat keuntungan yang disyaratkan atau yield obligasi.

Hubungan antara yield dan harga obligasi menunjukkan adanya hubungan yang terbalik. Dari keempat keadaan yang menggambarkan hubungan antara yield dan harga obligasi kita dapat menyimpulkan bahwa harga obligasi akan berubah jika ada perubahan pada tingkat bunga pasar dan yield yang disyaratkan oleh investor dengan arah yang berlawanan.

Pengaruh perubahan tingkat bunga pasar terhadap harga obligasi, juga akan terkait dengan maturitas dari obligasi tersebut. Bila terjadi kenaikan (penurunan) tingkat bunga maka harga obligasi yang mempunyai maturitas lebih lama akan mengalami penurunan (kenaikan) harga yang lebih besar dibandingkan dengan obligasi yang mempunyai maturitas yang lebih pendek, ceteris paribus

 

MODUL 7 : SEKURITAS DERIVATIF

Kegiatan Belajar 1: Opsi
Opsi, sebagaimana instrumen sekuritas yang lain diatur oleh pemerintah melalui lembaga yang berwenang untuk mengaturnya (dalam hal ini oleh BAPEPAM). Untuk di Indonesia, Bapepam (Badan Pengawas Pasar Modal) mewakili pemerintah dalam mengawasi perkembangan pasar modal termasuk di dalamnya adalah opsi. Aktivitas opsi di pasar modal ada keterkaitan dengan aktivitas lain di pasar modal. Hal ini investor opsi mempengaruhi keputusan investasi investor. Strategi yang berbeda dapat dikembangkan dalam memperbesar keuntungan atau memperkecil risiko. Oleh karena itu biasanya investor (baik institusional maupun individual) memakai beberapa model untuk mencapai alternatif yang optimal. Biasanya investor di dalam strategi akan mempergunakan model yang dikembangkan oleh Blacks dan scholes. Namun demikian investor harus mengetahui keterbatasan dan kelemahan opsi. Dengan demikian investor akan dapat menentukan waktu yang tepat untuk memanfaatkan opsi dan strategi apa yang paling baik dan tepat agar dapat memperoleh keuntungan.

 

 

MODUL 8 : SEKURITAS DERIVATIF LANJUTAN

Kegiatan Belajar 1: Bukti (Right), Waran (Warrant), dan Obligasi Konversi (Convertible Bonds)
Berbagai jenis sekuritas yang diterbitkan di pasar modal dan diperdagangkan di bursa efek dapat dibagi menjadi berbagai kelompok, yaitu (1) saham, (2) sekuritas yang memberikan penghasilan tetap, dan (3) sekuritas yang bersifat derivatif. Pada bab ini dibicarakan konsep valuasi dan analisis sekuritas-sekuritas tersebut, yang meliputi saham, obligasi, sertifikat bukti right, opsi, waran, dan obligasi konversi..

Analisis saham dapat dilakukan dengan menggunakan dividend approach model (berdasarkan pada arus kas) ataupun dengan menggunakan pendekatan kelipatan laba (earnings multiplier). Model mana yang akan digunakan hendaknya dikaitkan dengan karakteristik saham-saham yang dianalisis. Apabila saham yang dianalisis selalu membagikan dividen dengan rasio payout yang sama, pertumbuhan dividennya relatif konstan karena sudah memasuki tahap maturity, penyederhanaan dividend approach model dengan menggunakan constant growth model dapat digunakan. Apabila rasio pembagian dividen diperkirakan akan berubah dari waktu ke waktu, pertumbuhan labanya bervariasi dari tahun ke tahun, model pertumbuhan lain perlu digunakan.

Analisis dapat dilakukan dengan membandingkan nilai intrinsik suatu saham dengan harga pasar saat ini, atau dapat juga dilakukan secara cross sectional. Analisis cross sectional berarti menilai kewajaran harga suatu saham relatif terhadap saham-saham lain yang dipilih dalam analisis. Kedua cara tersebut disebut analisis dengan memperhatikan faktor-faktor fundamental.

Meskipun demikian, terdapat pula analisis dengan mengandalkan pada pengamatan alas perubahan harga di waktu yang lalu. Cara semacam ini disebut analisis teknikal.

Untuk obligasi, faktor yang sangat menentukan adalah tingkat bunga. Kepekaan suatu obligasi terhadap perubahan tingkat bunga ditunjukkan oleh duration obligasi tersebut. Semakin besar duration-nya, semakin peka obligasi tersebut terhadap perubahan suku bunga.

Sertifikat bukti right menunjukkan hak untuk membeli saham dengan harga tertentu. Apabila dana yang diperoleh dari penerbitan right sewaktu dipergunakan hanya memberikan NPV = 0, maka pemodal tidak akan menderita kerugian ataupun memperoleh manfaat dari penerbitan bukti right. Pemodal akan bertambah kemakmurannya kalau dana yang dihimpun dengan right issue dapat digunakan dengan menghasilkan NPV positif.

Teori penentuan harga opsi menjelaskan bagaimana melakukan valuasi opsi. Teori ini juga berguna untuk membahas dan menaksir nilai warrant dan convertible bond. Warrant adalah opsi untuk membeli sejumlah saham biasa dengan harga tertentu. Biasanya warrant dijual bersama-sama obligasi, meskipun mungkin saja kedua instrumen keuangan diperjualbelikan secara terpisah. Convertible bonds merupakan obligasi yang bisa ditukar menjadi saham biasa. pemodal akan mengonversikan CB menjadi saham biasa kalau pada saat jatuh tempo harga saham lebih tinggi dan nilai normal CB.

Dengan memahami teori pembentukan harga opsi, jelaslah bahwa penawaran sekuritas-sekuritas yang berkarakteristik opsi bukanlah dilakukan dengan maksud merugikan pemodal. Memang benar bahwa pembeli opsi akan menanggung risiko yang lebih besar dari pembeli saham biasa. Meskipun demikian, risiko yang tinggi ini berarti bahwa kemungkinan menderita rugi atau memperoleh laba juga besar.

MODUL 9 : FUTURES

Kegiatan Belajar 1: Kontrak Futures
Futures menunjukkan kewajiban untuk melakukan sesuatu, dan bukan hak seperti dalam opsi. Meskipun futures mempunyai risiko yang sangat tinggi, sebenarnya sekuritas tersebut dapat dipergunakan untuk melakukan hedging, yang berarti justru memperkecil risiko. Hanya saja, selain untuk hedging, pemodal juga dapat berspekulasi dengan futures. Karena risiko sangat tinggi, maka spekulasi dengan futures akan mengakibatkan pemodal menanggung risiko yang sangat tinggi.

Penetapan harga kontrak futures dipengaruhi oleh beberapa faktor, untuk itu untuk menghitung harga futures perlu menggunakan asumsi, yaitu dijual pada pasar tunai, tingkat pengembalian pasti, jangka pengantaran pasti dan suku bunga pasti diketahui.

Dalam penentuan harga kontrak futures bisa saja harga futures tersebut dengan strategi apapun tidak mendatangkan laba arbitrase, Oleh karena itu, harga tersebut merupakan harga keseimbangan, karena harga futures di atas maupun di bawah nilai tersebut memungkinkan timbulnya laba arbitrase.

Harga teoritis futures dapat lebih tinggi daripada harga pasar tunai (pada premi) atau lebih rendah dari harga pasar tunai (pada diskonto), tergantung dari (r – y). Suku r – y, yang merupakan selisih antara biaya pendanaan dan hasil atas aktiva, disebut biaya pendanaan bersih. Biaya pendanaan bersih ini umumnya disebut juga biaya penyimpanan (cost of carry). Biaya penyimpanan positif berarti hasil yang diperoleh lebih besar dari biaya pendanaan; sedangkan biaya penyimpanan negatif menunjukkan adanya biaya pendanaan yang lebih besar daripada hasil yang diperoleh.

DAFTAR PUSTAKA

  • Brigham, Eugene F. and Joel F. Houston. (1999). Fundamentals of Financial Management. Harcourt, Forth Worth.
  • Elton and Gruber. (1995). Modern Portfolio: Theory and Investment Analysis. New York: Wiley.
  • Hanafi, Mamduh M. (2004). Manajemen Keuangan. Yogyakarta: BPFE.
  • Husnan, Suad. (2000). Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Yogyakarta: UPP AMP YKPN.
  • Tandelilin, Eduardus. (2001). Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio. Edisi
  • Halim, Abdul. (2005). Analisis Investasi. Jakarta: Salemba Emban Patria.
  • Frensidy, Budi. (2005). Matematika Keuangan. Jakarta: Salemba Emban Patria.
  • Atmaja, Lukas Setia. (2001). Manajemen Keuangan. Edisi Revisi, Yogyakarta: Andi.
  • Sunariyah. (2003). Pengantar Pengetahuan Pasar Modal. Edisi Ketiga, Yogyakarta: UPP AMP YKPN.
  • Frank J. Fabozzi. (1995). Manajemen Investasi. Buku Dua, Salemba Empat, Simon & Schustur (Asia) PT. Ltd. Prentice Hall.
  • Tandelilin, Eduardus. (2001). Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio, Edisi Pertama. Yogyakarta: BPFE.

 

Sumber : www.ut.ac.idfile jTriwiyanto

Materi TUTORIAL ONLINE

PENGANTAR AKUNTANSI (EKMA 4115)

PENYAJIAN MATERIAL TUTORIAL ONLINE – UNIVERSITAS TERBUKA

MATA KULIAH : EKMA 4115 PENGANTAR AKUNTANSI

Disajikan dalam 3 sajian yaitu sbb :

Materi Online I : meliputi sbb : I.) Ruang Lingkup Akuntansi & Laporan Keuangan II.)Siklus Akuntansi dan Tugas I

Materi Online II : meliputi sbb : III.) Akuntansi Persekutuan; IV.)Akuntasi Perusahaan Dagang dan Tugas II

Materi Online III : meliputi sbb : V. Akuntansi Utang Jangka Panjang & Perseroan dan Tugas III

 

Semua materi diatas adalah merupakan materi kuliah online yang penulis terima selama mengikuti perkuliahan onlie di Universitas Terbuka. Materi tersebut diperoleh dari website ut yaitu www.ut.ac.id

Terima kasih bagi para tutor atas segala materinya. Blogger : jTriwiyanto

Pengantar dari Tutor :

Selamat bergabung dan berjumpa kembali dalam Tutorial Online dengan matakuliah Pengantar Akuntansi (EKMA 4115). Pada Tutorial Online ini Anda memperoleh penjelasan singkat mengenai materi yang akan kita bahas dan Anda dapat mengemukakan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi tersebut, dan tutor akan memberikan tugas-tugas yang dapat menambah kontribusi nilai Anda.  Pergunakanlah kesempatan ini sebaik mungkin, jangan ragu untuk mengemukakan pendapat atau pertanyaan kepada kami. Partisipasi Anda dalam Tutorial Online ini akan sangat bermanfaat bagi Anda sendiri dalam belajar mandiri. Selain itu Tutorial Online ini memberikan kontribusi nilai sebesar 10 % dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan pada diskusi kelas yang disampaikan oleh tutor.

Jadwal Kegiatan Tutorial Online Pengantar Akuntansi :

1.      Ruang Lingkup Akuntansi & Laporan Keuangan

2.      Siklus Akuntansi

3.      Tugas I

4.      Akuntansi Persekutuan

5.      Akuntasi Perusahaan Dagang

6.      Tugas II

7.      Akuntansi Utang Jangka Panjang & Perseroan

8.      Tugas III

 

Mari kita mulai saja tutotial ini yang diawali dengan penyampaian materi yang dilanjutkan dengan diskusii kelas dengan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh tutor.

 

Materi Tutorial Onlie I

PENGANTAR AKUNTASI (EKMA 4115)

I. RUANG LINGKUP AKUNTANSI & LAPORAN KEUANGAN ( Financial Statement )

A. RUANG LINGKUP AKUNTANSI

Pengertian Akuntansi

§         Menurut Horngern (2000), akuntansi didefinisikan sebagai proses pencatatan, pengukuran dan penyampaian-penyampaian informasi ekonomi agar dapat dipakai sebagai dasar pengambilan keputusan atau kebijaksanaan.

§         Menurut Sunyanto (1999), pengertian akuntansi itu adalah suatu tahapan proses pengumpulan, pengidentifikasian, pencatatan, penggolongan, peringkasan dan penyajian/pelaporan dari transaksi-transaksi keuangan serta penafsiran hasilnya guna pengambilan keputusan.

§         Menurut AICPA (American Institute of Certified Public Accountant), akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan dan pengikhtisaran dengan cara tertentu dalam ukuran moneter, transaksi dan kejadian-kejadian yang umumnya bersifat keuangan dan termasuk menafsirkan hasil-hasilnya.

Pihak-pihak yang berkepentingan (Stakeholders)

Akuntansi menyediakan informasi akuntansi berupa laporan-laporan bagi pihak yang berkepentingan (Stakeholders) mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi perusahaan, pihak-pihak tersebut dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu pihak internal dan eksternal.

1.      Pihak internal adalah pengelola perusahaan (manajemen) yaitu pihak yang bertanggungjawab di dalam mengarahkan jalannya perusahaan, seperti manajer perusahaan. Manager / pimpinan perusahaan membutuhkan laporan keuangan untuk mengetahui dengan tepat posisi keuangan, guna pengambilan keputusan dalam merencanakan, melaksanakan, mengawasi, menilai dan mempertanggungjawabkan keberhasilan dalam mengelola perusahaan.

2.      Pihak eksternal adalah pihak-pihak di luar perusahaan yang bukan merupakan bagian dari smanajemen perusahaan sehari-hari, yaitu para investor, kreditor, pemilik perusahaan / pemegang saham dan badan pemerintah serta instasi perpajakan.

§         Kreditur dalam hal ini misalnya bank, tentunya harus dapat menilai apakah perusahaan yang mengajukan permintaan kredit mampu mengembalikan pinjaman atau tidak. Kreditur akan menolak suatu usulan/permintaan kredit dari suatu perusahaan bila informasi akuntansi perusahaan itu meragukan atau menunjukkan hal yang negatif, bankir akan mempertanyakan tentang kemampuan dan reputasi manajer perusahaan atau meminta pemegang saham utama perusahaan tersebut untuk memberikan jaminan atas utang perusahaan.

§         Investor adalah anggota masyarakat yang mampu/mempunyai permodalan, yang bila akan menginvestasikan modalnya memerlukan data informasi akuntansi (keuangan) perusahaan untuk mengukur tingkat kemampuan-labaan perusahaan.

§         Pemilik perusahaan atau pemegang saham dapat menggunakan laporan keuangan untuk mengetahui seberapa jauh perkembangan perusahaannya dan bagaimana prospeknya di masa yang akan datang.

§        Karyawan perusahaan dapat mengetahui posisi keuangan dan kemajuan perusahaan melalui laporan keuangan, sehingga dapat menentramkan karyawan dalam kelangsungan kerjannya.

§         Lembaga pemerintah / instasi perpajakan memerlukan informasi akuntansi untuk keperluan pemungutan pajak, perusahaan diharuskan untuk membuat laporan keuangan oleh pemerintah untuk menetapkan besarnya pajak yang harus dibayar oleh perusahaan.

Bidang spesialisasi akuntansi

Dalam prakteknya akuntansi memiliki beberapa bidang spesialisasi yang berbeda. Bidang spesialisasi akuntansi secara garis besar dibedakan menjadi 2(dua) yaitu : akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen.

1)      Akuntansi keuangan (financial accounting) adalah bidang akuntansi yang berkaitan dengan pencatatan dan pelaporan data serta kegiatan ekonomi perusahaan yang menghasilkan laporan keuangan secara periodik yang dapat digunakan sebagai informasi intern dan ekstern perusahaan.

2)      Akuntansi manajemen (management accounting) adalah bidang akuntansi yang berkaitan dengan pengambilan keputusan atas berbagai alternatif tindakan dan membantu memilih alternatif yang paling baik yang harus diambil oleh pengelola perusahaan. Akuntansi manajemen juga membantu manajemen dalam menjalankan operasi perusahaan sehari-hari dan merencanakan masa depan operasi.

 

Sedangkan yang termasuk bidang-bidang spesialisasi akuntansi lain adalah akuntansi biaya, akuntansi perpajakan, akuntansi anggaran, sistem akuntansi, dan akuntansi sosial. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut :

1)      Akuntansi biaya merupakan bidang akuntansi yang menekankan pada penentuan dan pengendalian biaya selama proses produksi dan harga pokok dari barang yang selesai diproduksi.

2)      Akuntansi perpajakan merupakan bidang akuntansi yang menekankan pada penyusunan SPT (Surat Pajak TerUtang) dan mempertimbangkan efek perpajakan dari suatu transaksi atau alternatif berbagai tindakan.

3)      Akuntansi anggaran merupakan bidang akuntansi yang menyajikan rencana kegiatan keuangan untuk suatu periode, melalui catatan dan ikhtisar, serta menyediakan data perbandingan antara kegiatan sesungguhnya dengan rencananya.

4)      Akuntansi pemerintahan merupakan bidang akuntansi yang menekankan pada pencatatan dan pelaporan transaksi dari lembaga pemerintah atau lembaga sosial dengan peraturan dan perundang-undangan yang mengikat lembaga-lembaga tersebut.

5)      Sistem Akuntansi adalah bidang akuntansi yang menekankan masalah perancangan prosedur, metode dan teknik untuk mencatat dan mengolah transaksi perusahaan.

6)      Akuntansi sosial merupakan bidang akuntansi yang cenderung membahas dan mengukur biaya sosial dan manfaatnya, misalnya mengukur pola kepadatan lalu lintas sebagai bagian dari studi penentuan pemakaian dana transportasi yang paling efisien.

 

Konsep Dasar Akuntansi

Konsep akuntansi dibedakan menjadi 2 (dua) konsep dasar, yaitu :

a)      Konsep Entitas Usaha (Business Entity Concept), merupakan konsep akuntansi yang didasarkan pada entitas usaha, yaitu membatasi data ekonomi dalam sistem akuntansi terhadap data yang berhubungan langsung dengan kegiatan usaha. Perusahaan dipandang sebagai entitas terpisah dari pemilik, kreditor atau pihak yang berkepentingan, atau dengan kata lain aktivitas usaha dicatat secara terpisah dari aktivitas pihak yang berkepentingan. Sebagai contoh, Hendry seorang pemilik usaha foto copy mempunyai rekening koran yang saldonya di bank sebesar Rp. 15 juta pada akhir tahun. Hasil dari operasi usahanya hanya setengahnya yaitu Rp. 7,5 juta dan sisanya sebesar Rp. 7,5 juta berasal dari penjualan motor milik keluarganya. Jika Hendry mengikuti konsep entitas, ia akan memperlakukan uang yang dihasilkan dari usahanya sebagai bagian yang terpisah dari uang yang dihasilkan dari penjualan barang yang bukan milik perusahaan tetapi miliknya sendiri. Konsep entitas menetapkan bahwa pembukuan terhadap hasil operasi perusahaan sebesar 7,5 juta dilakukan terpisah dengan aktiva atau Utang pribadi/pemilik perusahaan sebesar 7,5 juta pula. Pemisahan ini akan memperjelas dalam melihat posisi keuangan perusahaan.

b)      Konsep Biaya (Cost Concept), merupakan konsep akuntansi yang menyatakan bahwa barang atau jasa yang dibeli oleh suatu entitas dicatat pada harga saat  transaksi tersebut terjadi. Cara pencatatan ini mengunakan prinsip harga historis (Historical Cost). Sebagai contoh, toko elektronik pada tanggal 1 Agustus 2001 perusahaan membeli barang-barang elektronik dengan harga Rp. 10 juta rupiah. Konsep biaya menetapkan bahwa transaksi tersebut harus dicatat berdasarkan harga perolehan yang sesungguhnya, yaitu tetap seharga Rp. 10 juta meskipun setelah transaksi harga barang elektronik tersebut telah mengalami kenaikan menjadi Rp.12,5 juta. Catatan akuntansi harus tetap mempertahankan nilai historis dari suatu aktiva selama perusahaan itu memilikinya dan biaya perolehan itu merupakan nilai atau ukuran yang dapat diandalkan.

Prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum

Prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum atau generally accepted accounting principles (GAAP) merupakan sistem standar penilaian data keuangan suatu perusahaan dalam membuat suatu laporan akuntansi. Prinsip-prinsip akuntansi ini dikembangkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) guna mengetahui perbandingan kinerja dan kondisi keuangan antar perusahaan. Saat ini, Financial Accounting Standars Board (FASB) merupakan lembaga yang mempunyai kewenangan di Amerika Serikat dengan tugas utama mengembangkan prinsip-prinsip akuntansi.

Pengaruh suatu transaksi terhadap persamaan akuntansi

Sebelum menjelaskan pengaruh suatu transaksi terhadap persamaan akuntansi, akan dijelaskan lebih dahulu pengertian Transaksi. Transaksi adalah suatu kejadian atau kondisi ekonomi yang secara langsung mempengaruhi kondisi keuangan atau hasil operasi suatu entitas.

Sedangkan yang disebut persamaan akuntansi adalah hubungan antara aktiva, kewajiban (liabilities) dan modal pemilik (owner equity) yang dinyatakan dalam suatu persamaan. Unsur-unsur persamaan akuntansi terdiri dari 3 (tiga) yaitu : aktiva, Utang (liabilities) dan modal pemilik (owner equity).

Aktiva = Modal

Aktiva mungkin pula diperoleh dari pinjaman pihak luar, yaitu biasa disebut juga Utang/Kewajiban, maka persamaan diatas akan berubah menjadi :

Aktiva = Utang + Modal

Utang/Kewajiban sering juga disebut dengan Pasiva, maka persamaan tersebut menjadi :

Aktiva = Pasiva

 

Persamaan akuntansi itu adalah keseimbangan antara sisi Aktiva (kiri) dan sisi Pasiva (kanan).

§        Aktiva (assets) adalah kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan dan memberikan keuntungan bagi usaha tersebut di masa mendatang. Contohnya kas, piutang, tanah/bangunan, kendaraan, peralatan dan lain-lain.

§        Utang (liabilities) adalah berupa Utang atau pinjaman yang harus dibayarkan kepada pihak luar.

§        Modal pemilik (owner equity) adalah jumlah aktiva yang tersisa setelah dikurangi kewajiban-kewajiban.

Contoh Soal :

Tuan Edy menyetor uang tunai sebesar Rp. 1.000.000 sebagai modal pertama dalam usahanya. Berikut adalah transaksi-transaksi yang terjadi :

A       Dibayar sewa tempat usaha sebesar Rp. 250.000

B       Dibeli perlengkapan usahanya sebesar Rp. 100.000 tunai

C       Dibeli peralatan sebesar Rp. 300.000 secara kredit.

D       Diterima pendapatan dari usahanya Rp. 400.000

E        Dibayar sebagian utang Rp. 200.000

F        Dibayar macam-macam beban Rp. 150.000

G       Diambil uang tunai untuk keperluan prive Rp. 50.000

Tentukan persamaan akuntansi sederhana dari berbagai transaksi tersebut ?

Penyelesaian :

Persamaan Akuntansi

 

A K T I V A

P A S S I V A

Harta

Utang

Modal

 

Kas

Perlengkapan

Peralatan

Utang

Modal Edy

 

1.000.000

   

1.000.000

A

(250.000)

   

(250.000)

 

750.000

   

750.000

B

(100.000)

100.000

   

 

650.000

100.000

   

750.000

C

300.000

300.000

 

650.000

100.000

300.000

300.000

750.000

D

400.000

400.000

 

1.050.000

100.000

300.000

300.000

1.150.000

E

(200.000)

(200.000)

 

850.000

100.000

300.000

100.000

1.150.000

F

(150.000)

(150.000)

 

700.000

100.000

300.000

100.000

1.000.000

G

(50.000)

(50.000)

 

650.000

100.000

300.000

100.000

950.000

B. LAPORAN KEUANGAN (Financial Statement)

Laporan Keuangan adalah laporan formal tentang informasi keuangan perusahaan. Laporan keuangan suatu perusahaan terdiri dari 4 (empat) laporan yaitu Neraca (laporan posisi keuangan), Laporan Laba Rugi, Laporan perubahan modal dan Laporan arus kas.

1.             Neraca adalah daftar yang sistematis dari aktiva, utang dan modal pada tanggal tertentu, yang biasanya dibuat pada akhir bulan atau akhir tahun. Neraca sering disebut juga dengan Laporan posisi keuangan.

Manfaat neraca bagi suatu perusahaan adalah untuk mengetahui tentang :

§           Jumlah kekayaan perusahaan

§           Kemampuan perusahaan untuk membayar utang-utangnya (likuiditas dan solvabilitas)

§           Kemapuan perusahaan memperoleh tambahan pinjaman dari pihak luar (fleksibilitas)

§           Jumlah utang perusahaan pada kreditur

§           Jumlah investasi pemilik yang ada di dalam perusahaan

Bentuk penyajian neraca ada 2 (dua) yaitu :

a)      Bentuk Rekening (Skontro)

b)      Bentuk Laporan (Staffel)

Contoh bentuk Neraca dapat dilihat pada Buku Materi Pokok Pengantar Akuntansi (EKMA4115) halaman 4.16 dan 4.17.

2.            Laporan Laba Rugi adalah laporan yang membuat ikhtisar pendapatan dan beban suatu perusahaan untuk periode tertentu. Laporan laba rugi disebut juga dengan laporan laba atau operasi. Laporan laba rugi merupakan suatu gambaran tentang hasil usaha perusahaan atau operasi perusahaan.

Manfaat laporan laba rugi bagi perusahaan adalah untuk mengetahui tentang :

§           laba yang diperoleh atau rugi yang dialami suatu perusahaan.

§           Sebab-sebab perusahaan memperoleh keuntungan atau mengalami kerugian

§           informasi untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba dan sumber-sumber utama pendapatan perusahaan.

Contoh bentuk Laporan Laba Rugi dapat dilihat pada Buku Materi Pokok Pengantar Akuntansi (EKMA4115) halaman 4.32.

 

3.             Laporan Perubahan Modal adalah laporan yang memuat ikhtisar perubahan modal yaitu untuk periode tertentu satu bulan atau satu tahun.

Manfaat Laporan perubahan modal yaitu dapat diperolehnya sebab-sebab perubahan modal selama periode tertentu. Penambahan dalam modal pemilik berasal dari investasi yang dilakukan oleh pemilik dan dari laba bersih yang dihasilkan selama periode berjalan.  Pengurangan modal pemilik dari pengambilan pribadi oleh pemilik dan dari kerugian bersih selama periode berjalan.

Contoh bentuk Laporan Perubahan Modal dapat dilihat pada Buku Materi Pokok Pengantar Akuntansi (EKMA4115) halaman 4.50 sampai dengan 4.52.

 

4.             Laporan Arus Kas (cash flow) adalah laporan yang menggambarkan jumlah kas masuk berupa penerimaan kas dan jumlah kas keluar berupa pengeluaran atau pembayaran kas dalam suatu periode tertentu. Laporan arus kas wajib dibuat oleh setiap perusahaan, menurut Standar Akuntansi Keuangan 1994 (PSAK No. 2).

Arus kas dapat bersumber dari :

a)        Operasi, misalnya dari penjualan barang dagangan

b)        Investasi, misalnya dari penjualan aktiva jangka panjang

c)        Pendanaan (Financing), misalnya kredit bank.

Laporan ini berguna untuk mengevaluasi perubahan aktiva bersih perusahaan, serta untuk  mengetahui kenaikan atau penurunan bersih kas yang dimiliki oleh perusahaan selama periode berjalan dan saldo kas yang dimiliki perusahaan pada akhir periode.

Contoh bentuk Laporan Arus Kas dapat dilihat pada Buku Materi Pokok Pengantar Akuntansi (EKMA4115) halaman 4.55.

Hubungan antara Laporan Keuangan

Pelajarilah gambar berikut ini dengan seksama dan benar, karena gambar tersebut menunjukkan hubungan antara keempat jenis Laporan Keuangan.

Berikut ini Laporan Keuangan dari Kantor Akuntan Publik Hengki Waluyo . . . lihat di buku Modul.

1.        Laporan laba rugi periode 30 Januari 2002

a.              Melaporkan semua pendapatan dan semua beban selama periode tersebut

b.             Melaporkan laba bersih selama periode tersebut, pada kasus praktik akuntansi diatas Kantor Akuntan Publik Hengki Waluyo mendapatkan laba untuk periode Januari.

2.        Laporan perubahan modal periode 30 Januarri 2002

a.              Nilai sisa modal pemilik pada awal periode.

b.             Ditambah dengan investasi yang dilakukan pemilik dan juga ditambah laba bersih (atau dikurangi kerugian bersih, disesuaikan dengan kasus).

c.              Dikurangi dengan pengambilan pribadi oleh pemilik.

d.             Diakhiri dengan sisa modal pemilik pada akhir periode.

3.        Neraca periode 30 Januari 2002

a.              Melaporkan semua aktiva, kewajiban dan modal pemilik dari suatu usaha pada akhir periode tertentu.

b.             Melaporkan bahwa total aktiva sama dengan jumlah dari total kewajiban dengan total modal pemilik. Keadaan seimbang inilah yang menyebabkan laporan tersebut disebut neraca.

c.              Melaporkan nilai sisa akhir dari modal pemilik, yang diambil langsung dari laporan modal pemilik. (panah No. 2)

4.      Laporan arus kas

a. Melaporkan arus kas dari tiga jenis kegiatan yang dilakukan perusahaan (kegiatan operasional, investasi dan pembelanjaan) selama bulan tersebut. Setiap jenis kegiatan akan dirinci sehingga menghasilkan arus kas bersih untuk setiap periode teretes

 

II. SIKLUS AKUNTANSI

Siklus akuntansi bergerak melalui suatu aktivitas, dimana awal siklus tersebut manajemen merencanakan arah kemana bisnis tersebut akan bergerak dan memulai langkah-langkah penting yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan operasi perusahaan. Pada sepanjang siklus, yang biasanya selama 1 (satu) tahun, akuntan mencatat segala aktivitas operasi atau transaksi yang terjadi pada usaha tersebut. Kemudian akuntan menyiapkan akun-akun untuk mencatat aktivitas operasi pada siklus berikutnya.

Siklus akuntansi diawali dengan menganalisis serta menjurnal transaksi dan diakhiri dengan neraca saldo setelah penutupan. Hasil terpenting dari siklus akuntansi adalah Laporan Keuangan.

Langkah-langkah dasar dalam siklus akuntansi diperlihatkan sebagai berikut :

1.      Transaksi dianalisis dan dicatat pada buku jurnal

2.      Transaksi diposkan ke buku besar

3.      Neraca saldo disiapkan, data penyesuaian dikumpulkan dan neraca lajur diselesaikan.

4.      Laporan Keuangan disiapkan

5.      Ayat jurnal penyesuaian dibukukan ke jurnal dan diposkan ke buku besar

6.      Ayat jurnal penutup dibukukan dan diposkan ke buku besar

7.      Neraca saldo setelah penutupan disiapkan.

1.        Pencatatan Transaksi

Setiap transaksi dapat dicatat dengan melalui persamaan akuntansi dasar yaitu Aktiva = Utang + Ekuitas dan transaksi perusahaan selama periode tertentu akan menyangkut berbagai pos (elemen) aktiva, utang, modal, pendapatan dan biaya yang jumlahnya dapat mencapai ratusan. Untuk memperoleh gambaran lebih jelas berikut ini adalah contoh transaksi serta analisa dan pencatatannya ke dalam jurnal.

Contoh :

Tuan Swasono mendirikan perusahaan jasa fotocopy, pada tanggal 1 Januari 2001 Tn. Swasono menyetor uang tunai sebesar Rp. 20.000.000,- kemudian dibeli peralatan fotocopy berupa mesin foto copy sebesar Rp. 10.000.000 dan perlengkapannya seharga Rp. 5.000.000,-

Pencatatan Jurnal :

1 Jan.2001 Kas

20.000.000

  Perlengkapan Foto Copy

5.000.000

  Mesin Foto Copy

10.000.000

           Modal Tn. Swasono

35.000.000

 2.        Proses Posting

Setelah transaksi dicatat dalam buku jurnal, proses selanjutnya adalah memposkan jumlah rupiah ke buku besar yang sesuai atau disebut juga posting ke buku besar. Langkah-langkah yang harus dilakukan :

a)      Mencatat tanggal transaksi

b)      Menuliskan keterangan singkat mengenai transaksi

c)      Mencatat jumlah rupiah transaksi sesuai dengan tempatnya, yaitu sebelah debet dan kredit.

Buku besar merupakan kumpulan perkiraan-perkiraan, sedangkan bentuk perkiraan yang biasa digunakan oleh perusahaan terdiri dari 4 jenis, yaitu :

§         Bentuk T

§         Bentuk 2 (dua) kolom

§         Bentuk 3 (tiga) kolom / Bentuk saldo tunggal

§         Bentuk 4 (empat) kolom / Bentuk saldo rangkap

 

Contoh berikut adalah dengan menggunakan bentuk 4 (empat) kolom dan sesuai dengan soal sebelumnya.

 

KAS

Tanggal

Keterangan

Debet
Kredit
Saldo
Debet
Kredit
1 Jan 2001 Setoran Modal 20.000.000

-

20.000.000

-

 

PERLENGKAPAN

Tanggal

Keterangan

Debet
Kredit
Saldo
Debet
Kredit
1 Jan 2001 Investasi Pemilik 5.000.000

-

5.000.000

-

 

MESIN FOTO COPY

Tanggal

Keterangan

Debet
Kredit
Saldo
Debet
Kredit
1 Jan 2001 Investasi Pemilik 10.000.000

-

10.000.000

-

 

 

MODAL SWASONO

Tanggal

Keterangan

Debet
Kredit
Saldo
Debet
Kredit
1 Jan 2001 Investasi

-

35.000.000

-

35.000.000

3.        Menyusun Neraca Saldo

Neraca saldo adalah suatu daftar yang berisikan saldo-saldo yang diambil dari masing-masing perkiraan pada buku besar. Tujuan dari penyusunan neraca saldo ini adalah untuk memeriksa kebenaran atau keseimbangan antara jurnal saldo debet dan saldo kredit dari masing-masing perkiraan.

Langkah-langkah menyusun neraca saldo antara lain :

1.    Buatlah kolom neraca saldo yang terdiri dari 4 (empat) kolom yaitu No, Nama Perkiraan, jumlah Debet dan jumlah Kredit. Tulis judul neraca saldo tersebut dengan nama perusahaan dan periode penyusunan neraca saldo tersebut.

 

USAHA FOTO COPY SWASONO

NERACA SALDO

Per 31 Januari 2001

No
Nama Perkiraan
Debet
Kredit
 

 

     

 

2.    Tulislah nama-nama perkiraan sesuai dengan nomor kode perkiraan (bila ada) masing-masing mulai dari Harta, Utang, Modal, Pendapatan sampai pada beban, dan setelah itu pindahkan angka-angka saldonya dari setiap perkiraan buku besar ke kolom debet atau kredit dalam neraca saldo, jika dari perkiraan buku besar bersaldo debet pindahkan ke kolom debet dan jika dari perkiraan buku besar bersaldo kredit maka pindahkan ke kolom kredit.

3.    Jumlah kolom debet dan kredit dari neraca saldo tersebut harus seimbang.

4.        Menyusun Neraca Lajur

Neraca lajur (work sheet) adalah kertas kerja (working paper) yang digunakan akuntan untuk mengikhtisarkan ayat jurnal penyesuaian dan saldo akun untuk penyusunan laporan keuangan pada akhir peiode akuntansi. Neraca lajur bermanfaat untuk memahami arus data akuntansi dari neraca saldo yang belum disesuaikan ke laporan keuangan.

Fungsi dari penyusunan neraca lajur adalah :

1.      Sebagai alat bantu dalam penyusunan laporan keuangan

2.      Sebagai alat pengawasan bila terjadi kesalahan yang mungkin terjadi pada jurnal penyesuaian

3.      Sebagai alat untuk memeriksa ketepatan perhitungan yang telah dilakukan

Ada beberapa bentuk Neraca Lajur, namun yang sering digunakan adalah bentuk 10 kolom yaitu sebagai berikut :

 

No

Akun

Nama

Perkiraan

Neraca Saldo

Ayat Jurnal Penyesuaian

Neraca Saldo disesuaikan

Rugi / Laba

Neraca

D

K

D

K

D

K

D

K

D

K

   

 

 

 

                   

 

Cara penyusunan Neraca Lajur :

1.      Buatlah neraca lajur dengan bentuk 10 kolom (seperti contoh diatas), lalu dituliskan judul laporan yang terdiri dari :

§       Nama Perusahaan

§       Kata “Neraca Lajur”

§       Periode penyusunan

2.      Memindahkan perkiraan-perkiraan buku besar sesuai dengan nomor perkiraan berikut saldonya pada kolom “Neraca Saldo” dan perhatikan keseimbangan antara sisi Debet dan Kredit.

3.      Buatlah ayat jurnal penyesuaian dan pindahkan ke dalam kolom penyesuaian atau AJP pada sisi Debet dan sisi Kredit.

4.      Setelah kolom penyesuaian terisi semua, maka kemudian diisi kolom “Nerca Saldo Disesuaikan” dengan cara sebagai berikut :

a.    Perkiraan/akun yang tidak ada penyesuaiannya, maka saldo sisi debet pada neraca saldo langsung dipindahkan ke sisi debet pada neraca saldo disesuaikan begitu juga dengan saldo sisi kredit neraca saldo langsung dipindahkan ke sisi kredit pada neraca saldo yang disesuaikan.

b.    apabila angka di neraca saldo ada disebelah debet, sedang penyesuaiannya juga ada disebelah debet, maka jumlahkan dan tulis jumlah tersebut di neraca saldo disesuaikan sebelah debet. Sebaliknya bila angka di neraca saldo ada disebelah kredit dan penyesuaiannya juga ada di sebelah kredit, maka jumlahkan dan tulis jumlah tersebut di neraca saldo disesuaikan sebelah kredit.

c.    apabila angka di neraca saldo ada disebelah debet dan penyesuaiannya ada disebelah kredit dan ternyata angka di neraca saldo sebelah debet tadi lebih besar maka hitung selisihnya dan tulis selisih tersebut di neraca saldo disesuaikan sebelah debet, sedang jika angka penyesuaiannya (kredit) lebih besar maka selisihnya tulis di neraca saldo disesuaikan sebelah kredit.

d.    apabila angka hanya terdapat dalam penyesuaian saja, maka pindahkan langsung ke kolom neraca saldo disesuaikan, jika di kolom penyesuaian ada di sebelah debet pindahkan ke neraca saldo disesuaikan sebelah debet dan jika di kolom penyesuaian ada disebelah kredit pindahkan ke neraca saldo disesuaikan sebelah kredit.

e.    Setelah semua perkiraan telah dipindahkan ke kolom neraca saldo disesuaikan, maka jumlahkan kolom neraca saldo disesuaikan tersebut baik debet maupun kredit dan periksa keseimbangannya.

5.      Setelah kolom neraca saldo disesuaikan terisi semua dan jumlahnya seimbang, maka isi kolom Rugi/Laba dan kolom Neraca. Caranya adalah sebagai berikut :

a.         Perkiraan nominal yaitu semua perkiraan beban dan pendapatan pindahkan ke kolom Rugi/Laba, perkiraan beban pindahkan ke kolom Rugi/Laba setelah debet dan perkiraan pendapatan pindahkan ke kolom Rugi/Laba sebelah kredit.

b.         Perkiraan riil yaitu perkiraan aktiva, hutang, dan modal termasuk prive, pindahkan ke kolom Neraca, yang termasuk kelompok perkiraan aktiva pindahkan ke kolom Neraca sebelah debet sedangkan yang termasuk kelompok Hutang dan Modal pindahkan ke kolom Neraca sebelah kredit, sedang untuk perkiraan prive pindahkan ke kolom Neraca sebelah debet.

c.         Setelah semua perkiraan nominal telah dipindahkan ke kolom Rugi/Laba, maka jumlahkan baik itu debet maupun kredit. Jika jumlah kredit lebih besar dari pada jumlah debet, maka selisihnya merupakan sisa laba dan di tulis pada sisi debet agar jumlahnya menjadi seimbang. Dan jika jumlah debet lebih besar dari pada kredit maka selisihnya merupakan sisa Rugi dan tulis pada sisi kredit agar jumlahnya menjadi seimbang.

d.         Apabila dari kolom Rugi/ Laba terdapat sisa Laba (Kredit>Debet) berarti sisa laba tersebut menambah modal, karena modal itu kalau bertambah ada disebelah kredit, maka sisa laba tersebut dipindahklan ke kolom neraca sebelah kredit. Sebaliknya jika kolom Rugi/Laba terdapat sisa rugi (Debet>Kredit) berarti sisa rugi pindahkan ke kolom neraca sebelah debet.

e.         Dan yang terakhir setelah sisa Laba atau sisa Rugi dipindahkan ke Neraca, maka jumlahkan kolom Neraca tersebut baik debet maupun kredit dan jumlah tersebut haruslah seimbang.

5.        Menyusun Laporan Keuangan dari Neraca Lajur

Laporan laba rugi biasanya disiapkan langsung dari neraca lajur. Pada laporan laba rugi, beban umumnya disajikan menurut besarnya, mulai dari yang terbesar ke yang terkecil. Laporan ekuitas pemilik disiapkan dengan mencantumkan saldo awal ekuitas pemilik, menambahkan investasi pada usaha tersebut serta laba bersih selama periode bersangkutan, dan mengurangkan penarikan oleh pemilik. Jumlah yang dicantumkan di neraca lajur sebagai modal tidak selalu merupakan saldo akun pada awal periode akuntansi. Pemilik mungkin sudah menanamkan aktiva tambahan pada bisnisnya dalam periode tersebut. Karena itu, untuk melihat saldo awal dan tambahan investasi, kita perlu mengacu ke perkiraan modal.

Berbagai seksi dan sub-seksi acapkali digunakan dalam menyusun neraca. Dua kelompok aktiva yang lazim adalah aktiva lancar dan aktiva tetap. Kas dan aktiva lain yang biasanya diharapkan akan dikonversi menjadi kas atau dijual atau terpakai habis dalam periode satu tahun atau kurang disebut aktiva lancar. Properti, bangunan, dan peralatan disebut sebagai aktiva tetap atau aktiva pabrik. Biaya (harga perolehan), akumulasi penyusutan, dan nilai buku dari setiap jenis utama aktiva tetap biasanya dilaporkan pada neraca.

Dua kelompok utama kewajiban adalah kewajiban lancar dan kewajiban jangka panjang. Kewajiban yang akan jatuh tempo dalam waktu singkat (biasanya satu tahun atau kurang) dan yang akan dibayarkan dengan menggunakan aktiva lancar disebut kewajiban lancar. Kewajiban yang tidak akan jatuh dalam waktu lama (biasanya di atas satu tahun) disebut kewajiban jangka panjang.

Hak pemilik atas aktiva disajikan di bawah seksi kewajiban dan ditambahkan dengan total kewajiban. Total kewajiban dan ekuitas pemilik harus sama dengan total aktiva.

 

6.        Membuat ayat jurnal penyesuaian dari neraca lajur.

Data untuk membuat ayat jurnal penyesuaian terdapat pada kolom penyesuaian dari neraca lajur.

Perkiraan-perkiraan yang biasanya perlu disesuaikan pada akhir periode, antara lain :

1.        Perlengkapan (supplies), yaitu membandingkan perlengkapan yang terdapat pada neraca saldo dan yang masih tersedia (persedian) pada akhir periode akuntansi, maka akan diketahui bepara besar pemakaian atau yang telah menjadi beban perlengkapan.

2.        Beban di bayar dimuka, yaitu beban-beban yang telah dibayar tetapi sebenarnya belum merupakan kewajiban dan harus dibebankan untuk periode yang akan datang (pos transitoris aktif).

3.        Pendapatan diterima dimuka, yaitu beban-beban yang telah dibayar tetapi sebenarnya belum merupakan hak (pendapatan) periode sekarang yang akan datang (pos transitoris aktif).

4.        Piutang penghasilan/Piutang pendapatan, yaitu pendapatan yang telah menjadi hak tetapi belum diterima (pos antisipasi aktif).

5.        Hutang beban, yaitu beban-beban yang sebenarnya telah menjadi hak tetapi belum di bayar (pos antisipasi pasif).

6.        Kerugian piutang, yaitu taksiran kerugian piutang karena adanya piutang yang tak tertagih.

7.        Penyusutan Aktiva Tetap, yaitu penyusutan dari aktiva tetap yang harus dibebankan pada suatu periode akuntansi.

 

7.        Membuat ayat jurnal penutup dari neraca lajur.

Empat ayat jurnal yang diperlukan untuk menutup akun-akun sementara adalah :

1.      Mendebit setiap akun pendapatan atas jumlah yang terdapat dalam saldonya, dan mengkredit ikhtisar Laba Rugi atas seluruh pendapatan tersebut.

2.      Mendebit ikhtisar Laba Rugi atas total beban dan mengkredit masing-masing akun beban atas jumlah yang terdapat pada saldonya.

3.      Mendebit ikhtisar Laba Rugi atas jumlah yang terdapat pada saldonya (laba bersih), dan mengkredit akun modal atas jumlah yang sama. (Debit dan Kredit akan dibalik bila terdapat kerugian bersih).

4.      Mendebit akun modal atas saldo akun penarikan dan mengkredit akun penarikan atas jumlah yang sama.

 

Setelah ayat jurnal penutup diposkan ke buku besar, saldo akun modal akan sama dengan seluruh jumlah yang dilaporkan pada laporan ekuitas pemilik dan neraca. Selain itu, akun pendapatan, beban, dan penarikan akan mempunyai saldo nol.

Langkah terakhir dalam siklus akuntansi adalah menyipakan neraca saldo setelah penutupan. Tujuan neraca saldo setelah penutupan adalah untuk memastikan bahwa buku besar mempunyai saldo yang berimbang pada awal periode berikutnya.

TUGAS  I

No. 1

Berikut ini adalah transaksi dari usaha konfeksi milik Pak Hendry :

a.       Pak Hendry mendirikan perusahaan konfeksi dengan menyetor uang pribadinya sebesar Rp. 30 juta

b.      Dibeli secara tunai peralatan jahit yaitu berupa mesin jahit seharga Rp. 10 juta

c.       Dibeli perlengkapan jahit berupa benang, jarum, kancing dsb sebesar Rp. 1.500.000

d.      Dibeli mesin obras sebagai peralatan jahit seharga Rp. 5 juta secara kredit.

e.       Diterima pendapatan dari menjahit sebesar Rp. 2.000.000

f.        Memberikan hasil jahitan kepada pelanggan seharga Rp. 750.000 dan akan dibayar bulan depan

g.       Dibayarkan gaji para penjahit yaitu untuk 3 (tiga) orang @ Rp. 200.000

h.       Pada akhir bulan diterima sebagian piutang dari pelanggan sebesar Rp. 250.000 dibayar tunai.

 

Diminta :

Buatlah persamaan akuntansinya dengan susunan :

 

Aktiva                                                  Pasiva

Kas + Piutang + Perlengkapan + Peralatan = Utang usaha + Modal Hendry

No. 2

Usaha foto copy Pak Wahyu selama bulan Juni 2002 adalah sebagai berikut :

1 Juni Pak Wahyu menyetor uang tunai sebagai modal awal sebesar Rp. 2.000.000, dan perlengkapan foto copy sebesar Rp. 300.000 dan sebuah mesin foto copy yang bernilai Rp. 3.000.000
2 Juni Dibayar uang sewa tempat usaha di ruko untuk 3 (tiga) bulan sebesar Rp. 1.500.000
3 Juni Dibeli Mesin foto copy lagi merk XEROX seharga Rp. 3.500.000 secara kredit kepada PT. PANDU Teknik.
4 Juni Pak Wahyu memasang iklan di Harian KOMPAS sebagai promosi usahanya sebesar Rp. 500.000
10 Juni Dibayar sebagian utang pada PT PANDU Teknik sebesar Rp. 750.000
15 Juni Diterima hasil foto copy dari para pelanggan sebesar Rp. 700.000
16 Juni Dibayar gaji pertengahan bulan kepada 2 orang pegawai Pak Wahyu @ Rp. 150.000
18 Juni Pak Wahyu membeli kertas dan tinta  sebagai perlengkapan foto copy tambahan seharga Rp. 250.000 dibayar tunai
22 Juni Diterima hasil foto copy modul dari UT sebesar Rp. 600.000 dan baru dibayarkan Rp. 275.000 sisanya akan dibayar bulan depan.
23 Juni Dibayar rekening listrik sebesar Rp. 125.000
24 Juni Dibayar beban rupa-rupa sebesar Rp. 50.000
27 Juni Diambil uang kas untuk keperluan pribadi Pak Wahyu sebesar Rp. 250.000
30 Juni Diterima uang hasil foto copy dari pelanggan sebesar Rp. 750.000
31 Juni Dibayar gaji untuk 2 minggu terakhir kepada pegawai sebesar Rp. 300.000

Diminta :

Buatlah pencatatan transaksi ke dalam jurnal dari usaha foto copy Pak Wahyu selama bulan Juni 2002

 

 

Jawaban Tugas I

No. 1

 

A K T I V A

P A S S I V A

 

Kas

Piutang

Perlengkapan

Peralatan

Utang

Modal Hendry

A

30.000.000

   

30.000.000

B

(10.000.000)

10.000.000

 

 

20.000.000

10.000.000

 

30.000.000

C

(1.500.000)

1.500.000

   

 

18.500.000

1.500.000

10.000.000

 

30.000.000

D

5.000.000

5.000.000

 

18.500.000

1.500.000

15.000.000

5.000.000

30.000.000

E

2.000.000

2.000.000

 

20.500.000

1.500.000

15.000.000

5.000.000

32.000.000

F

750.000

750.000

 

20.500.000

750.000

1.500.000

15.000.000

5.000.000

32.750.000

G

(600.000)

(600.000)

 

19.900.000

750.000

1.500.000

15.000.000

5.000.000

32.150.000

H

250.000

(250.000)

 

20.150.000

500.000

1.500.000

15.000.000

5.000.000

32.150.000

 

No. 2

 

Tanggal

Akun dan Keterangan

Debet

Kredit

1 Juni Kas

Perlengkapan foto copy

Peralatan mesin foto copy

Modal Wahyu

2.000.000

300.000

3.000.000

5.300.000

2 Juni

Sewa dibayar dimuka

                                Kas

1.500.000

1.500.000

3 Juni Peralatan Mesin foto copy

Utang usaha

3.500.000

3.500.000

4 Juni Beban Iklan

Kas

500.000

500.000

10 Juni Utang usaha

Kas

750.000

750.000

15 Juni Kas

Pendapatan foto copy

700.000

700.000

16 Juni Beban Gaji

Kas

300.000

300.000

18 Juni Perlengkapan foto copy

Kas

250.000

250.000

22 Juni Kas

Piutang usaha

Pendapatan foto copy

275.000

425.000

600.000

23 Juni Beban listrik

Kas

125.000

125.000

24 Juni Beban rupa-rupa

Kas

50.000

50.000

27 Juni Pengambilan Prive

Kas

250.000

250.000

30 Juni Kas

Pendapatan foto copy

750.000

750.000

31 Juni Beban Gaji

Kas

300.000

300.000

 

Terima kasih, semoga sukses. Salam jTriwiyanto.

ALIH KREDIT UT

 Pemrosesan alih kredit

A. PERSYARATAN ADMINISTRASI

Mahasiswa UT yang mengajukan berkas alih kredit harus:

1.   Membayar biaya administrasi permohonan alih kredit (sebesar Rp. 350.000 untuk tranfer nilai dari PT Lain ke UT dan sebesar Rp. 100.000,- untuk tranfer nilai dari UT-Ke UT).

2.   Melengkapi persyaratan dalam formulir alih kredit (dapat dibaca di Buku Katalog halaman 45-47) yaitu dengan melampirkan:

a.   Ijazah dan transkrip yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang

b.   Daftar matakuliah yang diajukan (bagi yang belum lulus)

c.   Deskripsi matakuliah yang ditandatangi oleh pejabat yang berwenang (bagi yang belum lulus dari PT lain)

d.   Foto copy transkrip nilai yang telah dileglisir.

e.   Foto copy kartu mahasiswa

f.    Tanda bukti setor dari pembayaran biaya administrasi alih kredit.

Semua berkas berikut lampiran diserahkan ke UPBJJ untuk dikirim ke BAAPM-UT Pusat untuk dianalisis di fakultas.
B. SISTEM ANALISIS BERKAS ALIH KREDIT

1.   Pemrosesan alih kredit bagi yang sudah punya ijazah PT asal
Pemrosesan berkas alih kredit di FEKON (untuk yang punya ijazah PT lain/alumni di PT asal) sejak tahun 2008 telah menggunakan sistem blok transfer. Ada 3 kategori penilaian dari sistem blok transfer, yaitu relevan, semi relevan dan tidak relevan. Jumlah sks matakuliah yang dibebaskan dan yang ditempuh per jenjang pendidikan ditetapkan berdasarkan kesesuaian rumpun bidang ilmu PS PT asal dengan PS di Fekon UT. Dalam analisis melalui blok transfer tersebut, ada sejumlah matakuliah yang harus ditempuh kembali di UT walaupun telah ditempuh dari PT asal. Namun demikian ada juga sejumlah matakuliah yang dibebaskan walaupun belum pernah ditempuh dari PT asal.
Berkas alih kredit dianalisis oleh tim di Fakultas Ekonomi untuk mendapat SK Dekan tentang pengakuan pembebasan matakuliah.

2.   Pemrosesan alih kredit bagi yang belum punya ijazah PT asal
Pemrosesan berkas alih kredit bagi yang belum mempunyai ijzah PT asal dilakukan melalui analisis course by course. Untuk itu berkas perlu dilengkapi dengan deskripsi matakuliah yang ditandatangani oleh pejabat yang berwenang di PT asal. Berkas juga perlu dilegkapi dengan daftar matakuliah yang di usulkan untuk dialihkreditkan dari PT lain ke UT.

C. WAKTU PEMROSESAN
Waktu pemrosesan dari mulai berkas diterima di Fakukltas sampai selesai SK yaitu sekitar 2 bulan, dengan catatan apabila tidak ada kasus (ada kekuranglengkapan persyaratan administrasi dan perbedaan data pribadi dalam LKAM).

Kasubbag AAK
Yuniarlis – Fakultas Ekonomi

LEGALISIR IJAZAH / TRANSKRIP NILAI

Kepada Seluruh Mahasiswa UT

Bersama ini kami beritahukan kepada mahasiswa Universitas Terbuka yang berada di luar Jakarta membutuhkan legalisir ijazah /transkrip dapat melakukan hal-hal sebagai berikut:

  1. Saudara dapat melagalisasi di UPBJJ dengan menunjukan Ijazah/transkrip , identitas berupa Kartu Mahasiswa/KTP yang asli dan foto copy ijazah/transkrip untuk ditandatangani oleh Kepala UPBJJ atau yang mewakilinya.
  2. Jika Saudara menginginkan legalisasi oleh Dekan Fakultas Ekonomi, maka Saudara harus datang ke UPBJJ dengan menunjukan ijazah/transkrip serta identitas berupa Kartu Mahasiswa/KTP untuk diverifikasi oleh kepala UPBJJ tentang keabsahan data Saudara.
  3. Foto copy ijazah/transkrip yang akan dilegalisasi harus sudah diparaf oleh kepala UPBJJ dan kemudian dikirim oleh UPBJJ ke Fakultas Ekonomi dengan surat pengantar. Legalisasi Dekan maksimum sebanyak 5 (lima) set tanpa dipungut biaya.

Demikian informasi yang kami sampaikan untuk diketahui.

Kasubbag AAK

Yunirlis

Kalender Akademik UT 2012

Program Non Pendas :

07 Jan.2012 (Mulai Registrasi 2012.1 – Mhs.Baru); 16 Jan.2012 (Pengumuman Hasil Ujian 2011.2); 17 Jan.2012 (Mulai Registrasi 2012.1 – Mhs.Registrasi Ulang)

22 Feb.2012 (Batas Akhir Penerbitan LTR Lembar Tagihan Registrasi 2012.1); 29 Feb.2012 (Batas Akhir Pembayaran SPP 2012.1)

12 Maret – 5 Mei 2012 (Tutorial Online 2012.1)

13 dan 20 Mei 2012 (UAS 2012.1); 19 Mei 2012 (Ujian TAP 2012.1)

Semoga Sukses ! – salam jTriwiyanto

EKMA4115 PENGANTAR AKUNTANSI

Sugiarto
4 sks / modul 1-12: ill.; 21 cm / Edisi 1 ISBN : 979
DDC : Copyright (BMP) © Jakarta: Universitas Terbuka, 200

Mata kuliah ini membahas prinsip-prinsip dan praktek-praktek akuntansi, siklus akuntansi yang dimulai dari proses pencatatan transaksi (jurnal), pembukuan (posting), neraca lajur, serta penyusunan laporan keuangan pada suatu unit usaha atau perusahaan. Mata kuliah ini juga membahas tentang akuntansi perusahaan dagang, persekutuan, perseroan, investasi jangka panjang, obligasi dan modal saham dan sistem akuntansi biaya pesanan serta pengendalian internnya.

TINJAUAN MATA KULIAH

Dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan pribadi maupun sebagai pekerja pada suatu instansi pemerintah maupun swasta, seseorang akan selalu menggunakan akuntansi dalam berbagai bentuk. Misalnya dalam kehidupan pribadi, pada saat Anda harus menentukan untuk sekolah atau tidak maka Anda akan mempertimbangkan biaya yang akan dikeluarkan dengan hasil yang akan diperoleh setelah lulus sekolah nantinya. Atau dalam kehidupan Anda sebagai manajer perusahaan yang dihadapkan pada keputusan apakah perusahaan yang Anda pimpin akan membeli sebuah mobil baru. Di sini informasi akuntansi mengenai perusahaan menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan Anda apakah akan membeli mobil baru tersebut.

Buku Materi Pokok Pengantar Akuntansi ini akan menjelaskan prinsip-prinsip akuntansi sebagai dasar penyusunan laporan keuangan yang dapat membantu pengambilan keputusan pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam perusahaan. Setelah mempelajari Buku Materi Pokok (BMP) Pengantar Akuntansi, Anda diharapkan akan mampu menyusun laporan keuangan yang dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan.

Lebih detail lagi kaitan antarmateri dalam BMP ini dapat Anda lihat dalam bagan berikut ini.

RANGKUMAN

MODUL 1 : RUANG LINGKUP AKUNTANSI

Kegiatan Belajar 1: Prinsip-Prinsip dan Praktik-praktik Akuntansi
Akuntansi dapat diartikan sebagai “bahasa bisnis” karena akuntansi adalah sebuah sistem informasi yang menyediakan laporan-laporan bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi sebuah perusahaan. Akuntansi dapat didefinisikan sebagai suatu proses pencatatan, pengukuran, dan penyampaian informasi ekonomi agar dapat dipakai sebagai dasar pengambilan keputusan atau kebijaksanaan.

Pihak-pihak yang berkepentingan (pemangku kepentingan) terhadap laporan keuangan suatu perusahaan antara lain penanam dana atau modal yang membutuhkan informasi tentang posisi keuangan dan masa depan perusahaan, kreditur dan supplier (pemasok) perusahaan akan menilai sehat tidaknya keuangan perusahaan dan menilai risiko terhadap kredit yang akan diberikan kepada perusahaan. Lembaga pemerintah memerlukan informasi mengenai aktivitas keuangan perusahaan guna keperluan perpajakan dan perundang-undangan. Karyawan dan organisasi juga berkepentingan terhadap stabilitas dan profitabilitas dari perusahaan tempat mereka bekerja dan para akademisi yang berkepentingan untuk penelitian dan pendidikan

Akuntansi juga mengenal adanya spesialisasi seperti halnya dengan ilmu sosial lainnya. Bidang spesialisasi akuntansi antara lain meliputi: Akuntansi Keuangan, Auditing, Akuntansi Biaya, Akuntansi Manajemen, Akuntansi Perpajakan, Sistem Akuntansi, Akuntansi Anggaran, Akuntansi Pemerintahan dan Akuntansi Sosial.

Peranan Akuntansi dalam kegiatan perusahaan dapat digunakan sebagai alat perencanaan dan alat evaluasi hasil kegiatan. Akuntansi sebagai alat perencanaan dapat terlihat apabila manajemen ingin mengetahui berapa jumlah uang yang harus dibayar, kapan jatuh temponya dan kepada siapa harus dibayar ini semuanya dapat diketahui dari catatan akuntansi. Sedangkan akuntansi sebagai alat evaluasi hasil kegiatan dapat terlihat apabila manajemen ingin membandingkan antara pelaksanaan sesungguhnya dengan tujuan yang direncanakan.

Setiap kejadian atau peristiwa mengakibatkan adanya perubahan terhadap posisi keuangan dari suatu organisasi disebut dengan transaksi. Dalam perusahaan transaksi dapat dibedakan menjadi dua yaitu transaksi intern dan transaksi ekstern.

Kekayaan atau harta yang dimiliki oleh perusahaan disebut aktiva sedangkan hak atau sumber dari mana aktiva tersebut berasal disebut ekuitas (hak milik). Hubungan antara aktiva dan hak milik ini dapat dinyatakan dalam persamaan sebagai berikut:
Aktiva = Ekuitas

Ekuitas dapat dibedakan menjadi dua bagian pokok, yaitu hak milik dari kreditur (disebut dengan utang) dan hak milik dari pemilik perusahaan (disebut dengan modal atau ekuitas) dengan demikian persamaan di atas dapat diperluas menjadi:
Aktiva = Utang + Ekuitas

Kegiatan Belajar 2: Laporan Akuntansi
Rangkuman

Laporan keuangan suatu perusahaan biasanya terdiri atas lima jenis yaitu neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, perubahan arus kas dan catatan atas laporan keuangan. Neraca adalah daftar yang sistematis dari aktiva, utang dan modal pada tanggal tertentu, yang biasanya dibuat pada akhir bulan atau akhir tahun. Aktiva biasanya disusun berdasarkan urutan likuiditasnya. Atas dasar ini aktiva dapat dibedakan menjadi aktiva lancar dan aktiva tidak lancar, utang juga diurutkan berdasarkan likuiditasnya yaitu berdasarkan cepat tidaknya utang akan dilunasi, sedangkan modal diurutkan berdasarkan kekekalan atau keawetannya.

Laporan laba rugi adalah laporan yang memuat ikhtisar pendapatan dan beban suatu perusahaan untuk periode tertentu, sehingga dari laporan ini dapat dihitung laba yang diperoleh atau rugi yang dialami suatu perusahaan. Pos-pos pendapatan dan beban disusun menurut besar-kecilnya. Semakin besar pos pendapatan dan beban berarti besar pos tersebut mendapat perhatian dari pembaca laporan.

Laporan modal adalah laporan yang menunjukkan ikhtisar perubahan modal untuk periode tertentu, mungkin satu bulan atau satu tahun. Dari laporan ini dapat diperoleh sebab-sebab perubahan modal selama periode tertentu.

Laporan arus kas merupakan laporan yang wajib dibuat perusahaan, menurut Standar Akuntansi Keuangan 1994 (PSAK No. 2). Laporan arus kas adalah laporan yang menggambarkan arus masuk dan arus keluar dari kas (uang dan rekening giro). Arus kas dapat bersumber dari operasi, investasi dan pendanaan atau financing. Pemakai laporan menggunakan laporan ini untuk dapat mengevaluasi perubahan aktiva bersih perusahaan.

Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ke empat jenis laporan keuangan. Catatan atas laporan keuangan ini biasanya berupa penjelasan atau suplemen dari pos-pos laporan keuangan.

 

MODUL 2 : SIKLUS AKUNTANSI

Kegiatan Belajar 1: Pencatatan Transaksi
Pengaruh transaksi terhadap suatu perusahaan di dalam akuntansi dapat digambarkan dengan menggunakan persamaan akuntansi sebagai berikut:

Aktiva = Utang + Ekuitas atau A = U + E

Ekuitas (modal) perusahaan dapat berubah apabila perusahaan memperoleh Pendapatan (P) atau adanya setoran modal, dan perusahaan menyerap Beban (B) atau adanya pengambilan modal (prive).

Meskipun setiap transaksi dapat dicatat dengan persamaan akuntansi seperti di atas, namun bentuk pencatatan tersebut kurang praktis digunakan, karena transaksi yang terjadi di perusahaan selama periode tertentu akan menyangkut berbagai pos (elemen) aktiva, utang, ekuitas, pendapatan dan biaya yang jumlahnya dapat mencapai ratusan.

Agar informasi harian dapat tersedia, pada saat dibutuhkan, dan laporan keuangan dapat disusun setiap saat, maka perlu dibuat catatan yang terpisah untuk setiap pos. Catatan tersebut dalam akuntansi disebut dengan rekening (akun). Sedangkan kelompok rekening yang berkaitan dan merupakan satu unit disebut buku besar (ledger).

Akun adalah catatan formal akuntansi yang digunakan untuk mengikhtisarkan transaksi yang terjadi selama periode akuntansi dan bentuk akun ini dapat bermacam-macam. Bentuk paling sederhana suatu akun terdiri atas tiga bagian: (1) Judul, yang menunjukkan nama dari pos yang dicatat, (2) ruang (tempat) untuk mencatat penambahan jumlah dari pos tersebut dalam unit rupiah (uang) dan (3) ruang untuk mencatat pengurangan jumlah dari pos tersebut. Bentuk rekening tersebut sering disebut akun dua kolom atau akun T.

Pada akhir periode seluruh akun dijumlahkan dan dihitung saldonya. Akun-akun ini merupakan bahan dasar yang akan digunakan untuk menyusun laporan keuangan. Akun-akun pendapatan dan beban dipakai untuk menyusun laporan laba rugi, akun aktiva, utang dan ekuitas dipakai untuk menyusun neraca, akun ekuitas dan prive dipakai untuk menyusun laporan perubahan modal dan akun kas dipakai untuk menyusun arus kas.

Cara pencatatan langsung ke dalam akun sulit dilakukan dalam praktik, karena jumlah akun cukup banyak dan terjadi kesalahan sulit untuk melacak kesalahan tersebut, maka untuk pencatatan transaksi sebelum dilakukan pencatatan ke dalam akun, terlebih dahulu dicatat dalam buku jurnal. Buku jurnal yaitu buku yang digunakan untuk mencatat kejadian keuangan (transaksi) yang dilakukan secara urut waktu dan pencatatan dalam buku jurnal ini juga sejalan dengan persamaan akuntansi, dalam arti setiap transaksi akan didebet dan dikredit dalam jumlah yang sama. Bentuk buku jurnal ini yang banyak dikenal adalah bentuk dua kolom.

Kegiatan Belajar 2: Jurnal Penyesuaian (Adjustment Journal)
Rangkuman

Daftar saldo pada akhir periode akuntansi, sering kali tidak mencerminkan saldo yang sesungguhnya pada saat tersebut. Hal ini disebabkan karena adanya transaksi-transaksi yang setiap saat berjalan terus, di mana perusahaan tidak praktis (tidak sengaja) untuk mencetaknya. Agar akun-akun dalam daftar saldo dapat langsung disajikan sebagai laporan keuangan, maka akun-akun tersebut harus disesuaikan terlebih dahulu.

Transaksi-transaksi kontinu yang biasanya selalu memerlukan penyesuaian setiap akhir periode akuntansi dapat diikhtisarkan sebagai berikut.

  1. Alokasi harga perolehan dari persekot biaya, seperti bahan habis pakai, persekot sewa, dan persekot biaya yang lain, penyesuaian dalam hal ini dilakukan untuk mengalokasikan beberapa bagian persekot biaya yang sudah menjadi biaya-biaya dan beberapa bagian yang masih merupakan persekot. Dalam akuntansi dikenal dengan istilah pos-pos defferal (transitoris)
  2. Alokasi pendapatan yang diterima di muka seperti: uang muka pendapatan sewa, uang muka penjualan dan uang muka pendapatan yang lain. Penyesuaian ini diperlukan untuk memisahkan beberapa bagian Uang Muka Pendapatan yang sudah menjadi pendapatan dan beberapa bagian yang masih tetap merupakan uang muka. Pos-pos seperti ini juga disebut dengan pos-pos defferal.
  3. Alokasi harga perolehan aktiva jangka panjang. Penyesuaian ini dilakukan untuk mengakui adanya biaya yang terjadi karena perusahaan menggunakan aktiva tetap yang manfaatnya semakin menurun. Penurunan manfaat ini dalam akuntansi disebut depresiasi (penyusutan).
  4. Biaya yang terutang (bertambahnya biaya) penyesuaian ini terjadi karena sudah terjadi biaya dalam perusahaan, tetapi belum dicatat sampai tanggal neraca. Dengan demikian penyesuaian di sini digunakan untuk mencatat bertambahnya biaya dan untuk mencatat bertambahnya utang biaya. Pos-pos ini dikenal dengan istilah pos-pos akrual (antisipasi)
  5. Pendapatan yang tertagih (Bertambahnya Pendapatan). Penyesuaian ini timbul karena perusahaan telah mempunyai hak atas suatu pendapatan tetapi belum dicatat sampai dengan tanggal neraca. Dengan demikian penyesuaian ini dimaksudkan untuk mencatat bertambahnya pendapatan di satu pihak dan bertambahnya tagihan di pihak lain. Pos-pos ini disebut dengan pos-pos akrual (antisipasi)

Setelah penyesuaian-penyesuaian tersebut dicatat dan dibukukan, maka buku besar telah siap untuk disajikan sebagai elemen laporan keuangan.

 

MODUL 3 : NERACA LAJUR DAN PENUTUPAN PEMBUKUAN

Kegiatan Belajar 1 : Neraca Lajur (Work Sheet)
Neraca lajur adalah suatu lembaran kerja berlajur yang digunakan untuk mengikhtisarkan saldo akun-akun dan menyiapkan penyajian laporan keuangan. Penggunaan neraca lajur akan mempermudah proses penyusunan laporan keuangan dengan teliti, tepat dan tepat waktu. Secara umum neraca lajur yang digunakan adalah neraca lajur 10 kolom yang meliputi; (1) Kolom pertama dan kedua (daftar saldo), (2) Kolom ketiga dan keempat (penyesuaian), (3) Kolom kelima dan keenam (daftar saldo setelah penyesuaian), (4) Kolom ketujuh dan kedelapan (Laba Rugi), dan (4) Kolom kesembilan dan sepuluh (neraca).

Kegiatan Belajar 2 : Penutupan Buku (Closing Entries)
Jurnal penutup dibuat bila perusahaan akan memulai pembukuan untuk periode yang baru. Maksud dari jurnal ini adalah untuk menghindari terjadinya pencampuran transaksi yang sama dari periode sebelumnya, misalnya transaksi pendapatan, biaya dan modal.

Tahap-tahap dalam proses penutupan adalah sebagai berikut:

  1. Pertama; menutup akun-akun biaya ke akun perantara yang dinamakan “Ikhtisar Laba Rugi”. Setiap akun yang dikreditkan adalah sebesar saldo debetnya dan sebagai imbangannya akun ikhtisar Laba Rugi dikredit dengan jumlah yang sama. Dengan adanya jurnal penutup ini seluruh akun biaya tidak akan bersaldo lagi.
  2. Kedua; menutup akun-akun pendapatan ke akun ikhtisar Laba Rugi. Setiap akun pendapatan akan didebet sebesar jumlah saldo kreditnya, sebaliknya akun ikhtisar Laba Rugi dikreditkan dengan jumlah yang sama.
  3. Ketiga; menghitung saldo akun ikhtisar Laba Rugi, selanjutnya menutupnya ke akun ekuitas atau saldo laba. Bila akun ikhtisar Laba Rugi bersaldo kredit (berarti jumlah kredit atau pendapatan lebih besar dari jumlah debetnya atau biaya-biaya) ini berarti perusahaan memperoleh laba atau keuntungan. Begitu pula sebaliknya bila akun ikhtisar Laba Rugi bersaldo debet ini menandakan perusahaan menderita kerugian.
  4. Keempat; menutup akun prive atau dividen ke akun ekuitas atau akun saldo laba.

Jurnal balik adalah jurnal yang digunakan untuk memindahkan akun permanen ke akun temporer. Bentuk jurnal ini merupakan kebalikan dari jurnal penyesuaian. Akun-akun yang bersaldo debet dan kredit pada jurnal penyesuaian, akan dibalik pada jurnal balik dengan jumlah yang sama, namun tidak merupakan suatu keharusan dalam proses akuntansi bahwa setiap jurnal penyesuaian harus dilakukan jurnal balik, jurnal penyesuaian yang perlu dibalik adalah jurnal penyesuaian yang terdapat pada akun-akun tertentu atau pos-pos transitoris.

MODUL 4 : LAPORAN KEUANGAN (FINANCIAL STATEMENTS)

Kegiatan Belajar 1: Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Akun-akun dalam neraca di klasifikasikan dalam pos aktiva, utang dan modal. Selanjutnya aktiva dikelompokkan menjadi akun aktiva lancar dan aktiva tidak lancar. Untuk aktiva lancar disajikan secara urut atas dasar likuiditasnya yaitu berdasarkan cepat tidaknya masing-masing pos tersebut dijadikan kas atau dipakai. Sedangkan untuk aktiva tetap disajikan berdasarkan kekekalannya. Jenis aktiva tidak lancar yang lain adalah investasi, aktiva tidak berwujud, dan aktiva lain-lain.

Untuk pos utang atau kewajiban dapat juga diklasifikasikan sebagaimana dengan aktiva. Utang lancar diklasifikasi berdasarkan likuiditasnya sedangkan utang jangka panjang dapat diklasifikasikan berdasarkan jumlahnya

Sedangkan untuk akun modal atau ekuitas disusun atas dasar historisnya atau kekekalannya, sehingga sedapat mungkin akun modal harus dapat menunjukkan beberapa modal asli (pribadi) dan berapa yang berasal dari hasil kegiatan perusahaan

Kegiatan Belajar 2: Laporan Laba (Income Statement)
Laporan Laba Rugi adalah laporan yang menggambarkan kegiatan suatu perusahaan selama periode tertentu. Kegiatan tersebut digambarkan dalam akun-akun pendapatan dan biaya (akun nominal). Pengertian pendapatan dan biaya tidak sama dengan penerimaan kas dan pengeluaran kas.

Pendapatan dapat dibedakan menjadi dua bagian utama yaitu; pendapatan usaha yang berasal dari kegiatan pokok perusahaan dan pendapatan non usaha yang merupakan hasil sampingan perusahaan. Demikian juga dengan biaya, biaya dibedakan menjadi biaya usaha dan biaya non usaha.

Dalam perusahaan dagang selain terdapat biaya usaha dan biaya non usaha terdapat biaya harga pokok penjualan yang merupakan harga pokok dari barang dagangan yang telah terjual.

Jenis laporan laba rugi dari suatu perusahaan dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu single step dan multiple step. Dalam bentuk single step hanya dikenal satu macam laba yaitu laba bersih sesudah pajak, sedangkan pada bentuk multiple step dapat diperoleh informasi berbagai jenis laba yaitu laba kotor, laba usaha, laba bersih sebelum pajak dan laba bersih sesudah pajak.

Kegiatan Belajar 3: Laporan Perubahan Ekuitas (Equity Statement)
Laporan Laba Rugi adalah laporan yang menggambarkan kegiatan suatu perusahaan selama periode tertentu. Kegiatan tersebut digambarkan dalam akun-akun pendapatan dan biaya (akun nominal). Pengertian pendapatan dan biaya tidak sama dengan penerimaan kas dan pengeluaran kas.

Pendapatan dapat dibedakan menjadi dua bagian utama yaitu; pendapatan usaha yang berasal dari kegiatan pokok perusahaan dan pendapatan non usaha yang merupakan hasil sampingan perusahaan. Demikian juga dengan biaya, biaya dibedakan menjadi biaya usaha dan biaya non usaha.

Dalam perusahaan dagang selain terdapat biaya usaha dan biaya non usaha terdapat biaya harga pokok penjualan yang merupakan harga pokok dari barang dagangan yang telah terjual.

Jenis laporan laba rugi dari suatu perusahaan dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu single step dan multiple step. Dalam bentuk single step hanya dikenal satu macam laba yaitu laba bersih sesudah pajak, sedangkan pada bentuk multiple step dapat diperoleh informasi berbagai jenis laba yaitu laba kotor, laba usaha, laba bersih sebelum pajak dan laba bersih sesudah pajak.

Kegiatan Belajar 4: Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement)
Laporan arus kas merupakan laporan yang menyajikan informasi tentang penerimaan dan pengeluaran kas selama periode tertentu. Informasi arus kas suatu perusahaan berguna bagi para pemakai laporan keuangan sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas serta menilai kebutuhan perusahaan untuk menggunakan arus kas tersebut.

Tujuan laporan arus kas adalah memberikan informasi historis mengenai perubahan kas dan setara kas dari suatu perusahaan melalui laporan arus kas yang mengklasifikasikan kas berdasarkan aktivitas operasi, aktivitas pendanaan (financing) dan aktivitas investasi selama satu periode akuntansi.

  1. Setara Kas adalah investasi yang sifatnya sangat likuid, berjangka pendek dan yang cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi risiko perubahan nilai yang signifikan.
  2. Aktivitas Operasi adalah aktivitas penghasil utama pendapatan perusahaan dan aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan. Arus kas yang positif dari aktivitas operasi menunjukkan perusahaan memiliki kelebihan kas yang dapat digunakan melakukan penambahan investasi atau untuk pelunasan pinjaman jangka panjang. Arus kas dari kegiatan operasional tidak harus paralel dengan laba atau rugi perusahaan.
  3. Aktivitas Investasi adalah aktivitas yang terkait dengan perolehan dan pelepasan aktiva jangka panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas. Arus kas dari aktivitas ini dapat menunjukkan apakah perusahaan baru melakukan ekspansi atau sebaliknya baru melakukan divestasi.
  4. Aktivitas Pendanaan adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komponen modal dan pinjaman jangka panjang perusahaan. Arus kas dari pendanaan dapat menggambarkan bagaimana perusahaan memperoleh dana untuk melakukan kegiatan operasional atau untuk kegiatan investasi. Arus kas yang berasal dari ekuitas memberikan stabilitas yang lebih baik dari pada arus kas yang berasal dari pinjaman jangka panjang.

 

MODUL 5 : PERUSAHAAN DAGANG DAN JURNAL KHUSUS

Kegiatan Belajar 1: Perusahaan Dagang (Merchandise Company)
Perusahaan dagang adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang jual beli barang. Perusahaan membeli barang untuk dijual kembali dalam bentuk semula tanpa mengalami pengolahan. Perusahaan dagang dapat berupa toko, penyalur tunggal, agen penjualan, distributor dan sejenisnya. Karakteristik utama perusahaan dagang adalah bahwa pada peristiwa penjualan terjadi penyerahan barang yang di dalamnya memuat jumlah rupiah disebut harga pokok penjualan.

Pendapatan utama perusahaan dagang adalah berasal dari penjualan barang sehingga rekening penjualan digunakan sebagai ganti rekening Pendapatan. Juga Piutang Dagang dan Utang Dagang. Di samping itu ada akun-akun khusus yang bersangkutan dengan perusahaan dagang di samping Penjualan, antara lain yang terpenting adalah Harga Pokok Penjualan, Pembelian, Retur dan Keringanan Penjualan, Retur dan Keringanan Pembelian, Potongan Penjualan dan Potongan Pembelian. Potongan pembelian ataupun potongan penjualan hendaknya tidak dikacaukan dengan pengertian potongan harga (price/trade discount).

Ada akun khusus menyebabkan Laporan laba-rugi perusahaan dagang juga berbeda dengan laporan perusahaan dagang. Biaya dalam perusahaan dagang dibagi menjadi dua kelompok yaitu biaya yang melekat pada barang dagangan yang terjual yang disebut biaya operasi. Harga pokok penjualan sendiri sebenarnya merupakan biaya operasi lainnya. Penjualan dikurangi dengan harga pokok penjualan merupakan laba yang berasal dari penjualan yang dikenal dengan istilah laba kotor penjualan.

Pada saat terjadi penjualan sebenarnya terjadi dua peristiwa yaitu pertama terjadinya pendapatan yang disebut penjualan yang mempunyai akibat menambah modal dan yang kedua keluarnya barang dagangan sebagai harga pokok penjualan yang mempunyai akibat mengurangi modal karena sifatnya sebagai biaya. Bila pada saat penjualan keluarnya barang dagangan sebagai harga pokok tidak dihitung dan dicatat dan baru akan dicatat pada akhir periode sebagai penyesuaian maka dikatakan bahwa perusahaan menggunakan sistem persediaan fisik atau periodik (physical or periodical inventory system). Sedangkan bilangan pada tiap kali terjadi penjualan harga pokok barang yang ke luar dicatat maka dikatakan bahwa perusahaan menggunakan sistem persediaan kontinu atau buku/perpetual or book inventory system

Kegiatan Belajar 2: Jurnal Khusus (Special Journal)
Pada umumnya di dalam perusahaan banyak terjadi transaksi yang sifatnya rutin dan frekuensi terjadinya sangat tinggi. Transaksi rutin ini biasanya meliputi: penjualan kredit, pembelian kredit, penerimaan kas, pengeluaran kas dan sebagainya. Dengan buku jurnal dua kolom ternyata pencatatan transaksi rutin menjadi tidak efisien dan tidak praktis, terutama dalam hal posting dari buku jurnal ke buku besar. Karena itu transaksi rutin yang sering terjadi sebaiknya dicatat dalam buku jurnal tersendiri yang disebut dengan buku jurnal khusus. Dengan adanya jurnal khusus maka biasanya ada beberapa akun yang memerlukan perincian misalnya Piutang Dagang dan Utang Dagang. Akun-akun untuk perincian ini membentuk satu buku besar tersendiri yang disebut dengan buku besar pembantu (subsidiary ledger), sedangkan buku besar yang akan digunakan untuk menyusun daftar saldo disebut dengan buku besar kendali (controlling account)

Jurnal khusus yang biasanya memiliki oleh suatu perusahaan dagang antara lain:

  1. Jurnal Penjualan (Sales Journal).
  2. Jurnal Pembelian (Purchase Journal).
  3. Jurnal Penerimaan Kas (Cash Receipt Journal).
  4. Jurnal Pengeluaran Kas (Cash Disbursment Journal).
  5. Jurnal Retur dan Keringanan Penjualan (Sales Return and Allowance Journal).
  6. Jurnal Retur dan Keringanan Pembelian (Purchase Return and Allowance Journal).

Transaksi yang tidak dapat dicatat dalam buku jurnal di atas akan dicatat dalam buku Jurnal umum (General Journal) yang dapat merupakan buku jurnal biasa (dua kolom) atau berkolom banyak (columnar journal).

Tentu saja tiap perusahaan tidak harus menyediakan seluruh jurnal khusus di atas tetapi harus disesuaikan dengan kebutuhan. Suatu perusahaan mungkin cukup mempunyai satu jurnal yaitu jurnal umum saja karena transaksi yang terjadi masih sederhana. Bila perusahaan makin maju dan transaksinya makin kompleks maka mungkin diperlukan beberapa jurnal khusus. Yang jelas adalah bahwa suatu perusahaan selalu menyediakan jurnal umum.

 

MODUL 6 : AKUNTANSI UNTUK PERSEKUTUAN

Kegiatan Belajar 1: Pembentukan Persekutuan dan Pembagian Laba atau Rugi Persekutuan
Perbedaan pokok antara perusahaan perseorangan dan persekutuan adalah dalam masalah transaksi modal. Oleh karena persekutuan merupakan perusahaan milik beberapa orang maka laba yang diperoleh juga harus dibagikan kepada seluruh pemilik. Ada berbagai cara dalam pembagian laba atau rugi ini. Agar tidak menimbulkan kesulitan di kemudian hari sebaiknya perjanjian pembagian laba harus diuraikan dengan jelas dalam bentuk tertulis. Bila tidak ada perjanjian yang menyangkut masalah pembagian laba atau rugi, maka dianggap pembagian laba atau rugi dilakukan dengan perbandingan yang sama.

Bila persekutuan dibentuk dari perusahaan yang sebelumnya sudah berjalan, biasanya nilai buku aktiva dari perusahaan sebelumnya menjadi tidak relevan lagi. Oleh karena itu pada umumnya nilai buku tersebut harus disesuaikan lebih dahulu. Persekutuan cukup mencatat nilai aktiva yang baru (yang disetujui bersama), tidak perlu memperhatikan harga perolehan aktiva ketika dulu dibeli oleh perusahaan sebelum menjadi persekutuan. Harga perolehan aktiva bagi persekutuan yaitu harga pada saat aktiva tersebut menjadi hak persekutuan.

Secara umum ciri-ciri persekutuan adalah:

  1. umur atau jangka waktu persekutuan terbatas
  2. tanggung jawab anggota yang tidak terbatas
  3. kepemilikan harta bersama
  4. partisipasi dalam pembagian laba atau rugi; dan
  5. perjanjian tertentu.

Kegiatan Belajar 2: Akuntansi untuk Pembubaran Persekutuan dan Likuidasi Persekutuan
Salah satu sifat utama dari bentuk organisasi persekutuan adalah usianya yang terbatas. Setiap perubahan anggota persekutuan akan mengakibatkan pembubaran persekutuan. Dengan demikian masuknya anggota sekutu baru, keluarnya anggota sekutu lama dan meninggalnya salah seorang anggota persekutuan, akan membubarkan persekutuan yang ada.

Masuknya sekutu dalam persekutuan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:

  1. dengan cara membeli hak pemilik sekutu lama;
  2. dengan cara menyetorkan aktiva kepada persekutuan.

Perbedaan cara penerimaan sekutu baru akan mengakibatkan perbedaan dalam akuntansi. Pada cara pertama transaksi penerimaan sekutu baru hanya dilakukan dengan memindahkan akun modal sekutu lama ke akun sekutu baru. Dengan demikian tidak terjadi perubahan struktur aktiva maupun struktur modal. Pada cara kedua persekutuan akan mencatat penambahan aktiva dan penambahan modal. Jumlah aktiva yang dicatat tidak harus sama dengan jumlah modal sekutu baru. Adakalanya setoran modal dicatat lebih rendah atau lebih tinggi sehingga menimbulkan goodwill yang akan diberikan kepada sekutu lama atau sekutu yang baru masuk. Umumnya bila persekutuan akan menerima anggota baru diadakan penyesuaian lebih dahulu terhadap akun-akun yang ada. Sehingga buku besarnya dapat mencerminkan harga aktiva secara lebih layak. Laba atau rugi yang timbul karena adanya penilaian kembali ini kemudian akan dibagikan kepada para sekutu lama.

Bila persekutuan mau menghentikan kegiatannya, maka biasanya akan menjual seluruh aktivanya. Hal ini dilakukan untuk memudahkan pembagian kekayaan kepada para anggotanya. Proses pembubaran perusahaan ini dikenal dengan proses likuidasi. Adapun langkah-langkah dalam proses likuidasi adalah:

  1. menyesuaikan dan menutup buku-buku yang ada;
  2. menjual seluruh aktiva nonkas (realisasi);
  3. melunasi seluruh utang perusahaan;
  4. mengembalikan modal kepada para sekutu.

Oleh karena tanggung jawab anggota persekutuan tidak terbatas maka bila ada salah seorang anggota sekutu yang modalnya negatif mereka tetap harus menutup jumlah modal yang negatif tersebut. Seandainya sekutu tersebut dalam keadaan bangkrut, maka sekutu yang masih mampu harus menanggung defisit sekutu tersebut.

 

MODUL 7 :AKUNTANSI UNTUK PERSEROAN I

Kegiatan Belajar 1: Perseroan
Perseroan adalah badan hukum yang dapat memiliki harta kekayaan, menandatangani perjanjian, mengadakan utang-piutang dan hak serta kewajiban sebagaimana individu. Perseroan dikatakan sebagai perseroan tertutup bila saham-sahamnya hanya dimiliki oleh kalangan orang tertentu saja dan dikatakan sebagai perseroan terbuka kalau saham-sahamnya dapat dibeli oleh masyarakat bebas.

Modal saham perseroan dapat terdiri atas saham biasa dan saham prioritas (saham preferen). Saham prioritas adalah saham yang memiliki hak-hak lebih tertentu, seperti hak untuk memperoleh dividen lebih dahulu, hak suara, hak pembagian dividen yang pasti dan hak pembagian kekayaan lebih dahulu. Sehubungan dengan masalah pembagian dividen saham prioritas dapat dibedakan menjadi:

  1. Saham prioritas yang kumulatif, partisipasi.
  2. Saham prioritas yang kumulatif, non-partisipasi.
  3. Saham prioritas yang non-kumulatif, partisipasi.
  4. Saham prioritas yang non-kumulatif, non-partisipasi.

Ciri-ciri yang membedakan bentuk perusahaan perseroan dengan persekutuan adalah sebagai berikut.

Perseroan merupakan badan hukum tersendiri, oleh sebab itu tanggung jawab harta kekayaan dan utang ada di tangan perseroan itu sendiri. Oleh karena itu, pemilik perseroan hanya bertanggung jawab terhadap jumlah uang yang telah ditanamkan di perseroan tersebut. Dalam hal ini tidak ada tanggung jawab renteng. Hak pemilikan perseroan yang ditandai dengan surat saham dapat dengan mudah dipindahtangankan, dengan demikian pemilikan perseroan lebih luwes dibandingkan dengan persekutuan. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa laba yang dibagikan kepada para pemilik akan dikenakan pajak dua kali. Pertama, pada saat laba diperoleh perseroan akan dikenakan pajak penghasilan untuk perseroan dan kedua, pada saat laba diterima pemegang saham akan dikenakan pajak penghasilan atas nama pemegang saham pribadi. Selain itu perseroan pada umumnya dikenakan peraturan-peraturan pemerintah yang lebih banyak dibandingkan dengan persekutuan atau perusahaan perseorangan. Namun bentuk perseroan lebih disukai oleh perusahaan-perusahaan besar dibandingkan dengan bentuk perusahaan yang lain.

Kegiatan Belajar 2: Transaksi Modal
Perseroan adalah merupakan badan hukum. Oleh sebab itu perseroan dapat bertindak (melakukan transaksi) atas namanya sendiri. Perseroan dapat memiliki aktiva atas nama sendiri dan perseroan dapat berutang juga atas namanya sendiri. Tanggung jawab pemilik (pemegang saham) terbatas pada jumlah uang yang telah mereka setorkan saja. Artinya bila suatu perseroan bangkrut, maka kreditur tidak berhak menagih (menuntut) harta pribadi pemilik perseroan. Pada umumnya pemilikan saham perseroan lebih mudah untuk diperjualbelikan tidak seperti halnya pada pemilikan dalam persekutuan.

Modal perseroan terdiri atas saham-saham, saham-saham ini dapat dibedakan menurut jenisnya yang dapat diikhtisarkan sebagai berikut.

. . . . . ada tabelnya . . .

Penyajian modal saham dalam neraca harus dapat menjelaskan berapa jumlah modal saham statutairnya dan berapa jumlah yang telah ditempatkan. Akun modal dalam perseroan dapat dibedakan menjadi:

  1. jumlah nominal saham;
  2. jumlah kelebihan setoran di atas nominalnya (agio saham); dan
  3. jumlah laba yang belum dibagikan kepada para pemegang saham.

Bila perseroan menerbitkan saham tanpa nilai nominal maka harus ditentukan jumlah (nilai) yang ditetapkan. Nilai yang ditetapkan ini dianggap sebagai nilai nominalnya. Pada saat perseroan melakukan emisi saham, maka akun kas atau aktiva lain akan didebet, akun modal saham dikredit sebesar nominalnya (pari), dan kelebihan setoran dicatat dalam akun sendiri yang disebut akun agio saham.

Akun modal saham selain dipisahkan ke dalam akun modal saham dan agio saham juga harus diadakan akun modal untuk setiap jenis saham. Klasifikasi modal sendiri pada perseroan dapat dibedakan sebagai berikut.

… ada tabelnya …

 

Bila saham perseroan pada saat emisi ditukarkan dengan aktiva selain kas, maka aktiva yang diterima sebagai setoran tersebut dicatat sebesar harga pasarnya, selisih antara harga pasar aktiva tersebut dengan nominal saham dicatat sebagai agio atau disagio saham. Bila harga pasar aktiva tersebut tidak dapat ditentukan, aktiva tersebut dapat dicatat sebesar harga pasar dari saham perseroan pada saat pertukaran terjadi. Selisih harga pasar saham dengan nominalnya akan dicatat sebagai agio (disagio).

Dalam neraca selain disajikan jumlah modal secara keseluruhan, juga sering disajikan nilai buku per lembar saham. Nilai buku per lembar dihitung dengan cara membagi alokasi modal sendiri ke setiap jenis saham dengan jumlah lembar yang beredar untuk setiap jenisnya. Nilai buku ini menunjukkan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap harga pasar saham di bursa.

Biaya organisasi (biaya pendirian) adalah biaya-biaya yang dikeluarkan dalam rangka mendirikan perseroan. Biaya organisasi ini pada umumnya akan disajikan dalam neraca sebagai aktiva permanen. Bila dirasa biaya organisasi tidak akan bermanfaat, maka biaya organisasi diamortisasi dan dibebankan secara sistematis sebagai biaya.

 

MODUL 8 : AKUNTANSI UNTUK PERSEROAN II

Kegiatan Belajar 1: Klasifikasi Modal
Klasifikasi modal saham dalam neraca harus diungkapkan dengan jelas. Penyajian modal saham dalam neraca harus mengungkapkan berapa jumlah modal dasar, modal yang ditempatkan dan modal yang ada dalam portofolio. Selisih antara jumlah yang disetor pemegang saham dengan nominal saham dicatat sebagai Premium Modal Saham. Nama lain dari akun ini adalah Agio Modal Saham. Akun Modal Sumbangan digunakan untuk menampung sumbangan-sumbangan yang diterima perseroan. Aktiva yang diterima sebagai sumbangan dinilai sebesar harga pasar dari aktiva tersebut ketika diterima perusahaan.

Adanya pendapatan yang tidak dikenakan sebagai pajak dan biaya yang tidak dianggap sebagai beban oleh peraturan pajak mengakibatkan besarnya pajak menurut perhitungan akuntansi dan perpajakan berbeda. Bila perbedaan ini diakibatkan karena perbedaan waktu maka selisih yang terjadi dicatat dalam akun penangguhan utang PPh.

Sering kali terjadi untuk mencegah laba yang ditahan dibagikan sebagai dividen, perusahaan menyisihkan sebagian laba yang ditahan. Untuk penyisihan ini digunakan akun penyisihan laba yang ditahan (misalnya penyisihan untuk ekspansi) guna memindahkan jumlah dari akun laba yang ditahan ke akun penyisihan ini.

Kegiatan Belajar 2: Jenis Dividen
Perusahaan dapat membagikan dividen dalam bentuk kas, aktiva lain, atau saham bonus. Hal yang perlu diperhatikan dalam pembagian dividen adalah masalah:

  1. Kapan utang dividen harus dicatat.
  2. Kepada siapa dividen akan diterimakan.
  3. Kapan pembayaran dividen akan dilakukan.

Agar perusahaan dapat membagikan dividennya, maka perusahaan tersebut harus:

  1. Mempunyai saldo laba yang ditahan cukup besar.
  2. Jumlah kas yang cukup.
  3. Memutuskan secara resmi tentang pembagian dividen.

Dividen tunai tidak boleh dibagikan kepada pemilik saham treasury sedangkan dividen saham dapat dibagikan kepada pemilik saham treasury dapat pula tidak. Pembagian dividen tunai akan menyebabkan laba yang ditahan berkurang dan aktiva perusahaan berkurang. Sedangkan pembagian dividen saham tidak akan mengurangi jumlah modal saham. Pembagian ini hanya akan mengakibatkan perubahan bentuk modal dari laba yang ditahan menjadi modal saham. Pemecahan saham adalah usaha perseroan untuk menurunkan harga pasar sahamnya dengan cara menambah jumlah lembar saham yang beredar. Penambahan ini dilakukan dengan cara menurunkan nilai nominal saham. Kejadian ini tidak akan mempengaruhi bentuk susunan modal dan untuk itu tidak perlu dicatat dalam pembukuan.

  1. Bila dalam perseroan terdapat akun penyisihan, maka laporan laba yang ditahan dibagi menjadi dua bagian:
  2. menjelaskan bagian laba yang ditahan yang disisihkan, dan
  3. menjelaskan bagian laba yang penggunaannya tidak dibatasi. Jumlah dari kedua bagian ini kemudian disajikan dalam neraca.

 

MODUL 9 : AKUNTANSI UTANG JANGKA PANJANG DAN INVESTASI

Kegiatan Belajar 1: Konsep Nilai Tunai
Konsep nilai tunai timbul karena orang lebih suka memiliki uang pada saat sekarang daripada memiliki sejumlah uang pada masa yang akan datang. Hal ini disebabkan karena alasan atau motivasi (1) transaksi, (2) berjaga-jaga (likuiditas), dan (3) spekulasi. Uang yang dimiliki sekarang sudah pasti sehingga dapat digunakan untuk melakukan transaksi, membayar kalau ada tagihan dan diinvestasikan ke bank atau bisnis lain yang menguntungkan. Oleh sebab itu, sejumlah uang yang sama di masa akan datang akan mempunyai nilai lebih rendah bila dihitung nilainya pada saat sekarang. Nilai tunai dihitung dengan mendiskontokan nilai yang akan datang (Future Value) dengan tingkat diskonto yang menyamakan preferensi seseorang terhadap nilai yang akan datang dengan nilai tunai. Secara matematika persamaan nilai tunai dapat digambarkan sebagai berikut.
PV = Present Value
FV = Future Value
r = return atau diskonto
atau dalam rumus umum sebagai berikut:

di mana,
Po = nilai tunai (nilai sekarang)
Pn = nilai uang pada akhir periode ke n
i = tingkat diskonto (bunga)
Untuk menghitung nilai tunai dapat menggunakan tabel bunga yang berisi nilai dari

Dengan tabel tersebut kita dapat dengan mudah menghitung nilai tunai.

Kegiatan Belajar 2: Utang Jangka Panjang (Long Term Debt)
Pada prinsipnya utang obligasi dicatat sebesar harga pokoknya (costnya) yaitu harga yang terjadi pada saat transaksi. Bila harga pokok utang obligasi berbeda dengan nominalnya, maka selisihnya dicatat dalam akun tersendiri, yaitu akun diskonto atau premium obligasi. Akun ini adalah bagian dari akun utang obligasi. Oleh sebab itu dalam penyajiannya di neraca digabungkan dengan akun utang obligasi.

Diskonto obligasi terjadi bila tingkat bunga obligasi lebih kecil daripada tingkat bunga efektif pada saat obligasi tersebut dikeluarkan. Dan sebaliknya premium utang obligasi terjadi bila tingkat bunga obligasi lebih tinggi daripada tingkat bunga efektifnya. Diskonto dan premium ini harus diamortisasi dan dibebankan sebagai beban bunga selama umur obligasi. Dalam hal ini perusahaan dapat menggunakan salah satu dari dua metode amortisasi yaitu garis lurus dan bunga efektif.

Utang obligasi dapat dilunasi sebelum jatuh temponya (ditebus). Bila harga tebusan tidak sama dengan nilai bukunya, maka penebusan utang obligasi ini akan menimbulkan laba atau rugi penebusan utang obligasi. Bila laba atau rugi penebusan utang jangka panjang ini jumlahnya cukup tinggi, maka jumlah tersebut dalam laporan laba rugi disajikan dalam pos-pos luar biasa. Jumlah yang disajikan adalah jumlah bersihnya, dikurangi pajak penghasilan.

Kegiatan Belajar 3: Investasi Saham dan Obligasi (Debt and Equity Investments)
Investasi dapat dibedakan menjadi investasi jangka pendek dan investasi jangka panjang. Untuk membedakannya investasi jangka pendek dicatat dalam akun surat-surat berharga atau efek, sedangkan investasi jangka panjang dicatat dalam akun investasi. Bentuk investasi dapat berupa deposito, reksadana, obligasi pemerintah, dan obligasi atau saham dari perusahaan lain. Untuk tujuan penilaian investasi diklasifikasikan sebagai (1) trading securities, (2) available for sale securities, dan (3) held to maturity securities.

Dalam investasi saham, bila jumlah saham yang dibeli dari suatu perusahaan 20% atau lebih, maka perusahaan harus menggunakan metode pencatatan pemilikan (equity method). Dalam metode ini saldo akun investasi akan berfluktuasi, yaitu di debet untuk bagian laba yang diperoleh perusahaan anak dan di kredit untuk bagian dividen yang diumumkan perusahaan anak. Selain itu juga di kredit bila ternyata perusahaan anak mengalami kerugian. Metode pencatatan yang lain, adalah metode harga pokok perolehan (cost method). Dalam metode ini jumlah atau saldo akun investasi akan tetap sama besarnya. Akun investasi hanya berubah bila terjadi pembelian atau penjualan investasi saja. Metode ini diterapkan kalau jumlah kepemilikan saham kurang dari 20% dari jumlah saham yang beredar.

Pencatatan investasi dalam obligasi merupakan kebalikan dari pencatatan pengeluaran obligasi. Hanya saja dalam pencatatan investasi obligasi tidak dikenal akun diskonto atau premium, namun demikian diskonto atau premium obligasi ini juga diamortisasi sampai dengan tanggal jatuh tempo obligasi yang bersangkutan.

Untuk menentukan besarnya amortisasi setiap bulan atau setiap enam bulan, perusahaan dapat menggunakan salah satu dari dua metode yang ada yaitu: metode garis lurus atau metode bunga efektif.

 

MODUL 10 :AKUNTANSI MANAJEMEN 1 (SISTEM AKUNTANSI BIAYA PESANAN)

Kegiatan Belajar 1: Akuntansi Manajemen
Dalam perusahaan manufaktur dikenal tiga macam persediaan, yaitu:

  1. Persediaan bahan baku berupa bahan yang tersedia untuk diproses menjadi produk jadi.
  2. Persediaan barang dalam proses, berupa barang yang pada akhir suatu periode tertentu (biasanya pada akhir tahun buku) belum selesai diproses, belum menjadi produk jadi dan masih memerlukan proses produksi lebih lanjut.
  3. Persediaan produk jadi, berupa barang-barang yang siap untuk dijual atau dipasarkan.

Selain kegiatan perdagangan, perusahaan manufaktur mempunyai kegiatan pokok proses produksi yang memerlukan tiga unsur biaya yaitu: biaya bahan langsung, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik. Untuk menjalankan fungsi pokok manajemen (fungsi perencanaan, fungsi pengarahan dan pemotivasian serta fungsi pengendalian) manajemen memerlukan banyak informasi. Salah satu informasi yang amat penting adalah informasi biaya termasuk informasi biaya produksi. Informasi biaya produksi disajikan laporan harga pokok produksi. Laporan harga pokok produksi ini jumlah totalnya akan disajikan dalam laporan laba rugi.

Kegiatan Belajar 2: Sistem Akuntansi Biaya Pesanan
Dalam sistem akuntansi biaya pesanan (job-order-cost system) informasi yang disajikan dari sistem ini adalah informasi biaya proses produksi untuk setiap pesanan. Informasi ini disajikan dalam kartu biaya pesanan (job-order-cost sheet). Sedangkan informasi biaya proses produksi secara kolektif dicatat dalam akun barang dalam proses.

Hal penting lain dalam sistem akuntansi biaya pesanan adalah alokasi biaya overhead pabrik. Pada umumnya sulit untuk menelusuri terjadinya biaya overhead pabrik ke setiap pesanan. Biaya overhead pabrik merupakan biaya bersama, artinya biaya untuk kepentingan semua pesanan. Oleh karena itu timbul masalah pembebanan biaya overhead pabrik ke setiap pesanan yang ada. Namun masalah ini dapat diselesaikan dengan menggunakan tarif di muka. Penggunaan tarif ini akan memudahkan dalam penghitungan biaya produksi untuk setiap pesanan yang sedang dikerjakan atau selesai diproses.

Namun demikian penggunaan tarif akan menimbulkan masalah baru, yaitu apabila biaya overhead yang sesungguhnya terjadi tidak sama dengan yang dibebankan ke proses produksi, sehingga timbul masalah lebih atau kurang pembebanan (over-under applied). Untuk alasan kepraktisan, kelebihan atau kekurangan pembebanan ini dialokasikan harga pokok penjualan. Seharusnya selisih ini dialokasikan ke persediaan barang dalam proses, persediaan barang jadi, dan harga pokok penjualan berdasarkan jumlah rupiah masing-masing. Namun biasanya proporsi harga pokok penjualan jauh lebih besar dari persediaan barang dalam proses dan barang jadi. Jadi alokasi ke persediaan barang dalam proses dan barang jadi jumlahnya tidak material (berarti).

Pengertian akun induk dan akun-akun dalam buku besar pembantu juga digunakan dalam sistem akuntansi biaya pesanan ini, yaitu dengan digunakannya akun barang dalam proses dan kartu pesanan. Akun barang dalam proses berfungsi akun kendali (controlling account), sedangkan kartu biaya pesanan sebagai akun pembantu (subsidiary account). Pada akhir periode akumulasi akun pembantu harus sama dengan jumlah yang ada di akun kendali.

Bagaimana cara membuat tarif biaya overhead pabrik? Pada dasarnya sangat sederhana. Langkah-langkah yang harus dilakukan sebagai berikut.

  1. Menaksir jumlah biaya overhead pabrik untuk satu periode yang akan datang periode yang akan dijalani.
  2. Menaksir jumlah kegiatan yang akan dihubungkan dengan alokasi biaya overhead pabrik umumnya jumlah jam tenaga kerja langsung atau jumlah upah langsung selama periode yang sama dengan butir 1.
  3. Menentukan tarif sebagai berikut.
  4. Tentukan pembebanan lebih atau kurang untuk Departemen 1 beserta jumlahnya.
  5. Sama dengan pertanyaan no. 4 di atas bagi Departemen 2.

 

MODUL 11 : AKUNTANSI MANAJEMEN II (SISTEM AKUNTANSI BIAYA PROSES)

Kegiatan Belajar 1: Akuntansi Manajemen II (Sistem Akuntansi Biaya Proses dan Akuntansi Manajemen Modern)
Sistem akuntansi biaya proses cocok diterapkan pada perusahaan-perusahaan yang proses produksinya kontinu dan masal dan produknya relatif homogen. Biaya produksi yang terjadi dibebankan pada setiap departemen produksi untuk periode tertentu. Pada periode tertentu diadakan penentuan biaya produksi per unit dengan menyusun laporan biaya produksi.

Laporan biaya produksi terdiri atas tiga tahap (1) membuat skedul kuantitas yang menggambarkan aliran unit fisik, (2) menghitung unit produksi setara, (3) menghitung biaya produksi per unit, dan (3) membuat skedul rekonsiliasi biaya produksi.

Biaya produksi per unit dihitung dengan membagi biaya yang terjadi pada departemen tertentu dengan jumlah unit yang dihasilkan departemen tersebut dalam periode tertentu, biasanya satu bulan. Bila dalam pabrik terdapat departemen pembantu, yaitu departemen yang tidak secara langsung ikut melakukan proses produksi, maka biaya yang terjadi di departemen pembantu tersebut dialokasikan ke departemen produksi yang menikmati jasanya. Dasar alokasi yang digunakan adalah besarnya manfaat yang diterima oleh masing-masing departemen produksi.

Bila dalam Departemen Produksi terdapat persediaan barang dalam proses, maka sebelum menghitung biaya pengolahan per unit harus dihitung terlebih dahulu unit ekuivalen produksi. Unit ekuivalen produksi adalah jumlah unit yang seharusnya diproduksi seandainya tidak terdapat persediaan barang dalam proses awal maupun proses akhir. Setelah itu barulah biaya pengolahan per unit ekuivalen produksi dengan cara membagi pengolahan dengan unit ekuivalen produksi.

Kegiatan Belajar 2: Akuntansi Manajemen Modern (Just In-Time Processing dan Activity Based Costing)
Perkembangan teknologi informasi memungkinkan penyediaan informasi yang akurat dan segera. Hal ini mengurangi ketidakpastian yang dijadikan dasar sistem biaya tradisional. Karena informasi yang akan datang menjadi lebih pasti, maka dikembangkanlah sistem processing tepat waktu atau dikenal dengan just in time processing. Proses produksi yang dulu didasarkan pada sistem dorong (push approach) berubah menjadi sistem tarik (pull approach). Cara ini akan mengurang secara signifikan jumlah persediaan yang ada, sehingga akan menghemat biaya produksi. Selain ini JIT juga dapat memperbaiki keputusan manajemen.

Pada perusahaan yang menghasilkan produk lebih dari satu macam, sering kali saat mengalokasikan biaya overhead dengan tarif tradisional dapat menyebabkan distorsi harga. Biaya produksi untuk produk yang dihasilkan dapat overstated atau understated sehingga dapat mengakibatkan kesalahan di dalam penentuan harga yang akhirnya akan merugikan perusahaan. Untuk mengatasi ini perusahaan dapat menerapkan activity based costing (ABC) yang dapat memberikan informasi biaya yang lebih akurat dan relevan. Sistem ABC didasarkan pada pemikiran bahwa yang menimbulkan biaya adalah aktivitas atau kegiatan. Oleh sebab itu, alokasi biaya overhead pabrik harus didasarkan pada aktivitas. Produk yang memakai aktivitas yang banyak harus memperoleh alokasi yang lebih banyak dibandingkan pada produk yang menggunakan aktivitas lebih sedikit. Sistem ABC juga menyadarkan para manajer bahwa menyebabkan biaya adalah aktivitas, bukan produk. Sistem ABC dapat diterapkan baik pada perusahaan yang memakai sistem biaya pesanan maupun sistem biaya proses.

MODUL 12 : SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DAN PENGENDALIAN INTERN

Kegiatan Belajar: Sistem Informasi Akuntansi
Sistem akuntansi terdiri atas metode dan prosedur untuk mencatat dan melaporkan informasi keuangan dari suatu perusahaan atau unit organisasi. Sistem akuntansi yang baik harus dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan perusahaan dan mempertimbangkan pengendalian intern di dalam perancangannya. Tahap sistem akuntansi terdiri atas analisis sistem, perancang sistem dan implementasi dan pengembangan sistem.

Elemen pengendalian intern terdiri atas lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi serta komunikasi dan pemantauan. Apabila kelima elemen ini ada pada suatu organisasi, maka tujuan pengendalian intern akan dapat dicapai dengan lebih baik. Tujuan pengendalian intern adalah menjamin (1) tercapainya tujuan perusahaan (2), keandalan laporan keuangan dan (3) dipatuhinya undang-undang dan peraturan yang berlaku.

Sistem akuntansi komputer memiliki tiga keunggulan dibandingkan dengan kemutakhiran informasi yang dihasilkan. Prinsip yang digunakan dalam sistem akuntansi komputer tidak berbeda dengan konsep yang digunakan dalam sistem akuntansi manual. Oleh sebab itu, biarpun penggunaan sistem akuntansi komputer semakin meluas, namun mempelajari sistem akuntansi manual masih diperlukan.

DAFTAR PUSTAKA

  • Ikatan Akuntan Indonesia. (2004). Standar Akuntansi Keuangan, Salemba Empat, Jakarta
  • Weygand, Kiesso dan Kimmel. (2005). Accounting Principles, seventh Edition, John Wiley & Sons, Inc.
  • Niswonger & Fees. (1977). Accounting Principles. Cincinnati, Ohio: South Western Publishing Co.
  • Slavin, Albert dan Reynold, Isaac N. (1975). Basic Accounting. Third Edition. Rinehart and Winston, Inc.
  • Thacker, Ronald J. (1979). Accounting Principles. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall Internasional.

File jetriwiyanto

(lebih…)

EKSI 4310 AUDITING 2

Posted: 16/12/2011 in Auditing

EKSI 4310 AUDITING 2
Prima Yusisari 3 sks / modul 1-9: ill.; 21 cm / Edisi 1
ISBN : 979011124X DDC : 657.45
Copyright (BMP) © Jakarta: Universitas Terbuka, 2007

Tinjauan Mata Kuliah

AUDITING II dengan Kode EKSI4310/3 SKS, sebagai bagian dari mata kuliah inti Program Studi S1 Akuntansi UT merupakan mata kuliah yang sangat penting untuk dikuasai oleh mahasiswa sebelum mengambil mata kuliah Laboratorium Auditing. Idealnya mata kuliah ini hanya dapat diambil jika mahasiswa telah menempuh mata kuliah AUDITING I dengan Kode EKSI4308/3 SKS.

Mata kuliah ini membahas pengujian substanstif dan saldo atas siklus pendapatan, pengeluaran, persediaan, personalia, investasi, pendanaan, dan saldo akun kas. Pada akhir pembahasan dikemukakan pula penyelesaian audit dan penerbitan opini. Mata kuliah ini ditutup dengan penyampaian wawasan jasa akuntan publik lainnya seperti jasa atestasi, penilaian struktur pengendalian intern dan jasa non atestasi. Setelah mempelajari 9 (sembilan) modul dalam mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu membandingkan laporan keuangan dengan prinsip akuntansi yang berterima umum. Secara khusus masing-masing modul memiliki tujuan pembelajaran sebagai berikut.
Modul 1. Audit Sampling : menerapkan penggunaan audit sampling pada pengujian pengendalian dan pengujian substantif.
Modul 2. Audit Siklus Pendapatan : menyelesaikan audit siklus pendapatan.
Modul 3. Mengaudit Siklus Pengeluaran : melakukan pengauditan siklus pengeluaran, baik dengan pengujian pengendalian maupun pengujian substantif.
Modul 4. Audit Siklus Produksi dan Siklus Personalia : menerapkan program audit untuk pengujian pengendalian terhadap transaksi manufaktur, aktivitas fisik penghitungan persediaan dan siklus personalia.
Modul 5. Audit Siklus Investasi : menerapkan program pengujian substantif pada siklus investasi.
Modul 6. Audit Siklus Pendanaan : menerapkan program pengujian pada siklus pendanaan.
Modul 7. Audit Atas Saldo Akun Kas : melakukan pemeriksaan saldo akun kas.
Modul 8. Penyelesaian Audit dan Tanggung Jawab Auditor Pasca Audit :menyelesaikan audit berupa rancangan laporan audit dan opini atas laporan keuangan klien.
Modul 9. Jasa Akuntan Publik Lain dan Jenis Pelaporan Akuntansi Lainnya : melakukan jasa akuntan publik lainnya.
Desain Instruksional AUDITING II dengan Kode EKSI4310/ 3 SKS disajikan sebagai berikut.

 

MODUL 1 : AUDIT SAMPLING

Kegiatan Belajar 1 : Audit Sampling pada Pengujian Pengendalian (Test of Control)
Audit sampling digunakan sebagai aplikasi prosedur audit dengan cara melakukan pengujian terhadap sebagian bukti (baik itu terhadap saldo akun maupun terhadap kelompok transaksi) untuk membuat kesimpulan mengenai karakteristik seluruh bukti.

Pelaksanaan pengujian, yang terdiri dari 2 (dua) pengujian yaitu (1) pengujian pengendalian (test of control) dan (2) pengujian substantif (substantive test). Pengujian pengendalian adalah prosedur audit yang dilaksanakan untuk menentukan efektivitas desain dan/atau operasi pengendalian intern. Sedangkan pengujian subtantif adalah pengujian yang mengungkapkan kekeliruan atau salah saji moneter dalam pencatatan dan pelaporan transaksi (test of transaction) dan saldo akun (test of balance).

Ketika audit sampling digunakan untuk memenuhi standar pekerjaan lapangan, perlu diketahui bahwa ketidakpastian (uncertainties) dipacu oleh 2 (dua) faktor yaitu (1) yang berhubungan langsung dengan penggunaan sampel (sampling risk, atau risiko sampel) dan (2) yang tidak berhubungan dengan sampel (nonsampling risk, atau risiko nonsampel).

Dalam melaksanakan pengujian audit, seorang auditor dapat menggunakan sampel nonstatistik atau sampel statistik atau kedua-duanya. Persamaan antara sampel nonstatistik dan sampel statistik adalah:

1.      Keduanya membutuhkan keahlian dan pengalaman dalam pertimbangan perencanaan audit sampling, dalam pelaksanaan audit sampling, juga dalam mengevaluasi hasilnya.

2.      Keduanya memberikan bahan bukti audit yang cukup/layak (sufficient evidential matter).

3.      Keduanya merupakan subjek dari risiko sampling dan risiko nonsampling.

Sampling nonstatistik pada pengujian atas pengendalian (TOC) dilakukan dengan:

1.      Pengujian Prosedur Pengendalian Komputer yang Telah Terprogram.

2.      Pengujian Prosedur Pengendalian Komputer Secara Umum.

3.      Pengujian Prosedur Tindak Lanjut.

4.      Pengujian Pengendalian Manajemen.

 

Kegiatan Belajar 2 : Audit Sampling Terhadap Pengujian Substantif (Substantive Test)
Variabel sampling adalah teknik statistik yang digunakan oleh auditor untuk menguji kewajaran suatu jumlah atau saldo dan untuk mengestimasi jumlah rupiah suatu saldo akun atau kuantitas yang lain. Variabel sampling untuk memperkirakan saldo suatu akun digunakan oleh auditor dalam kondisi, yaitu: (1) jika klien tidak menyajikan suatu jumlah yang dapat dianggap benar dan (2) jika suatu saldo akun ditentukan dengan sampling statistik.

Pengujian sampel terhadap pengujian substantif terdiri atas:

1.      Pengujian substantif atas transaksi (substantive test of detail of transaction, selanjutnya ditulis TOT).

2.      Pengujian substantif atas saldo (substantive test of detail of balance, selanjutnya ditulis TOB).

Pengujian dan pengambilan sampel dalam pengujian subtantif baik dengan cara nonstatistik dan statistik dilakukan melalui 7 (tujuh) tahap, yaitu sebagai berikut:

1.      Penentuan tujuan pengambilan sampel.

2.      Penentuan populasi dan unit sampling.

3.      Penentuan Pengendalian Berbagai Kepentingan dan Bahan Bukti Keefektifan Proses Operasi Perusahaan.

4.      Penentuan besarnya sampel.

5.      Penentuan metode pemilihan sampel.

6.      Pemeriksaan sampel.

7.      Evaluasi hasil belajar.

 

MODUL 2 : AUDIT SIKLUS PENDAPATAN

Kegiatan Belajar 1 : Pengujian Atas Pengendalian Intern
Tujuan audit siklus pendapatan adalah untuk memperoleh bukti kompeten yang cukup tentang tiap asersi manajemen yang signifikan dalam laporan keuangan. Pada siklus pendapatan risiko pengendalian yang muncul umumnya karena tekanan pada manajemen untuk menampilkan performa pendapatan yang lebih baik dari entitas lain, keinginan melebihsajikan atau merendahsajikan kas, piutang, atau piutang tak tertagih untuk kepentingan likuiditas. Selain itu kesalahan karena tingginya transaksi dalam siklus pendapatan, standar akuntansi dan klasifikasi akun-akun dalam siklus pendapatan yang tidak tepat memungkinkan munculnya risiko pengendalian. Dokumen-dokumen yang sering digunakan dalam memproses transaksi penjualan, khususnya yang kredit antara lain order pelanggan, arder penjualan, dokumen pengiriman, faktur penjualan, daftar harga yang diotorisasi, buku besar pembantu piutang, berkas transaksi penjualan, jurnal penjualan dan laporan penjualan bulanan. Fungsi-fungsi yang terlibat dalam transaksi penjualan kredit adalah bagian penerimaan order pelanggan, persetujuan kredit, pemenuhan order penjualan, pengiriman order penjualan, penagihan pelanggan, dan pencatatan transaksi penjualan.

Kegiatan Belajar 2 : Transaksi Penerimaan Kas dan Penyesuaian Penjualan
Penerimaan kas berasal dari berbagai aktivitas. Misalnya, kas yang diterima dari transaksi pendapatan, pinjaman jangka pendek dan jangka panjang, penerbitan saham, dan penjualan surat berharga, investasi jangka panjang, dan aktiva lainnya. Dokumen dan catatan yang digunakan dalam memproses penerimaan kas terdiri dari nota pembayaran (remittance advice), daftar penerimaan kas yang disiapkan sebelumnya (prelisting of cash receipt), lembar perhitungan kas (cash count sheet), ringkasan kas harian (daily cash summary), slip penyimpanan yang divalidasi (validated deposit slip), berkas transaksi penerimaan kas (cash receipt transaction file), dan jurnal penerimaan kas (cash receipt journal). Pemrosesan penerimaan kas dari penjualan tunai dan kredit melibatkan fungsi-fungsi penerimaan kas, penyimpanan kas di bank, dan pncatatan penerimaan

Faktor-faktor yang mungkin memotivasi manajemen untuk salah saji dalam asersi siklus penerimaan kas antara lain penjualan tunai mungkin tidak dicatat sengaja dilakukan dalam rangka pencurian kas, penerimaan kas melalui surat mungkin hilang atau salah diakui setelah penerimaan, uang dan cek yang diterima untuk disimpan mungkin tidak sesuai dengan lembar perhitungan kas dan prelist, kas mungkin tidak disetor setiap hari sebagai upaya menumpuk kas pada pemegang kas untuk keuntungan pribadi, nota pembayaran mungkin tidak sesuai dengan prelist, beberapa penerimaan mungkin tidak dicatat karena banyaknya transaksi penerimaan kas yang dokumennya mungkin tidak langsung disimpan atau dicatat secara rapi, kekeliruan mungkin dilakukan dalam menjurnal penerimaan, dan penerimaan kas mungkin dimasukkan ke akun pelanggan yang salah.

Tujuan audit penerimaan kas adalah untuk meyakinkan bahwa posisi kas pada tanggal neraca benar-benar ada dan merupakan milik perusahaan (existence and ownership), semua transaksi penerimaan kas telah dicatat dengan lengkap dan merupakan transaksi yang sah (completeness, kas di bank seperti dinyatakan dalam rekonsiliasi telah dijumlahkan dengan benar dan sesuai dengan buku besar (mathematical accuracy), kas di bank seperti dinyatakan dalam rekonsiliasi adalah absah dan benar (validity and valuation), transaksi penerimaan kas dicatat dalam periode yang tepat (cutt-off), dan kas telah diungkapkan dengan benar (disclosure).

Transaksi penyesuaian penjualan meliputi fungsi-fungsi persetujuan diskon, persetujuan retur dan pengurangan penjualan, dan penentuan piutang tak tertagih. Salah saji yang potensial berasal dari kekeliruan dan ketidakteraturan dalam pemrosesan transaksi-transaksi ini. Perhatian utama adalah pada kemungkinan transaksi penyesuaian penjualan fiktif yang dicatat dalam pemrosesan penerimaan kas. Auditor harus memahami semua aspek yang relevan dari komponen struktur pengendalian intern dan menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi risiko salah saji tersebut.

Kegiatan Belajar 3 : Pengujian Substantif Atas Piutang Usaha
Standar akuntansi keuangan menggolongkan piutang menurut sumber terjadinya dalam dua kategori yaitu piutang usaha dan piutang lain-lain. Piutang dinyatakan sebesar jumlah tagihan dikurangi dengan taksiran jumlah yang tidak dapat ditagih. Jumlah kotor piutang harus tetap disajikan pada neraca diikuti dengan penyisihan untuk piutang tidak dapat ditagih.

Perancangan pengujian substantive atas piutang usaha ini, pertama-tama auditor harus menentukan tingkat risiko deteksi (detection risk) yang dapat diterima untuk tiap asersi signifikan yang berhubungan. Penentuan risiko pengendalian untuk asersi piutang usaha tergantung pada penentuan risiko pengendalian yang terkait untuk kelas-kelas transaksi (penjualan kredit, penerimaan kas, dan penyesuaian kas) yang mempengaruhi saldo piutang usaha.

Beberapa tujuan pemeriksaan (audit objectives) dari piutang dapat dikemukakan sebagai berikut.

1.      mengetahui apakah terdapat pengendalian intern yang baik atas piutang dan transaksi penjualan, piutang dan penerimaan kas;

2.      memeriksa validitas (validity) dan otentitas (authenticity) dari piutang;

3.      memeriksa kolektibilitas (collectibility) piutang dan cukup tidaknya perkiraan allowance for bed debts (penyisihan piutang tak tertagih);

4.      mengetahui apakah ada kewajiban bersyarat (contingent liability) yang timbul karena pendiskontoan wesel tagih;

5.      memeriksa apakah penyajian piutang di neraca sesuai dengan prinsip akuntansi yang berterima umum (SAK).

MODUL 3 : MENGAUDIT SIKLUS PENGELUARAN

Kegiatan Belajar 1 : Pengujian Pengendalian pada Siklus Pengeluaran
Siklus pengeluaran terdiri dari 2 transaksi utama, yaitu transaksi pembelian dan transaksi pengeluaran kas. Dalam melakukan pengauditan atas kelas transaksi dan jumlah akun, perlu diperhatikan kategori asersinya yang terdiri dari: existence or occurance (keberadaan atau keterjadian), completeness (kelengkapan), right and obligations (hak dan kewajiban),, valuation or allocation (penilaian atau alokasi) dan presentation and disclosure (penyajian dan pengungkapan).

Dalam melakukan aktivitas kontrol pada transaksi pembelian, harus melakukan pertimbangan penaksiran atas risiko kontrol terhadap fungsi: permintaan barang dan jasa, penyiapan permintaan pembelian, penerimaan barang, penyimpanan barang sebagai persediaan, penyiapan voucher pembayaran dan pencatatan utang. Hal ini dilakukan untuk menentukan adanya salah saji potensial, aktivitas pengendalian yang diperlukan dan pengujian pengendalian yang dapat dilaksanakan.

Sedangkan untuk aktivitas kontrol pada transaksi pengeluaran kas, pertimbangan penaksiran atas risiko kontrol yang harus dilakukan adalah terhadap fungsi : pembayaran utang dan pencatatan pengeluran kas.

Pada penyusunan program audit, baik untuk transaksi pembelian maupun transaksi pengeluaran kas, harus berdasarkan asersi yang dituju, yaitu: keberadaan atau keterjadian, kelengkapan, dan penilaian atau alokasi.

Kegiatan Belajar 2 : Pengujian Substantif pada Siklus Pengeluaran
Pengujian substantif pada siklus pengeluaran dilakukan pada saldo utang, saldo aktiva tetap, dan saldo aktiva tidak berwujud. Dalam melakukan pengujian substantif ini, dimulai dari prosedur audit awal, prosedur analitik, pengujian terhadap transaksi rinci, pengujian terhadap saldo akun rinci dan diakhiri dengan verifikasi penyajian dan pengungkapan.

Utang terbagi atas 6 kelompok, yaitu:

1.      Utang usaha yang timbul dari transaksi pembelian bahan baku dan bahan penolong, suku cadang dan bahan habis pakai pabrik.

2.      Uang jaminan masuk bagi pelanggan.

3.      Utang yang timbul dari berlalunya waktu (accrued payable).

4.      Utang yang timbul kepada pihak ketiga karena perusahaan ditunjuk sebagai pemungut pajak atau iuran yang lain.

5.      Accrual yang timbul dari kegiatan usaha perusahaan.

6.      Utang lain yang diperkirakan akan dilunasi dalam jangka waktu pendek.

Yang termasuk dalam kelompok aktiva tetap adalah:

1.      Tanah, bangunan, peralatan perabotan, dan perlengkapan.

2.      Penyewaan tetap.

3.      Akumulasi depresiasi.

Aktiva tidak berwujud ini terbagi atas 2 kelompok, yaitu:

1.      Aktiva tidak berwujud yang eksistensinya dibatasi oleh hukum, peraturan, perjanjian atau karena sifat aktiva tidak berwujud itu sendiri, misalnya paten, lisensi, goodwill, hak cipta (copyright).

2.      Aktiva tidak berwujud yang eksistensinya tidak terbatas, di mana pada saat perolehannya tidak menunjukkan adanya keterbatasan eksistensinya, misalnya merek dan nama dagang, dan proses atau rumus rahasia.

Tujuan dari pengujian substansif atas saldo utang, saldo aktiva tetap, dan saldo aktiva tidak berwujud adalah:

1.      Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi.

2.      Membuktikan keberadaan dan keterjadian transaksi.

3.      Membuktikan kelengkapan transaksi yang dicatat dalam catatan akuntansi dan kelengkapan saldo yang disajikan di neraca.

4.      Membuktikan kewajiban klien atau kewajaran penilaian aktiva yang dicantumkan di neraca.

5.      Membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan saldo di neraca.

MODUL 4 : AUDIT SIKLUS PRODUKSI DAN SIKLUS PERSONALIA

Kegiatan Belajar 1 : Pengujian Pengendalian Siklus Produksi: Transaksi Manufaktur
Siklus produksi merupakan rangkaian aktivitas bisnis dan operasi pemrosesan data terkait yang terus terjadi yang berkaitan dengan pembuatan produk untuk mengubah bahan mentah menjadi barang jadi yang siap untuk dijual.

Siklus produksi mempengaruhi beberapa siklus lainnya, yaitu:

1.      Siklus pengeluaran dalam pembelian bahan baku dan biaya overhead lainnya.

2.      Siklus personalia dalam biaya tenaga kerja.

3.      Siklus pendapatan dalam penjualan barang jadi.

Program audit untuk pengujian pengendalian terhadap siklus produksi dibagi menjadi 2 (dua) kelompok yaitu:

1.      Program audit untuk pengujian pengendalian transaksi manufaktur.

2.      Program audit untuk pengujian pengendalian aktivitas penghitungan fisik persediaan.

Transaksi manufaktur merupakan transaksi pengolahan bahan baku menjadi produk jadi. Prosedur yang terkait dengan transaksi manufaktur adalah:

  • Order produksi.
  • Permintaan dan pengeluaran barang gudang.
  • Retur barang gudang.
  • Pencatatan biaya tenaga kerja.
  • Pencatatan pembebanan overhead pabrik serta biaya produk selesai.
  • Pencatatan biaya overhead pabrik sesungguhnya, biaya pemasaran, dan biaya administrasi dan umum.

Fungsi yang terkait dalam transaksi manufaktur adalah:

1.      Fungsi penjualan.

2.      Fungsi otorisasi produksi.

3.      Fungsi produksi.

4.      Fungsi perencanaan dan pengawasan produksi.

5.      Fungsi gudang.

6.      Fungsi akuntansi biaya.

7.      Fungsi akuntansi umum.

Dokumen yang biasa digunakan dalam transaksi manufaktur adalah:

1.      Surat Order Produksi.

2.      Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang.

3.      Kartu jam kerja.

4.      Bukti pengembalian barang ke gudang.

5.      Bukti Memorial (jurnal voucher).

6.      Bukti kas keluar.

7.      Laporan produk selesai.

  • Penyusunan program audit untuk pengujian pengendalian transaksi manufaktur dilaksanakan melalui beberapa tahap berikut ini:

1.      Pemahaman terhadap fungsi yang terkait dalam transaksi manufaktur.

2.      Pemahaman terhadap dokumen dan catatan yang terkait pada transaksi manufaktur.

3.      Penentuan kemungkinan salah saji potensial pada transaksi manufaktur.

4.      Penentuan aktivitas pengendalian untuk mendeteksi dan mencegah salah saji potensial pada transaksi manufaktur.

5.      Penentuan prosedur audit untuk mendeteksi efektivitas aktivitas pengendalian.

6.      Penyusunan program audit untuk pengujian pengendalian pada transaksi manufaktur.

 

Kegiatan Belajar 2 : Pengujian Pengendalian terhadap Aktivitas Penghitungan Fisik Persediaan & Pengujian Substantif terhadap Saldo Persediaan
Perbedaan jenis usaha akan menimbulkan perbedaan karakteristik persediaan. Pada perusahaan dagang, persediaan utamanya adalah persediaan barang dagangan, sedangkan pada perusahaan manufaktur, persediaan yang digunakan adalah persediaan bahan baku, persediaan dalam proses, persediaan suku cadang, persediaan bahan habis pakai, dan persediaan produk jadi.

Pengujian yang dilakukan oleh auditor berkaitan dengan persediaan adalah:

  • Pengujian pengendalian terhadap aktivitas penghitungan fisik persediaan.
  • Pengujian substantif terhadap saldo persediaan.

Sebelum menyusun program audit untuk pengujian pengendalian terhadap aktivitas penghitungan fisik persediaan, terdapat beberapa hal yang harus dipahami terlebih dahulu yaitu sistem pengendalian intern yang terkait dengan aktivitas tersebut meliputi:

Fungsi yang terkait dengan aktivitas penghitungan fisik persediaan yaitu:

  • Tim penghitungan fisik persediaan.
  • Fungsi akuntansi biaya.
  • Fungsi akuntansi umum.

Prosedur yang terkait dengan aktivitas penghitungan fisik persediaan yaitu:

  • Penghitungan fisik.
  • Kompilasi.
  • Penentuan kos persediaan.
  • Adjustment kos persediaan.

Dokumen yang terkait dengan aktivitas penghitungan fisik persediaan adalah:

  • Kartu penghitungan fisik.
  • Bukti memorial.
  • Daftar hasil penghitungan fisik.

Catatan akuntansi yang digunakan dalam aktivitas penghitungan fisik persediaan adalah:

  • Buku pembantu persediaan.
  • Jurnal umum.

Program audit untuk pengujian pengendalian terhadap aktivitas penghitungan fisik persediaan meliputi:

  • Mempelajari instruksi yang digunakan untuk penghitungan fisik persediaan.
  • Melakukan pengamatan terhadap penghitungan fisik persediaan.
  • Melakukan hitung uji (test count).
  • Melakukan pengujian kompilasi (compilation test).
  • Melakukan pengujian kos (pricing test).
  • Melakukan adjustment test.

Program audit untuk pengujian substantif terhadap saldo persediaan meliputi:

  • Melakukan prosedur audit awal.
  • Melakukan prosedur analitik.
  • Melakukan pengujian terhadap transaksi rinci.
  • Melakukan pengujian terhadap saldo akun rinci.
  • Melakukan verifikasi penyajian dan pengungkapan.

 

Kegiatan Belajar 3 : Pengujian Pengendalian dan Pengujian Substantif terhadap Siklus Personalia
Siklus personalia meliputi kejadian-kejadian dan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan kompensasi kepada pimpinan dan pegawai organisasi/perusahaan.

Fungsi-fungsi yang terlibat dalam siklus personalia adalah fungsi personalia, fungsi keuangan, dan fungsi akuntansi yang terdiri dari:

  • Fungsi penerimaan pegawai.
  • Fungsi pencatat waktu.
  • Fungsi pembuat daftar gaji dan upah.
  • Fungsi pembuat bukti kas keluar.
  • Fungsi pembayar gaji dan upah.
  • Fungsi akuntansi biaya.
  • Fungsi akuntansi umum.

Tujuan audit terhadap siklus personalia dikelompokkan menjadi tujuan audit kelompok transaksi dan tujuan audit saldo akun yang ditentukan berdasarkan atas 5 (lima) asersi laporan keuangan yaitu: keberadaan atau keterjadian, kelengkapan, hak dan kewajiban, penilaian atau alokasi dan penyajian dan pengungkapan.

Dokumen yang digunakan dalam siklus personalia adalah:

  • Dokumen pendukung perubahan gaji dan upah.
  • Kartu jam hadir.
  • Kartu jam kerja.
  • Daftar gaji dan daftar upah.
  • Rekap daftar gaji dan rekap daftar upah.
  • Surat pernyataan gaji dan upah.
  • Bukti kas keluar.

Catatan yang digunakan dalam siklus personalia adalah:

  • Jurnal umum.
  • Kartu kos produk.
  • Buku pembantu biaya.
  • Kartu penghasilan karyawan.

Program audit untuk pengujian pengendalian terhadap siklus personalia dilakukan dengan mengklasifikasikan prosedur audit menurut asersi yang dituju yang meliputi: keberadaan atau keterjadian, kelengkapan, penilaian dan alokasi.

Program audit untuk pengujian substantif terhadap berbagai saldo akun yang terkait dengan siklus personalia meliputi:

  • Melakukan prosedur analitik.
  • Melakukan penghitungan kembali utang gaji dan upah.
  • Melakukan verifikasi terhadap kompensasi bagi eksekutif.

MODUL 5 : AUDIT SIKLUS INVESTASI

Kegiatan Belajar 1 : Pengujian Substantif Siklus Investasi
Pengujian substantif terhadap investasi ditujukan untuk:

  • memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan dengan investasi,
  • membuktikan asersi keberadaan saldo investasi yang dicantumkan di neraca dan keterjadian transaksi yang berkaitan dengan investasi dalam tahun yang diaudit,
  • membuktikan asersi kelengkapan semua unsur investasi dan semua transaksi yang berkaitan dengan investasi, membuktikan asersi kepemilikan klien atas investasi yang dicantumkan dalam laporan keuangan,
  • membuktikan asersi kepemilikan klien atas investasi yang dicantumkan di neraca, membuktikan kewajaran penilaian investasi di neraca, dan
  • membuktikan kesesuaian penyajian investasi di neraca dengan prinsip akuntansi berterima umum di Indonesia.

Untuk mencapai tujuan audit tersebut auditor menempuh berbagai prosedur audit.

  • Pada prosedur audit awal, auditor membuktikan apakah investasi yang dicantumkan di neraca didukung dengan catatan akuntansi yang diselenggarakan dengan mekanisme akuntansi yang andal. Oleh karena itu, auditor mengusut saldo investasi yang dicantumkan di neraca ke dalam akun investasi yang diselenggarakan di dalam buku besar, membuktikan ketelitian penghitungan saldo akun investasi di dalam buku besar, mengusut saldo awal akun investasi ke kertas kerja tahun yang lalu, membuktikan sumber pendebitan dan pengkreditan akun investasi di dalam buku besar ke dalam registrasi bukti kas keluar, check register, dan membuktikan ketelitian catatan investasi dengan cara melakukan rekonsiliasi akun kontrol investasi di dalam buku besar dengan buku pembantu investasi.
  • Pada prosedur analitik, auditor menghitung berbagai ratio (ratio investasi sementara dengan aktiva, ratio investasi jangka panjang dengan aktiva lancar, rate of returns tiap-tiap golongan investasi) untuk kemudian dibandingkan dengan harapan auditor, misalnya ratio tahun yang lalu, rerata ratio industri, atau ratio yang dianggarkan, Pembandingan ini membantu auditor untuk mengungkapkan: peristiwa atau transaksi yang tidak biasa, perubahan akuntansi, perubahan usaha, fluktuasi acak atau salah saji.
  • Pada pengujian transaksi rinci, auditor memeriksa dokumen yang mendukung transaksi pemerolehan dan penjualan investasi, menghitung kembali pendapatan bunga dan dividen tahun yang diaudit, menghitung kembali laba dan rugi yang timbul dari transaksi penjualan surat berharga, menghitung kembali laba atau rugi yang timbul dari transaksi penjualan investasi, memeriksa dokumen yang mendukung transaksi pembelian surat berharga dalam periode sekitar tanggal neraca, memeriksa dokumen yang mendukung transaksi penjualan surat berharga dalam periode sekitar tanggal neraca, memeriksa dokumen yang mendukung pemerolehan investasi yang dimiliki oleh klien pada tanggal neraca.
  • Pada pengujian rinci, auditor mempelajari notulen rapat pemegang saham dan direksi, meminta daftar surat berharga yang ada di tangan klien dan lakukan penghitungan dan inspeksi terhadap sertifikat surat berharga tersebut, mengirimkan konfirmasi tentang surat berharga milik klien yang berada di tangan pihak lain, melakukan rekonsiliasi antara surat berharga yang dihitung dengan hasil konfirmasi dan jumlah yang disajikan di neraca, melakukan inspeksi dan pemeriksaan terhadap polis asuransi surat berharga, meminta informasi mengenai surat berharga yang dijadikan jaminan penarikan utang, membandingkan metode penilaian investasi yang digunakan oleh klien dengan prinsip akuntansi berterima umum di Indonesia, membandingkan nilai investasi dengan harga pasar surat berharga.
  • Verifikasi penyajian dan pengungkapan investasi di neraca, ditujukan untuk memperoleh informasi apakah klien telah menyajikan investasi di neraca sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum dengan pengungkapan memadai. Informasi mengenai hal ini diperoleh auditor dengan cara memeriksa klasifikasi persediaan di neraca dan memeriksa investasi jangka panjang mengenai kemungkinan sebagai alat pengendalian perusahaan lain.

 

MODUL 6  : AUDIT SIKLUS PENDANAAN

Kegiatan Belajar 1 : Audit Siklus Pendanaan
Siklus pendanaan terhubung dengan siklus pendapatan dari penerbitan utang obligasi dan siklus pengeluaran ketika kas dikeluarkan untuk bunga obligasi, dividen, dan penarikan kembali atau pelunasan saham atau utang obligasi, dan pembelian saham masyarakat. Alur-alur yang digunakan dalam mencatat transaksi siklus pendanaan mencakup transaksi utang jangka panjang dan transaksi ekuitas pemegang saham.

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat perencanaan audit siklus pendanaan yaitu materialitas, inherent risk, analytical procedure risk, dan control risk.

Kegiatan Belajar 2 : Pengujian Substantif atas Saldo Utang Jangka Panjang
Pengujian substantif terhadap utang jangka panjang ditujukan untuk: (1) memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan dengan utang jangka panjang, (2) membuktikan bahwa saldo utang jangka panjang mencerminkan kepentingan kreditur yang ada pada tanggal neraca dan mencerminkan keterjadian transaksi yang berkaitan dengan utang jangka panjang selama tahun yang diaudit, (3) membuktikan kelengkapan transaksi yang dicatat selama tahun yang diaudit dan kelengkapan saldo utang jangka panjang yang disajikan di neraca, (4) membuktikan bahwa utang jangka panjang yang dicantumkan di neraca merupakan klaim kreditur terhadap aktiva entitas, (5) membuktikan kewajaran penilaian utang jangka panjang yang dicantumkan di neraca, (6) membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan utang jangka panjang yang dicantumkan di neraca.

Kegiatan Belajar 3 : Pengujian Substantif atas Saldo Ekuitas Pemegang Saham
Pengujian substantif terhadap modal saham ditujukan untuk: (1) memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan dengan ekuitas pemegang saham, (2) membuktikan bahwa saldo modal saham mencerminkan kepentingan pemegang saham yang ada pada tanggal neraca dan mencerminkan keterjadian transaksi yang berkaitan dengan ekuitas pemegang saham selama tahun yang diaudit, (3) membuktikan kelengkapan transaksi yang dicatat selama tahun yang diaudit dan kelengkapan saldo ekuitas pemegang saham yang disajikan di neraca, (4) membuktikan bahwa saldo ekuitas pemegang saham yang dicantumkan di neraca merupakan klaim pemilik terhadap aktiva entitas, (5) membuktikan kewajaran penilaian ekuitas pemegang saham yang dicantumkan di neraca, (6) membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan ekuitas pemegang saham yang dicantumkan di neraca.

MODUL 7 : AUDIT ATAS SALDO AKUN KAS

Kegiatan Belajar 1 : Audit Saldo Kas
Kas yang dicantumkan di neraca terdiri dari kas di tangan dan kas di bank. Mengingat kas ini mudah digelapkan dan diselewengkan maka pengendalian internnya sangat ketat. Dalam audit kas auditor harus menerapkan prosedur analitis secara keseluruhan penentuan tingkat internalitas risiko melekat, risiko pengendalian kas dan risiko deteksi atau risiko audit kas.

Pengujian mendetail transaksi kas setidaknya meliputi pengujian atas cut off kas, penelusuran transfer bank dan pembuatan prof of cash.

Kegiatan Belajar 2 : Substantive Test atas Saldo Kas
Tujuan khusus audit saldo kas adalah memperoleh bukti yang meyakinkan mengenai adanya atau kebenaran asersi manajemen yang berhubungan dengan saldo kas, yaitu adanya atau terjadinya, kelengkapannya, hak dan kewajibannya, penilaian atas alokasi serta penyajian dan pengungkapannya.

Langkah-langkah yang dilakukan dalam audit saldo kas adalah:

  • menentukan risiko deteksi;
  • merancang substantif test;
  • melakukan prosedur awal;
  • melakukan prosedur analitis

 

Kegiatan Belajar 3 : Pengujian Mendetail Saldo Kas (Test of Details of Balances)
Kegiatan dalam pengujian mendetail saldo kas (Test of details of balance) adalah:

  • menghitung kas di tangan;
  • mengonfirmasi simpanan dan pinjaman di bank;
  • mengonfirmasi perjanjian lain dengan bank;
  • menscan, mereview, dan membuat rekonsiliasi bank;
  • mendapatkan dan menggunakan bank out of statement;
  • membandingkan penyajian pernyataan dengan PABU
  • pertimbangan-pertimbangan lain seperti pengujian deteksi lapping dan prosedur audit.

 

MODUL 8 : PENYELESAIAN AUDIT DAN TANGGUNG JAWAB AUDITOR PASCA AUDIT

Kegiatan Belajar 1 : Penyeleseian Audit
Tanggung Jawab Auditor dalam Penyelesaian Audit

Penyelesaian pekerjaan lapangan Mengevaluasi temuan Komunikasi dengan klien
Melaksanakan review atas subsequent event Membuat penilaian akhir tentang materiality dan risk Komunikasi masalah struktur pengendalian internal
Membaca risalah rapat Melaksanakan review teknis atas laporan keuangan Komunikasi tentang pelaksanaan audit
Mendapatkan bukti mengenai LCA Memformulasikan opini dan merancang laporan audit Membuat management letter
Mendapatkan rep letter Melaksanakan review final atas kertas kerja audit
Melaksanakan prosedur analitis

 

Kegiatan Belajar 2 : Tanggung Jawab Auditor Pasca Audit
Pada kegiatan belajar ini telah dijelaskan tanggung jawab pokok seorang auditor dalam menyelesaikan audit suatu laporan keuangan. Langkah yang harus dilakukan meliputi review terhadap peristiwa kemudian, membaca notulen rapat direksi dan dewan komisaris serta komite-komite sampai tanggal penerbitan laporan audit, perolehan bukti atas tuntutan-tuntutan hukum, klaim dan pembebanan, dan peroleh surat representasi dari kliennya. Langkah pengevaluasian atas temuan-temuannya meliputi penentuan tingkat materialitas dan risiko audit tahap akhir, review secara detail dan teknis atas kertas kerja dan laporan keuangan, merumuskan pendapat dan penyusunan konsep laporan audit.

Auditor diminta untuk mengomunikasikan kepada kliennya tentang kondisi-kondisi yang dapat dilaporkan yang berkaitan dengan struktur pengendalian intern dan hal-hal lain yang berkaitan dengan pelaksanaan audit. Sebagai tambahan, auditor dapat membuat rekomendasi kepada kliennya yang berkaitan dengan efisiensi dan efektivitas operasi kliennya dalam bentuk management letter. Akhirnya auditor harus menyadari tanggung jawabnya setelah audit selesai (tanggung jawab paska audit) yang berkaitan dengan peristiwa kemudian yang terjadi antara tanggal selesainya pekerjaan lapangan (tanggal laporan) dengan tanggal penerbitan laporan auditor, diketemukannya fakta setelah tanggal laporan dan adanya prosedur audit penting yang tidak dilaksanakan selama audit.

Tahap akhir dari pelaksanaan audit adalah menyusun laporan, baik dalam bentuk baku maupun tidak baku sesuai dengan Standar Auditing Berterima Umum.

MODUL 9 : JASA AKUNTAN PUBLIK LAIN DAN JENIS PELAPORAN AKUNTANSI LAINNYA

Kegiatan Belajar 1 : Jasa Atestasi
Dalam melaksanakan penugasan atestasi, seorang akuntan publik harus 1) memperoleh bukti yang mendukung asersi 2) secara objektif menilai berbagai pengukuran yang ada dan mengomunikasikan dengan pihak klien secara individual berkaitan dengan asersi yang ada, 3) melaporkan temuan yang ada.

Standard atestasi harus memperluas tinggi atestasi tidak hanya pada basis laporan keuangan historis, memungkinkan pemberi jasa atestasi untuk membedakan assurance, dan memberikan jasa sesuai kebutuhan pengguna.

Jenis-jenis penugasan atestasi yang dapat dilakukan akuntan publik adalah antara lain:

  • audit;
  • examination;
  • review; dan
  • agreed upon prosedur/due delligent

 

Kegiatan Belajar 2 : Jasa Atestasi Lainnya

 

Subjek Penugasan Jenis Jasa Jenis Keyakinan (assurance) Pembatasan dalam penggunaan laporan
SPECIAL REPORT:      
1). Basis akuntansi komprehensif lain Audit Pernyataan Opini positif No
2). Bagian, akun, atau item tertentu dalam laporan keuangan Audit Pernyataan Opini positif No
3). Laporan Ketaatan Agreed-upon procedure Ringkasan temuan Keyakinan negatif Yes

 

  By-product of audit Keyakinan negatif Yes
JASA REVIEW :      
1). Review atas IFI Review Keyakinan negatif No
2). Review atas laporan keuangan Review  Keyakinan negatif No
Pelaporan atas pengendalian internal Keyakinan negatif Pernyaaan Opini positif No
Asersi manajemen tertulis

 

Agreed-upon procedure Ringkasan temua Yes
Pemrosesan transaksi pada perusahaan pemberi layanan Keyakinan negatif Pernyaaan Opini positif Yes
Pelaporan Prospektus :      
FF Pemeriksaan Pernyataan opini positif No
  Agreed-upon procedure Ringkasan Temua Yes
FP Pemeriksaan Pernyataan opini positif No
  Agreed-upon procedure Ringkasan Temuan Yes
Atestasi atas kompilasi :      
Kompilasi dengan persyaratan (requirement) tertentu Agreed-upon procedure Ringkasan Temuan Yes
  Pemeriksaan Pernyataan opini positif No
SPI atas ketaatan Agreed-upon procedure Ringkasan temuan Yes
  Pemeriksaan Pernyataan opini-positif No

 Kegiatan Belajar 3 : Jasa Non Atestasi
Jasa non astestasi lainnya adalah jasa akuntan publik yang tidak berkaitan dengan penilaian terhadap kliennya terdiri atas:

  • perbantuan penyesuaian pembukuan akun (adjusment);
  • menyusun neraca percobaan;
  • penyusunan laporan pajak;
  • penyusunan sistem akuntansi.

Dalam melaksanakan jasa profesionalnya, akuntan publik dapat melakukan step up (perubahan kepada kenaikan level assurance) ataupun step down perubahan kepada penurunan level assurance) dari penugasan sebelumnya.

 

Daftar Pustaka :

  • Arens dan Loebbecke diadaptasi Abadi Yusuf, Amir. Auditing Pendekatan Terpadu, Edisi Indonesia, Salemba Empat, Simon & Schuster (Asia) Pte.Ltd., Prentice Hall.
  • Halim, Abdul, Drs, MBA, Akt., dan Totok Budi Santoso, SE, Akt, (1999), AUDITING 2: Dasar-dasar Prosedur Pengauditan Laporan Keuangan. Edisi Kedua, UPP AMP YKPN.
  • Ikatan Akuntansi Indonesia (2002). Standar Akuntansi Keuangan. Per 1 April 2002, Salemba Empat.
  • Mulyadi. (2002). Auditing. Edisi ke-6. Jakarta: PT Salemba Empat.
  • Yusup, Al. Haryono, Drs, MBA, Akt., (2002). Auditing (Pengauditan), Buku Dua, STIE YKPN.
  • S. Munawir, Drs, Akt, M.M (2005), Auditing Modern, Buku II, Edisi pertama, Yogyakarta, BPFE.
  • file jtriwiyanto

DEFINISI AKUNTANSI

Akuntansi dapat diartikan sebagai “bahasa bisnis” karena akuntansi adalah sebuah sistem informasi yang menyediakan laporan-laporan bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi sebuah perusahaan. Akuntansi dapat didefinisikan sebagai suatu proses pencatatan, pengukuran, dan penyampaian informasi ekonomi agar dapat dipakai sebagai dasar pengambilan keputusan atau kebijaksanaan.

DEFINISI AKUNTANSI

Pengertian Akuntansi

§         Menurut Horngern (2000), akuntansi didefinisikan sebagai proses pencatatan, pengukuran dan penyampaian-penyampaian informasi ekonomi agar dapat dipakai sebagai dasar pengambilan keputusan atau kebijaksanaan.

§         Menurut Sunyanto (1999), pengertian akuntansi itu adalah suatu tahapan proses pengumpulan, pengidentifikasian, pencatatan, penggolongan, peringkasan dan penyajian/pelaporan dari transaksi-transaksi keuangan serta penafsiran hasilnya guna pengambilan keputusan.

§         Menurut AICPA (American Institute of Certified Public Accountant), akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan dan pengikhtisaran dengan cara tertentu dalam ukuran moneter, transaksi dan kejadian-kejadian yang umumnya bersifat keuangan dan termasuk menafsirkan hasil-hasilnya.

Definisi akuntansi dapat dilihat dari 2 (dua) sudut pandang yaitu:

  1. Fungsi dan Kegunaan

Akuntansi merupakan aktivitas jasa yang berfungsi memberikan informasi kuantitatif mengenai kesatuan-kesatuan ekonomi terutama yang bersifat keuangan yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan.

  1. Proses Kegiatan

Akuntansi adalah seni mencatat, mengklasifikasi dan mengikhtisarkan transaksi-ttransaksi kejadian yang sekurang-kurangnya atau sebagaian bersifat keuangan dengan cara menginterpretasikan hasil-hasilnya.

Akuntansi dan Tata Buku

Akuntansi lebih luas dari Tata Buku sebab Tata Buku hanyalah pencatatan secara sistimatis transaksi/kejadian yang dinyatakan dengan nilai uang.

Cabang Akuntansi

Terdapat 3 (tiga) cabang akuntansi yaitu:

  1. Akuntansi keuangan

Adalah cabang akuntansi yang menghasilkan laporan keuangan bagi pihak ekstern seperti investor, kreditor, dan Bapepam.

  1. Akuntansi manajemen

Adalah cabang akuntansi yang menghasilkan laporan keuangan bagi pihak intern organisasi atau manajemen.

3. Akuntansi Pemerintah

Adalah cabang akuntansi yang memproses transaksi-transaksi keuangan pemerintah yang menghasilkan laporan keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan APBN/APBD kepada rakyat melalui lembaga legislatif serta untuk kepentingan pihak-pihak yang terkait.

Kurikulum Akuntansi (S1) - UT

Program Studi Akuntansi (S1) – Fakultas Ekonomi Universitas Terbuka

Visi
Pada tahun 2015, menjadi program studi yang berkualitas unggul dalam menghasilkan produk pendidikan tinggi, serta menyelenggarakan, mengembangkan, dan menyebarluaskan informasi ilmu akuntansi melalui PTTJJ.

Misi

1.   Menyediakan akses pendidikan tinggi bidang ilmu Akuntansi bagi semua lapisan masyarakat.

2.   Mengkaji dan mengembangkan ilmu Akuntansi melalui sistem PTTJJ.

3.   Memanfaatkan dan menyebarluaskan hasil kajian ilmu Akuntansi

Tujuan
Menghasilkan lulusan yang mampu menganalisis informasi keuangan dan masalah-masalahnya dalam entitas bisnis dengan baik

Kompetensi
Lulusan Program Studi Akuntansi S1 diharapkan mampu menganalisis informasi keuangan dan masalah-masalahnya dalam entitas bisnis dengan baik. Lebih khusus diharapkan mampu menganalisis kesesuaian asersi manajemen dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berterima umum, menganalisis masalah-masalah informasi keuangan yang ada dalam lingkungan bisnis secara tepat dan sistematis, menganalisis sistem pengendalian manajemen untuk mencapai tujuan entitas bisnis.

 

Kompetensi Pendukung

Selain menguasai kompetensi utama, lulusan PS Akuntansi S1diharapkan mampu menganalisis kinerja organisasi dalam aspek pemasaran, sumber daya manusia, operasi dan keuangan; mampu menerapkan aturan-aturan kemasyarakatan dalam entitas bisnis; mampu menerapkan metode penelitian dan teknik analisis data bisnis; dan
mampu menganalisis perekonomian secara makro dan mikro.

KURIKULUM

No Kode Mata Kuliah Nama Mata Kuliah Bobot/SKS
1 ADBI 4201 Bahasa Inggris Niaga

3

2 MKDU 420.. Pendidikan Agama

3

3 EKMA 4115 Pengantar Akuntansi

4

4 EKMA 4111 Pengantar Bisnis

3

5 MKDU4105 Pendidikan Kewarganegaraan

2

6 ADPU 4431 Perilaku Organisasi

3

7 EKMA 4116 Manajemen

4

8 EKMA 4212 Peng.Aplikasi Komputer

2

9 ESPA 4111 Pengantar Ekonomi Mikro

3

10 ESPA 4110 Pengantar Ekonomi Makro

3

11 ESPA 4112 Matematika Ekonomi 1

3

12 EKMA 4213 Manajemen Keuangan

3

13 EKMA 4210 Akuntansi Keu.Menengah I

3

14 EKSI 4101 Lab Pengantar Akuntansi

2

15 ESPA 4210 Teori Ekonomi Makro I

3

16 ESPA 4211 Teori Ekonomi Mikro I

3

17 EKMA 4215 Manajemen Operasi

3

18 EKMA 4216 Manajemen Pemasaran

3

19 EKSI 4202 Hukum Pajak

3

20 EKMA 4313 Akuntansi Keuangan Menengah II

3

21 EKMA 4214 Manajemen Sdm

3

22 EKSI 4205 Bank & Lembaga Keuangan Non Bank

3

23 EKSI 4312 Sistem Informasi Akuntansi

3

24 ESPA 4113 Statistika Ekonomi I

3

25 SKOM 4432 Komunikasi Bisnis

3

26 EKMA 4315 Akuntansi Biaya

3

27 EKSI 4309 Akuntansi Keuangan Lanjutan I

3

28 EKMA 4308 Auditing I

3

29 EKMA 4314 Akuntansi Manajemen

3

30 EKSI 4310 Auditing II

3

31 EKSI 4207 Akuntansi Sektor Publik

3

32 EKSI 4311 Akuntansi Keuangan Lanjutan II

3

33 ESPA 4214 Statistika Ekonomi II

3

34 EKMA 4262 Manajemen Risiko

2

35 EKSI 4203 Teori Portfolio & Analisis Investasi

3

36 EKSI 4414 Lab Auditing

2

37 EKSI 4206 Perpajakan

3

38 EKSI 4415 Teori Akuntansi

3

39 EKMA 4311 Studi Kelayakan Bisnis

3

40 EKSI 4416 Sistem Pengendalian Manajemen

3

41 EKMA 4442 Manajemen Koperasi

3

42 EKMA 4570 Penganggaran

3

43 ESPA 4315 Metode Penelitian

3

44 EKSI 4413 Audit Manajemen

3

45 EKSI 4204 Analisis Informasi Keuangan

3

46 MKDU 4106 Bahasa Indonesia

2

47 EKMA 4414 Manajemen Strategik

3

48 EKMA 4434 Sistem Informasi Manajemen

3

49 ESPA 4213 Ekonomi Pembangunan I

3

50 EKMA 4500 TAP

4

    Total SKS

145

 

Universitas Terbuka

Sejarah Universitas Terbuka (UT)

Universitas Terbuka (UT) adalah Perguruan Tinggi Negeri ke-45 di Indonesia yang diresmikan pada 4 September 1984, berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 41 Tahun 1984. UT juga merupakan universitas yang terbanyak mahasiswanya, lebih dari 100.000, tersebar luas di seluruh Indonesia. Menurut sebuah lembaga pendidikan jarak jauh di Inggris, UT termasuk satu dari “The Top Ten Mega Universities”. UT menempati urutan ke-3 setelah universitas sejenis di RRC dan Turki.
Untuk Indonesia sendiri UT merupakan terobosan pendidikan yang sangat dibutuhkan, karena kehadirannya telah memungkinkan menampung semua lulusan SMU/SMK, berapa pun usianya, di mana pun tempat tinggalnya. Biayanya pun murah dibanding perguruan tinggi konvensional. UT memang tidak membutuhkan “modal” besar karena perkuliahan bukan tatap muka, jadi tidak membutuhkan ruang kuliah. Materi kuliah dikirimkan lewat pos atau internet. Dan untuk kegiatan ujian, tutorial, atau diskusi kelompok, UT cukup menyewa tempat saja.
UT menerapkan sistem belajar “jarak jauh” dan “terbuka”. Istilah “jarak jauh” berarti pembelajaran bukan dilakukan secara tatap muka, melainkan menggunakan media, baik media cetak (modul) maupun non-cetak (audio/video, komputer/internet, siaran radio dan televisi). Makna “terbuka” adalah tidak ada pembatasan usia, tahun ijazah, masa belajar, waktu registrasi, berapa kali mahasiswa dapat mengikuti ujian, dan sebagainya. Batasan yang ada hanyalah bahwa setiap mahasiswa UT harus sudah menamatkan jenjang pendidikan menengah atas (SMU atau yang sederajat).
Mahasiswa UT diharapkan dapat belajar secara mandiri. Belajar mandiri bukan hanya berarti belajar sendiri. Cara belajar mandiri menghendaki mahasiswa untuk belajar atas prakarsa atau inisiatif sendiri. Dengan demikian, belajar mandiri dapat dilakukan secara sendiri ataupun secara berkelompok, baik dalam kelompok belajar maupun dalam kelompok tutorial. Selain menggunakan bahan ajar yang disediakan di UT, mahasiswa juga dapat mengambil inisiatif untuk memanfaatkan perpustakaan, mengikuti siaran radio, mengikuti tutorial serta menggunakan sumber belajar lain seperti bahan belajar berbantuan komputer dan program audio/video. Apabila mengalami kesulitan belajar, mahasiswa dapat meminta informasi atau meminta bantuan tutor, baik secara tatap muka, melalui telepon, surat elektronik (e-mail), faksimile, ataupun melalui pos.
Seperti halnya pendidikan tinggi lain, UT juga menerapkan Sistem Kredit Semester (SKS) untuk menetapkan beban studi mahasiswa tiap semester. Satu semester adalah satuan waktu kegiatan belajar selama sekitar 15 minggu.
Beban studi mahasiswa dinyatakan dalam satuan kredit semester (SKS). Untuk mencapai satu SKS, mahasiswa diharapkan mempelajari materi pelajaran selama tiga jam per minggu. Khusus untuk UT, satu SKS disetarakan dengan tiga modul bahan ajar, sedangkan untuk mempelajari satu modul dengan penguasaan 80 persen dibutuhkan waktu sekitar 15 jam per semester.
Dalam penyelenggaraan pendidikan, UT bekerja sama dengan semua perguruan tinggi negeri yang ada di Indonesia. Pada setiap kota yang terdapat perguruan tinggi negeri, tersedia unit layanan UT yang disebut Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ). Perguruan tinggi negeri tersebut berperan sebagai pembina UPBJJ serta membantu dalam penulisan bahan ajar, tutorial, praktikum, dan ujian.
Untuk memberikan layanan pendidikan secara optimal kepada mahasiswa yang tersebar di seluruh penjuru tanah air dan di luar negeri, UT bekerja sama dengan instansi lain seperti PT Pos Indonesia, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Televisi Republik Indonesia (TVRI), Radio Republik Indonesia (RRI), Radio Siaran Pemerintah Daerah, Radio Siaran Swasta Niaga, Kanwil/Dinas Pendidikan, Atase Pendidikan KBRI, Perpustakaan Nasional RI, dan perpustakaan daerah.
Universitas Terbuka juga bekerja sama dengan instansi-instansi yang ingin meningkatkan kualitas sumber daya karyawannya, baik instansi pemerintah, BUMN, maupun swasta. Mereka dapat mengikuti program yang ada di UT atau memesan program studi baru yang sesuai dengan kebutuhan instansinya. UT selama ini telah mendapatkan kepercayaan dari pemerintah untuk meningkatkan kualitas guru SD melalui program yang dikenal sebagai Program Penyetaraan D2 Guru SD. Selain itu UT juga telah mendapat kepercayaan untuk meningkatkan kualitas SDM dari TNI, Bank Rakyat Indonesia (BRI), PT Bank BNI (Bank Negara Indonesia), PT Garuda Indonesia, PT Merpati Nusantara, Departemen Pertanian, Setwapres, dan beberapa Instansi lain.
Penyajian bahan ajar UT berupa:
– Bahan Ajar Cetak: Buku Materi Pokok (BMP), Buku Materi Suplemen. Buku Petunjuk Praktek dan Praktikum, serta referensi lainnya.
– Bahan Ajar Non-Cetak: kaset audio, kaset video, siaran radio dan televisi, bahan ajar berbantuan komputer dalam disket atau CD.
– Bahan Ajar Cetak dan Non-Cetak: Audiografis

Mahasiswa dapat memilih jenis tutorial sesuai dengan minat ataupun kemampuannya. Jenis tutorial yang dapat diikuti mahasiswa adalah sebagai berikut:
– Tutorial tatap muka
– Tutorial tertulis melalui surat: Mahasiswa dapat mengirim pertanyaan-pertanyaan mengenai materi perkuliahan kepada ketua program studi masing-masing dengan alamat, nama fakultas, Universitas Terbuka, PO BOX 6666, Jakarta 10001 atau melalui Fax (021) 7490147.
– Tutorial melalui radio, televisi, dan media massa: Mahasiswa dapat mengikuti tutorial lewat radio Programa Nasional RRI gelombang FM 93.2 pukul 08.10 WIB. Tutorial melalui radio ini diadakan 5 kali dalam seminggu. Sedangkan tutorial melalui TVRI dapat disimak mahasiswa pada hari-hari tertentu. Di samping itu, beberapa media massa lokal juga menyajikan tutorial untuk mahasiswa UT. Informasi ini dapat ditanyakan kepada petugas UPBJJ-UT.
– Tutorial lewat Internet

Beberapa mata kuliah yang ditawarkan UT merupakan mata kuliah praktek atau praktikum. Kegiatan praktek atau praktikum dilaksanakan di bawah bimbingan instruktur. Pelaksanaan praktek atau praktikum dapat dilakukan mahasiswa secara individu atau kelompok dengan menggunakan fasilitas kit atau laboratorium yang ada di daerah. UT juga menawarkan mata kuliah pemantapan kemampuan profesional yang dapat dilakukan oleh mahasiswa di bawah bimbingan penyelia/supervisor.
Evaluasi hasil belajar mahasiswa UT dilakukan dalam bentuk Tugas Mandiri, tugas-tugas dari Tutorial Tatap Muka Rancangan Khusus, Ujian Praktek atau Praktikum, Ujian Lisan, Ujian Akhir Semester (UAS), dan Ujian Komprehensif Tertulis (UKT). Untuk program studi tertentu terdapat mata kuliah yang evaluasi hasil belajarnya dilakukan melalui ujian pemantapan kemampuan profesional.

UT memiliki dua kategori program pendidikan yakni program reguler dan program non-reguler. Program reguler adalah program pendidikan yang dapat diikuti oleh masyarakat umum. Sedangkan program non-reguler merupakan program yang diselenggarakan secara khusus. Pada saat ini program studi yang termasuk dalam program non-reguler adalah Program Penyetaraan D2 Pendidikan Guru SD (PGSD) dan Program S1-PGSD. Sedangkan program studi lainnya termasuk dalam program reguler.

Masa studi atau lama belajar di UT bergantung pada kemampuan belajar dan waktu belajar masing-masing mahasiswa. Sebagai contoh, untuk dapat menyelesaikan program S1 Administrasi Negara mahasiswa harus menempuh sejumlah mata kuliah yang telah ditentukan dengan beban studi keseluruhan 144 SKS. Bila setiap masa registrasi mahasiswa mampu menempuh 15 SKS, maka yang bersangkutan dapat menyelesaikan studinya dalam waktu 10 masa registrasi atau sekitar 5 tahun.

Cuti Akademik (Menjadi Mahasiswa Non Aktif) Cuti akademik merupakan salah satu kemudahan yang diberikan kepada mahasiswa yang karena suatu alasan tidak dapat mengikuti perkuliahan. Mahasiswa dapat mengambil cuti akademik selama 4 (empat) masa registrasi berturut-turut tanpa harus melapor ke UT. Sebelum masa cuti akademiknya habis, mahasiswa harus segera melakukan registrasi mata kuliah, agar status kemahasiswaannya tidak hilang.