EKMA4115 Pengantar Akuntansi (Materi Tutorial Online II)

Posted: 03/01/2012 in Dasar-Dasar Akuntansi, Materi Tutorial Online

TUTORIAL ONLINE – Ke II

PENGANTAR AKUNTANSI (EKMA 4115)

UNIVERSITAS TERBUKA

Materi Online 2 : III.)Akuntasi Perusahaan Dagang Akuntansi IV.) Persekutuan

 

III. AKUNTASI PERUSAHAAN DAGANG

Perusahaan dagang adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang jual beli barang. Perusahaan membeli barang untuk dijual kembali dalam bentuk semula tanpa mengalami pengolahan. Perusahaan dapat berupa toko, penyalur tunggal, agen penjualan, distributor, dan sejenisnya. Karakteristik utama perusahaan dagang adalah bahwa pada peristiwa penjualan terjadi penyerahan barang yang didalamnya memuat jumlah rupiah disebut harga pokok penjualan.

Pendapatan utama perusahaan dagang adalah berasal dari penjualan barang sehingga rekening penjualan digunakan sebagai ganti rekening Pendapatan. Juga Piutang Dagang dan Utang Dagang. Disamping itu ada akun-akun khusus yang bersangkutan dengan perusahaan dagang disamping Penjualan, antara lain yang terpenting adalah Harga Pokok Penjualan, Pembelian, Retur dan Keringanan Penjualan, Retur dan Keringanan Pembelian, Potongan Penjualan dan Potongan pembelian. Potongan pembelian ataupun potongan penjualan hendaknya tidak dikacaukan dengan pengertian potongan harga (price/trade discount).

Ada akun khusus menyebabkan Laporan laba rugi perusahaan dagang juga bebeda dengan laporan perusahaan dagang. Biaya dalam perusahaan dagang dibagi menjadi 2 (dua) kelompok yaitu biaya yang melekat pada barang dagangan yang terjual yang disebut biaya operasi. Harga pokok penjualan sendiri sebenarnya merupakan biaya operasi lainnya. Penjualan dikurangi dengan harga pokok penjualan merupakan laba yang berasal dari penjualan yang dikenal dengan istilah laba kotor penjualan.

 

Menjurnal penjualan dan pembelian barang dagang

Penjualan barang dagang secara tunai atau kredit dicatat dengan mengkredit Penjualan. Pada saat terjadi penjualan sebenarnya terjadi 2 (dua) peristiwa yaitu pertama terjadinya pendapatan yang disebut penjualan yang mempunyai akibat menambah modal dan yang kedua keluarnya barang dagangan sebagai harga pokok penjualan yang mempunyai akibat mengurangi modal karena sifatnya sebagai biaya.

Metode atau cara pencatatan untuk barang dagang akibat dari pembelian atau penjualan, ada 2 cara yaitu :

1.      Metode Phisyik (Berkala/Periodik) yaitu metode apabila pada saat penjualan keluarnya barang dagangan sebagai harga pokok tidak dihitung dan dicatat secara kontinu dan baru akan dicatat pada akhir episode sebagai penyesuaian.

Pada saat terjadi pembelian tidak menambah persediaan, tetapi dianggap sebagai pengeluaran beban untuk mendapatkan barang tersebut. Dalam metode fisik dicatat sebagai berikut :

 

Pembelian               Rp. xxxx

Kas / Utang Dagang     Rp. xxxx

(Kas = untuk pembelian tunai dan Utang Dagang = untuk pembelian secara kredit)

 

Pada saat terjadi penjualan, penjualan tersebut tidak mengurangi persediaan tetapi dianggap sebagai penerimaan pendapatan dari hasil penjualan yang dicatat sebagai berikut :

 

Kas / Piutang Dagang         Rp. xxxx

Penjualan                                  Rp. xxxx

 

(Kas = untuk penjualan tunai, dan Piutang Dagang = untuk penjualan secara kredit)

 

2.      Metode Perpetual yaitu metode yang mencatat persediaan secara terus menerus setiap kali terjadi perubahan baik pembelian atau penjualan dan kemungkinan adanya pengembalian barang atau retur pembelian atau penjualan barang.

Pencatatan saat terjadinya pembelian barang dagang pada metode ini adalah :

Persediaan              Rp. xxxx

Kas / Utang Dagang     Rp. xxxx

(Kas = untuk pembelian tunai dan Utang Dagang = untuk pembelian secara kredit)

 

Pencatatan saat terjadi penjualan adalah :

Kas / Piutang Usaha                       Rp. xxxx

Penjualan                                  Rp. xxxx

Harga Pokok Penjualan      Rp. xxxx

Persediaan                                Rp. xxxx

(Kas = untuk penjualan tunai dan Piutang Dagang = untuk penjualan kredit)

Persyaratan Jual Beli

1.      Syarat Penyerahan

Syarat-syarat penjualan harus menyebutkan kapan pemilikan (hak) atas barang dagang tersebut beralih dari penjual kepada pembeli, dan menentukan pihak mana, penjual atau pembeli yang harus menanggung biaya transportasi (ongkos angkut).

Syarat penjualan dalam pengiriman barang dagang dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu :

a)      FOB tempat pengiriman (FOB Shipping Point) adalah hak milik atas barang dagang bisa beralih kepada pembeli pada saat penjual menyerahkan barang tersebut ke perusahaan pengangkut. Pembeli menanggung biaya transportasi pengiriman barang dagang.

b)      FOB tempat tujuan (FOBDestination) adalah hak milik atas barang dagang bisa beralih ke pembeli menerima barang dagang tersebut, ini berarti penjual menyerahkan barang dagang tersebut ke tempat tujuan pembeli tanpa dibebani ongkos angkut kepada pembeli dan penjual membayar ongkos angkut sampai ke tempat tujuan terakhir.

 

2.      Syarat Pembayaran

Syarat pembayaran adalah perjanjian yang menetapkan cara pembayaran atas barang yang diperjual belikan yang mungkin berupa trade discount ataupun cash discount.

a)      Trade discount atau rabat adalah potongan yang diberikan karena membeli barang dalam partai besar, biasanya dinyatakan dengan persen. Harga yang diperhitungkan pada pembeli ialah harga menurut daftar (list price) dikurangi rabat (trade discount) yang disebut harga kontrak (contract price).

b)      Cash Discount adalah potongan tunai yang diperoleh pembeli apabila membayar dalam batas waktu yang ditentukan yang diberikan oleh penjual. Maksud diberikan potongan tunai kepada pembeli adalah agar pembeli terdorong untuk membayar lebih cepat dari waktu yang ditentukan. Macam-macam syarat pembayaran adalah sebagai berikut :

1.      2/10, n/30

artinya pembelian akan memperoleh potongan 2 % apabila bisa membayar dalam waktu 10 hari setelah tanggal faktur dan netto harus dibayar paling lambat 30 hari setelah tanggal faktur.

2.      E.O.M (end of math)

Artinya pembayaran paling lambat tanggal akhir bulan dari hari pembelian barang.

3.      n/10. EOM

artinya pembayaran paling lambat 10 hari sesudah akhir bulan pembelian barang.

4.      2/10 1/5 n/60

artinya pembelian akan memperoleh potongan 2 % apabila bisa membayar dalam waktu 10 hari setelah tanggal faktur dan hanya akan memperoleh potongan 1 % membayar setelah 10 hari dari tanggal faktur tetapi tidak lebih dari 15 hari dan netto harus dibayar paling lambat 60 hari setelah tanggal faktur.

Untuk lebih jelas kita simak contoh soal berikut :

1.      PT Marina menjual barang dagangnya kepada PT Shanty dengan harga menurut daftar (list price) Rp. 5.500.000,00 dengan trade discount  8%, 6%, 4%. Hitunglah berapa harga jualnya ?

Penyelesaian :

List Price                                        Rp. 5.500.000,00

Rabat         8% x Rp. 5.500.000     Rp.    440.000,00

Rp. 5.060.000,00

6% x Rp. 5.060.000     Rp.    303.600,00

Rp. 4.756.400,00

4% x Rp. 4.756.400     Rp.    190.256,00

Harga Jual / Contract Price Rp. 4.566.144,00

 

2.      Pada tanggal 2 November 2002 PT Karunika menjual barang seharga Rp. 3.000.000 dengan syarat pembayaran 2/10 n/30, berapakah cash discount yang diberikan ?

Penyelesaian :

Dengan syarat tersebut berarti PT Karunika memberi potongan atau discount sebesar Rp. 60.000 (2% x Rp. 3.000.000) kepada pembeli apabila dilunasi paling lambat tanggal 12 November 2002. Dan apabila lewat dari tanggal tersebut pembeli tidak memperoleh potongan tunai dan harus membayar penuh sebesar Rp.  3.000.000 dan paling lambat tanggal 2 Desember 2002.

 

Transaksi – transaksi pokok dalam perusahaan dagang dianalisa dalam jurnal umum sebagai berikut :

 

 

Transaksi Jurnal Umum
Pembelian Pembelian barang secara tunai atau kredit (D) Pembelian

(K) Kas / Utang Dagang

  Retur pembelian dan pengurangan harga (D) Utang Dagang

(K) Retur pembelian & pengurangan harga

  Potongan pembelian (membayar utang dagang dengan memperoleh potongan) (D) Utang Dagang

(K) Potongan Pembelian

(K) Kas

Penjualan Penjualan barang dagang secara tunai (D) Kas / Piutang Dagang

(K) Penjualan

  Retur penjualan dan pengurangan harga (D) Retur pembelian & pengurangan harga

(K) Piutang Dagang

  Potongan penjualan (menerima piutang dagang dengan memberi potongan) (D) Kas

(D) Potongan Penjualan

(K) Piutang Dagang

Biaya Angkut Biaya angkut pembelian (membayar beban angkut barang yang dibeli) (D) Beban angkut pembelian

(K) Kas

  Biaya angkut penjualan (adalah semua pengeluaran biaya untuk mengirim barang sampai ke gedung pembeli) (D) Beban angkut penjualan

(K) Kas

 

 

Ilustrasi Akuntansi untuk Transaksi Barang Dagang

Dalam ilustrasi berikut akan terlihat bagaimana transaksi yang sama akan dicatat baik oleh penjual atau pembeli. Penjual adalah PT Tirta Marta dan Pembelinya PT. Indonusa

 

Transaksi

PT. Tirta Marta (Penjual)

PT. Indonusa (Pembeli)

1 Mei

PT Tirta Marta menjual barang dagang secara kredit kepada PT Indonusa sebesar Rp.750.000, dengan syarat FOB Shipping Point, n/45. Harga pokok penjualan sebesar Rp. 450.000

 

Piutang Usaha-PT Indo   750.000

Penjualan                    750.000

 

Harga Pokok Penjualan   450.000

Persediaan Brg Dagang   450.000

 

Persediaan Brg Dagang   750.000

Utang Usaha-PT Tirta Marta   750.000

2 Mei

PT Indo membayar beban transportasi sebesar Rp.15.000 atas pembelian tgl 1 Mei dari PT Tirta Marta.

 

Tidak Dijurnal

 

Persediaan Barang dagang   15.000

Kas                                         15.000

5 Mei

PT Tirta Marta menjual brg dagang secara kredit kepada PT Indonusa sebesar Rp.500.000, syarat FOB destination, n/30. Harga Pokok Penjualan tsb sebesar Rp.350.000

 

Piutang Usaha-PT Indo     500.000

Penjualan                      500.000

 

Harga Pokok Penjualan     350.000

Persedian Brg Dagang    350.000

 

Persediaan Brg Dagang      500.000

Utang Usaha-PT Tirta Marta   500.000

7 Mei

PT Tirta Marta membayar biaya transportasi sebesar Rp.25.000 untuk brg dagang yang dijual kepada PT Indo pada tgl 5 Mei

 

Beban Pengiriman         25.000

Kas                           25.000

 

Tidak Dijurnal

JURNAL KHUSUS

Pada umumnya di dalam perusahaan terjadi transaksi rutin dan frekuensinya terjadi sangat tinggi. Transaksi rutin ini biasanya meliputi: penjualan kredit, pembelian kredit, penerimaan kas, pengeluaran kas dan sebagainya. Dengan buku jurnal dua kolom ternyata pencatatan transaksi rutin menjadi tidak tepat dan praktis lagi terutama dalam hal posting dari jurnal ke buku besar. Karena itu transaksi rutin yang yang sering terjadi sebaiknya dicatat dalam buku jurnal tersendiri yang disebut dengan buku jurnal khusus. Dengan adanya jurnal khusus maka biasanya ada beberapa akun yang memerlukan perincian misalnya Piutang Dagang dan Utang Dagang.

Akun-akun untuk perincian ini membentuk satu buku besar tersendiri yang disebut buku besar pembantu, sedangkan buku besar yang akan digunakan dalam menyusun daftar saldo disebut dengan buku besar umum.

Ada beberapa jenis jurnal sebagai berikut :

1.      Jurnal pembelian, adalah jurnal untuk mencatat transaksi pembelian barang dagang atau aktiva lain yang dilakukan secara kredit

2.      Jurnal pengeluaran kas, adalah jurnal untuk mencatat semua transaksi tentang pengeluaran kas (uang tunai), transaksi pengeluaran uang tersebut antara lain pembelian barang dagang atau aktiva lain secara tunai, pembayaran beban-beban, pembayaran / pelunasan hutang dagang dan pengambilan uang tunai untuk keperluan pribadi.

3.      Jurnal Penjualan, adalah jurnal untuk mencatat transaksi-transaksi penjualan barang dagang yang dilakukan secara kredit.

4.      Jurnal Penerimaan kas, adalah jurnal yang dipakai untuk mencatat semua transaksi tentang penerimaan uang.

5.      Jurnal Memorial / Umum, adalah jurnal yang dipakai untuk mencatat semua transaksi yang tidak dapat dicatat pada keempat jurnal khusus diatas. Transaksi-transaksi tersebut adalah : retur pembelian dan penjualan, pengambilan barang untuk keperluan prive, penarikan wesel dan lain-lain.

 

 

IV. AKUNTANSI UNTUK PERSEKUTUAN

1.      PEMBENTUKAN PERSEKUTUAN DAN PEMBAGIAN LABA ATAU RUGI PERSEKUTUAN

Pasal 1618 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata mendefinisikan Persekutuan adalah sebagai perjanjian dengan mana dua orang atau lebih mengikatkan diri untuk memasukkan sesuatu ke dalam persekutuan dengan maksud untuk membagi keuntungan atau manfaat yang dioeroleh karenanya.

Ada beberapa karakteristik khusus dalam persekutuan yang membedakan persekutuan dengan perusahaan perorangan ataupun perseroan, yaitu antara lain :

§         Perjanjian tertulis suatu persekutuan, perjanjian ini merupakan kontrak yang dibuat antar sekutu, sehingga semua transaksi yang berkaitan dengan perjanjian tersebut, semuanya diatur dalam hukum kontrak.

§         Masa hidup yang terbatas, maksudnya masa hidup dari persekutuan dibatasi oleh masa kebersamaan dari pada sekutu tersebut, apabila seorang sekutu keluar maka persekutuan tersebut juga akan berakhir.

§         Kewajiban bersama dalam persekutuan, maksudnya setiap sekutu dapat mengikat persekutuan tersebut dengan kontrak yang mereka buat dengan pihak lain, selama kontrak tersebut masih dalam ruang lingkup usaha persekutuan tadi.

§         Kewajiban tak terbatas, maksudnya setiap sekutu mempunyai kewajiban pribadi yang tidak terbatas terhadap Utang yang dimiliki persekutuan. Jadi aktiva yang dimiliki suatu persekutuan tidak cukup untuk menutupi Utang-Utangnya, maka kekurangannya akan diambil dari aktiva pribadi milik masing-masing sekutu.

§         Pemilikan aktiva secara bersama

§         Tidak ada pajak penghasilan persekutuan, maksudnya suatu persekutuan tidak membayar pajak penghasilan atas laba usahanya.

§         Akun modal dalam persekutuan jumlahnya lebih dari satu karena untuk setiap sekutu dalam persekutuan memiliki satu akun modal tersendiri. Demikian pula, masing-masing sekutu juga memiliki akun pengambilan pribadi.

Bila persekutuan dibentuk dari perusahaan yang sebelumnya sudah berjalan, biasanya nilai buku aktiva dari perusahaan sebelumnya menjadi tidak relevan lagi. Oleh karena itu pada umumnya nilai buku tersebut harus disesuaikan lebih dahulu. Persekutuan cukup mencatat nilai aktiva yang baru (yang disetujui bersama), tidak perlu memeperhatikan harga perolehan aktiva ketika dulu dibeli oleh perusahaan sebelum menjadi persekutuan. Harga perolehan aktiva bagi persekututan yaitu harga pada saat aktiva tersebut menjadi hak persekutuan.

 

Pembentukan Persekutuan dengan Investasi awal sekutu

Investasi awal sekutu dalam suatu persekutuan dapat berupa aktiva dan sekaligus utang. Investasi ini akan dicatat dan jumlah kewajiban dari masing-masing sekutu akan dikurangkan dari aktiva yang diinvestasikan, untuk memperoleh nilai yang akan dikredit pada akun modal dari masing-masing sekutu tersebut.  Misalnya Kuncoro dan Sutejo membentuk suatu persekutuan dengan menginvestasikan aktiva dan lainnya yang telah dinilai oleh badan independen sbb :

 

Setoran Kuncoro :

Uang tunai (kas) sebesar Rp.5 juta dan peralatan komputer dengan harga perolehan Rp.750 ribu dan nilai pasar Rp. 1 juta

Setoran Sutejo :

Uang tunai (kas) sebesar Rp.2 juta, perangkat lunak komputer dengan harga perolehan Rp.10 juta dan nilai pasar Rp.7,5 juta serta hutang dagang sebesar Rp. 500 ribu.

Setoran Wahyudi :

Bangunan toko seharga Rp. 10.000.000 dan piutang dagang Rp. 2,5 juta

Maka pencatatan untuk setoran investasi masing-masing sekutu tersebut adalah :

 

Kuncoro

Sutejo

Wahyudi

Kas                                5.000.000

Peralatan Komputer       1.000.000

Modal Kuncoro                               6.000.000

Kas                                         2.000.000

Perangkat Lunak Komputer   7.500.000

Hutang Dagang                     500.000

ModalSutejo                        9.000.000

 

Bangunan Toko          10.000.000

Piutang Dagang            2.500.000

Modal Wahyudi      12.500.000

 

Laporan Neraca Persekutuan baru tersebut adalah :

 

Kuncoro, Sutejo dan Wahyudi

Neraca

1 Jan 2002

Aktiva

Kewajiban

Kas

7.000.000

Utang Dagang

500.000

Piutang Dagang

2.500.000

 

Peralatan komputer

1.000.000

Modal Kuncoro

6.000.000

Perangkat Lunak

7.500.000

Modal Sutejo

9.000.000

Bangunan Toko

10.000.000

Modal Wahyudi

12.500.000

Total Aktiva

28.000.000

Total Utang & Modal

28.000.000

 

PEMBAGIAN LABA RUGI PERSEKUTUAN

a.       Pembagian Laba Rugi berdasarkan Jumlah yang ditetapkan

Contoh soal :

Persekutuan yang didirikan oleh Andy dan Iwan membuat suatu perjanjian dalam pembagian laba rugi persekutuan dinyatakan bahwa Andy memperoleh laba atau rugi sebesar 3/4 dan Iwan memperoleh laba atau rugi sebesar ¼ dari laba atau rugi persekutuan.

Berapakah jumlah laba atau rugi yang diperoleh masing-masing sekutu apabila persekutuan mereka mendapat keuntungan selama tahun berjalan sebesar Rp. 16.000.000 ?

Penyelesaian :

Modal Andy : ¾ x 16.000.000 = Rp.12.000.000

Modal Iwan : ¼ x 16.000.000 = Rp.4.000.000

 

Jurnal penutup dalam pembagian laba persekutuan tersebut adalah :

 

Ikhtisar Laba Rugi        16.000.000

Modal Andy                 12.000.000

Modal Iwan                    4.000.000

 

b.      Pembagian laba rugi berdasarkan setoran modal sekutu

Contoh soal :

Persekutuan Bidadari terdiri dari 3 sekutu yaitu Ani, Aisyah dan Anjali. Komposisi modal mereka pada akhir tahun adalah sebagai berikut  :

Modal  Ani                   Rp.  7.000.000

Modal Aisyah               Rp.  5.000.000

Modal Anjali                Rp.  3.000.000

Total Modal                 Rp.15.000.000

Persekutuan Bidadari memperoleh laba sebesar Rp.24.000.000.

Berapakah jumlah laba yang diperoleh masing-masing sekutu dan bagaimana jurnal penutupnya ?

 

Penyelesaian :

Modal Ani : (7.000.000/15.000.000) x 24.000.000      = Rp.11.200.000

Modal Aisyah : (5.000.000/15.000.000) x 24.000.000 = Rp.  8.000.000

Modal Anjali : (3.000.000/15.000.000) x 24.000.000  = Rp.  4.800.000

Jurnal Penutup :

Ikhtisar laba rugi           24.000.000

Modal Ani                    11.200.000

Modal Aisyah                 8.000.000

Modal Anjali                  4.800.000

 

c.       Pembagian berdasarkan setoran modal dan jasa

Contoh Soal :

Randi dan Soni mendirikan sebuah persekutuan dengan modal yang berasal dari investasi Randi sebesar Rp.9.000.000, sedangkan Soni sebesar Rp.6.000.000. Soni bekerja untuk persekutuan secara penuh (full time) dan memperoleh gaji yang lebih tinggi. Perjanjian pembagian laba yang telah ditentukan oleh kedua sekutu adalah :

§         Rp.10.000.000 pertama dari laba bersih persekutuan akan dibagi sesuai dengan investasi masing-masing sekutu.

§         Rp.12.000.000 berikutnya dibagikan berdasarkan waktu bekerja, dimana Randi hanya menerima Rp.4.800.000 dan Soni yang memiliki waktu kerja yang lebih banyak menerima sebesar Rp.7.200.000.

§         Apabila masih ada jumlah laba yang tersisa maka jumlah tersebut dibagi dua secara merata.

§         Laba bersih persekutuan pada tahun pertama sebesar Rp.25.000.000.

Berapakah laba yang akan diperoleh oleh masing-masing sekutu dan bagaimana pencatatannya ?

 

Penyelesaian :

 

Randi

Soni

Total

Total laba bersih

28.000.000

Pembagian laba Rp.10 juta pertama berdasarkan investasi sekutu

Randi (9.000.000/15.000.000 X Rp.10 juta)

6.000.000

Soni (6.000.000/15.000.000 X Rp.10 juta)

4.000.000

Total

10.000.000

Sisa laba bersih yang harus dibagikan

18.000.000

Pembagian laba Rp.12 juta berikutnya berdasarkan waktu kerja sekutu

Randi

4.800.000

Soni

7.200.000

Total

12.000.000

Sisa laba bersih yang harus dibagikan

  6.000.000

Sisa laba bersih dibagi 2 secara merata

Randi ( 6 juta / 2)

3.000.000

Soni (6 juta / 2)

3.000.000

Total

6.000.000

Sisa Laba bersih

0

Laba bersih masing-masing sekutu

13.800.000

14.200.000

28.000.000

Ayat jurnal penutup :

Ikhtisar Laba Rugi                    28.000.000

Modal Randi                            13.800.000

Modal Soni                              14.200.000

 

Laporan Keuangan untuk persekutuan

Laporan keuangan yang disusun pada persekutuan sama dengan bentuk perusahaan lainnya, yaitu  laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas dan laporan perubahan modal. Pada Laporan keuangan perincian pembagian laba harus diungkapkan atau disajikan, biasanya ditambahkan pada laporan laba rugi atau dibuat sebagai lampiran. Laporan perubahan modal pada persekutuan terdiri dari beberapa sekutu yang modalnya dirinci untuk setiap anggota sekutu. Contoh laporan keuangan persekutuan dapat dilihat dan dipelajari pada BMP Pengantar Akuntansi, modul 6 kegiatan belajar 1.

 

2.      AKUNTANSI UNTUK PEMBUBARAN PERSEKUTUAN DAN LIKUIDASI PERSEKUTUAN

a.       Penerimaan Sekutu Baru

Salah satu sifat utama dari bentuk organisasi persekutuan adalah usianya yang terbatas. Setiap perubahan anggota persekutuan akan mengakibatkan pembubaran persekutuan. Dengan demikian masuknya anggota sekutu baru, keluarnya anggota sekutu lama dan meninggalnya salah seorang anggota persekutuan, akan membubarkan persekutuan yang ada.

Masuknya sekutu dalam persekutuan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:

1)      Dengan cara membeli hak pemilik sekutu lama

2)      Dengan cara menyetorkan aktiva kepada persekutuan.

 

Perbedaan cara penerimaan sekutu baru akan mengakibatkan perbedaan dalam akuntansi. Pada cara pertama transaksi penerimaan sekutu baru hanya dilakukan dengan memindahkan akun modal sekutu lama ke akun sekutu baru. Dengan demikian tidak terjadi perubahan sruktur aktiva maupun struktur modal. Pada cara kedua persekutuan akan mencatat penambahan aktiva dan penambahan modal. Jumlah aktiva yang dicatat tidak harus sama dengan jumlah modal sekutu baru. Adakalanya setoran modal dicatat lebih rendah atau lebih tinggi sehingga menimbulkan goodwill yang akan diberikan kepada sekutu lama atau sekutu yang baru masuk. Umumnya bila persekutuan akan menerima anggota baru diadakan penyesuaian lebih dahulu terhadap akun-akun yang ada. Sehingga buku besarnya dapat mencerminkan harga aktiva secara lebih layak. Laba atau rugi yang timbul karena adanya penilaian kembali ini kemudian akan dibagikan kepada para sekutu lama.

b.      Pemindahan sekutu baru dengan membeli hak kepemilikan sekutu lama

Contoh soal :

Berikut ini adalah Neraca periode 2002 persekutuan Marina dan Ades :

Kas

Rp. 15.000.000

Total kewajiban

Rp. 10.000.000

Aktiva lain-lain

Rp.  35.000.000

Modal Marina

Rp. 15.000.000

 

Modal Ades

Rp. 25.000.000

Total Aktiva

Rp. 50.000.000

Total Kewajiban & Modal

  Rp. 50.000.000

 

Suci sebagai pihak luar tertarik untuk membeli hak kepemilikan Marina sebesar Rp.15 juta dengan harga beli Rp. 17,5 juta. Marina setuju menjual hak kepemilikannya kepada Suci, dan Ades pun setuju dengan bergabungnya Suci dalam persekutuan tersebut.

Bagaimana pencatatan jurnalnya dan berapakah hak kepemilikan Suci sebagai sekutu baru ?

Penyelesaian :

Persekutuan akan mencatat pemindahan hak kepemilikan dengan jurnal sbb :

Modal Marina ………. ……….……… 15.000.000

Modal Suci ……….……….……….15.000.000

Hak kepemilikan Suci sebesar 15 juta meskipun harga beli nya sebesar 17,5 juta karena transaksi hak kepemilikan ini hanya terjadi antara Marina dan Suci, bukan antara Suci dengan persekutuan. Persekutuan lama telah bubar, sehingga Ades dan Suci membuat perjanjian persekutuan yang baru dengan cara pembagian laba rugi yang baru pula dan melanjutkan kegiatan usahanya.

c.       Likuidasi Persekutuan

Bila persekutuan mau menghentikan kegiatannya, maka biasanya akan menjual seluruh aktivanya. Hal ini dilakukan untuk memudahkan pembagian kekayaan kepada anggotanya. Proses pembubaran perusahaan ini dikenal dengan proses likuidasi.

Adapun langkah-langkah dalam proses likuidasi adalah:

1)      Menyesuaikan dan menutup buku-buku yang ada.

2)      Menjual seluruh aktiva nonkas (realisasi).

3)      Melunasi seluruh utang perusahaan.

4)      Mengembalikan modal kepada para sekutu.

Oleh karena tanggung jawab anggota persekutuan tidak terbatas maka bila ada salah seorang anggota sekutu yang modalnya negatif mereka tetap harus menutup jumlah modal yang negatif tersebut. Seandainya sekutu tersebut dalam keadaan bangkrut, maka sekutu yang masih mampu harus menanggung defisit sekutu tersebut.

 

Terima kasih, semoga sukses.

File  jTriwiyanto

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s